Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puisi Aminatul Hasanah: Tetesan Sejarah

I
Penulis: Ina Herdiyana❯
PXHere
PXHere

 


Advertisement

Tetesan Sejarah

 

Kutitipkan sejarah ini

Advertisement

pada malam yang menyapa embun

dengan tetesan air mata yang meluap

 

Advertisement

Dan kubelajar dari segi ini

apa arti keegoisan diri

yang menguasai pikiran

 

Tapi aku tak rela dengan nafsuku ini

yang terus dapat menguasai

dengan setan yang mengelabuiku.

 

Pangabasen,

31-08-2024

……………………………

 

Rindu Terjebak Kaku

 

Aku menyaji rindu

pada setangkup madu

yang menggerayang di area bambu

 

Melekat di jebakan biru

seakan menutupi bisu

yang mengelabui kalbu

 

Lantas aku melurusi jariku

dengan akar malumu

yang kaku dalam masa itu.

 

Pangabasen, 25-12-2024

……………………………

 

Kata dengan Kisah Kita

 

Diriku memotret kata-kata

dengan pantai bermanja

mengharumi lukisan kita

 

Pada jejak bambu delima

yang melanda dengan kisah

yang berbua tua

 

Pangabasen 26-10-2024

……………………………

 

Berbincang di Balik Jaringan Kelam

 

Di antara seberang malam

aku berbincang dengannya

mengotori di sepanjang titik mula

 

Dan merangkai kata

di antara jaringan kelam

menikam dengan acuh rembulan

 

Sebab pemisah itu

aku tergesa-gesa

mencari jalan derasnya jaringan.

 

Pangabasen 24-12-2024

……………………………

 

Rindu Terjebak Kaku

 

Aku menyaji rindu

pada setangkup madu

yang menggerayang di area bambu

 

Melekat di jebakan biru

seakan menutupi bisu

yang mengelabui kalbu

 

Lantas aku melurusi jariku

dengan akar malumu

yang kaku dalam masa itu.

 

Pangabasen 25-12-2024

……………………………

 

*)Penulis kelahiran Sumenep. Puisi-Puisinya dimuat di beberapa media dan buku antologi. Diundang ke acara Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi 2024. Aktif di Sanggar 7 Kejora Al-Huda Gapura, Sumenep.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Puisi J. Akit Lampacak

Puisi J. Akit Lampacak

pada saatnya buih itu sampai ke matamu seprti kerikil yang terlempar dari kaki masa kecil tentu kau akan mendengar suara angin seperti riuh burung pagi kehilangan mimpi gemerciknya menggelinding mengaliri ruang sunyi

Puisi Ririe Rengganis

Puisi Ririe Rengganis

Ibu selalu membawa laut di rambutnya....

Puisi-puisi Moh. Riski Kohar

Puisi-puisi Moh. Riski Kohar

Engkau bukan sekadar singgah yang lewat sepintas, Melainkan rumah tempat jiwaku melepas lelah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer