Jumat, 20 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Raup Rp 100 Miliar Lebih dari Suramadu

Rabu, 10 Jan 2018 08:25 | editor : Abdul Basri

LEBIH RAMAI: Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Suramadu.

LEBIH RAMAI: Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Suramadu. (A. YUSRON FARISANDY/ Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Sejak diresmikan pada 10 Juni 2009, jembatan nasional Surabaya–Madura (Suramadu) kian ramai. Jembatan dengan panjang 5 kilometer itu menjadi pilihan utama pengendara dari Madura menuju Surabaya atau sebaliknya dari Surabaya menuju Madura.

Suramadu semakin ramai setelah ada kebijakan gratis tiket tol bagi kendaraan roda dua pada Maret 2016. Di waktu yang sama, tarif tol Suramadu untuk kendaraan roda empat dan roda enam turun 50 persen.

Kepala Gerbang Tol Suramadu Mujiono menerangkan, tarif untuk kendaraan golongan I seperti sedan, jip, pikap/truk kecil, dan bus Rp 15.000. Sedangkan kendaraan golongan II seperti truk dengan dua gandar dikenakan tarif Rp 22.500.

Kendaraan golongan III seperti truk tiga gandar Rp 30.000. Kendaraan golongan IV seperti truk empat gandar Rp 37.500. Sementara kendaraan golongan V jenis truk lima gandar atau lebih ditarik biaya Rp 45.000. ”Sehari rata-rata 19.200 kendaraan yang melintas di Suramadu,” ungkapnya Selasa (9/1).

Setahun ada 360 hari. Jika per hari rata-rata melintas 19.200 kendaraan, setahun bisa mencapai 6.912.000 kuda besi yang lalu lalang di Jembatan Suramadu. Jumlah itu hanya terhitung untuk kendaraan roda empat atau lebih. Sedangkan roda dua diperkirakan puluhan juta dalam setahun.

Berdasar data di Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan yang dipublikasikan pada 2017, kendaraan yang melintas di Suramadu pada 2016 sebanyak 10.818.250 roda dua. Sedangkan roda empat atau lebih sebanyak 4.425.719 kendaraan.

Mengenai pendapatan gerbang tol dalam setahun, Mujiono mengaku tidak bisa memberikan keterangan. Dia meminta jumlah kendaraan yang melintas dikalikan dengan tarif tol. Padahal, beda jenis kendaraan beda tarif. ”Pendapatannya tinggal dikalikan saja sesuai dengan tarif. Kami tidak bisa ungkapkan langsung,” kelitnya.

Jika diambil tarif terendah Rp 15.000 untuk 6.912.000 kendaraan roda empat, pendapatan Jasa Marga untuk penarikan tiket tol Suramadu dalam setahun bisa mencapai Rp 103.680.000.000. Angka itu jika semua kendaraan dikenakan tarif Rp 15.000. Kenyataannya, masih ada golongan kendaraan yang dikenakan biaya tol lebih tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Ram Halili menerangkan, berdasar data di lembaganya, setiap tahun terjadi peningkatan kendaraan yang melintas di Jembatan Suramadu. Sebaliknya, penyusutan pengguna jasa penyeberangan kapal terjadi di Pelabuhan Kamal.

”Memang lebih banyak kendaraan yang memilih Suramadu untuk menyeberang. Apalagi kendaraan roda dua sudah digratiskan,” tuturnya.

Menjelang Lebaran Idul Fitri tahun lalu, pembeludakan kendaraan di Pelabuhan Kamal tidak seperti yang terjadi di Jembatan Suramadu. Dia mengungkapkan, saat ini bus angkutan penumpang sudah tidak menggunakan jasa penyeberangan kapal.

Pada awal pengoperasian Suramadu, masih diterapkan sistem penggunaan antarwaktu bagi angkutan umum melintas di jembatan tersebut. ”Ada waktu tertentu bus bisa melintas di Suramadu. Tapi, lama-lama bus tidak lagi lewat Pelabuhan Kamal,” ujar mantan kepala Satpol PP Bangkalan itu.

(mr/bad/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia