Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puisi Khairul Yaqin: Cangkir Harapan

I
Penulis: Ina Herdiyana❯

 

PNGTREE
PNGTREE

Cangkir Harapan


Advertisement

Di balik jendela, embun berkilau,
Dingin menyelimuti, pagi masih bermimpi.
Aroma kopi menari di udara,
Membangunkan jiwa, mengusir sepi.

Setiap tumbukan, suara jantung,
Mengalun lembut, menyentuh kalbu.
Biji-biji hitam, bercerita tenang,
Menjadi rindu, dalam setiap gelas penuh.

Si hitam manis yang bersahabat,
Dari tangan terampil, lahirkan keajaiban.
Dalam cangkir kecil, dunia terasa hangat,
Momen berharga, saat kita berbagi cerita.

Advertisement

Dengan setiap seruput, terjalin harapan,
Rasa yang mengisi, melukis pagi ceria.


201024

………………………………………………

Advertisement

 

Bumi Madura

Di bawah langit, riuh sorak menggema,
Dua ekor sapi berlari, beradu jiwa,
Dengan mata bercahaya, semangat membara,
Menjulang harapan di tiap detak langkahnya.

Panjang jalur, berdebu bergetar,
Petani mulai bersorak, bangga tak terkira,
Tradisi hidup dalam setiap debu. 

Keringat membasahi dahi, tak kenal lelah,
Menyatukan hati dalam satu tujuan.

Setiap hentakan seperti tarian yang anggun,
Menggugah rasa, menyalakan jiwa,
Di tengah sawah, di balik langit terbuka,
Karapan sapi, lambang cinta dan karya.

di bumi Madura,
tradisi masih abadi.

 

30924

………………………………………………

 

Tawaran

Ruang Tunggu

Aku duduk di depan pintu

Berdua dengan sunyi

Bertiga dengan banyangan.

 

Dan engkau sembari menasbihkan rindu

Di sudut ruang.

:kau kembali

Sambil menunggu tawaran restu

Ibu, Bapakmu.

 

15072024

………………………………………………

*)Santri Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa. Aktif di Komunitas Munulis Pasra (Kompas). Mahasiswa Universitas Annuqayah

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Puisi J. Akit Lampacak

Puisi J. Akit Lampacak

pada saatnya buih itu sampai ke matamu seprti kerikil yang terlempar dari kaki masa kecil tentu kau akan mendengar suara angin seperti riuh burung pagi kehilangan mimpi gemerciknya menggelinding mengaliri ruang sunyi

Puisi Ririe Rengganis

Puisi Ririe Rengganis

Ibu selalu membawa laut di rambutnya....

Puisi-puisi Moh. Riski Kohar

Puisi-puisi Moh. Riski Kohar

Engkau bukan sekadar singgah yang lewat sepintas, Melainkan rumah tempat jiwaku melepas lelah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer