
Maghrib
Maghrib
Matahari raib
Ribuan zikir-zikir
Mengalir di lautan pasir
Bulan merangkak
Menolak segala macam balak
Buih-buih salawat
Dijunjung begitu khidmat
Beradu dalam ribuan doa
Hingga betah dalam wujud yang Esa.
………………………..
Hari-Hari Penuh Mantra
/Senin/
Serasa ada
namun tiada
di antara lepukan dada
/Selasa/
Penuh kegilaan
hilang kewarasan
mentransfer kemirisan
melalui jalur penistaan
/Rabu/
Begitu abu
ketika sebuah sabar
tak lagi menggebu
/Kamis/
Dekil, kerdil
fakir, miskin
/Jumat/
Ucapan kramat
melengking dalam pusaran sel-sel telinga
/Sabtu/
Ah...
lagi-lagi akan melalui hari-hari.
Tak ada mantra yang luar biasa kecuali doa
………………………..
Maulid
Bolehkah Kau tumpahkan setetes berkah?
Dari aliran sumber syafaat-Mu
………………………..
Catatan Anak Kos
Ibu kos menanak
Tak ada rasa keberatan
Atau rasa sungkan
Setiap adukan nasi
Tersimpan kenyamanan
Setiap kali suapan tersimpan
Rasa kasih sayang.
………………………..
Bercinta dalam Doa Hampa
Aku merapal doa
menghimpun beberapa duka
mengimporkan segala rasa
lalu mencipta ruang hampa
………………………..
Mencari Teduh yang Hilang
Kau tertunduk, telungkup
dalam estafet kesunyian
mencari teduh kedamaian
Barangkali bisa menyembuhkan kegilaan (cinta)
………………………..
*)Ngenep neng Pondok Pesantren Annuqayah Latee II, ngampong ngaop neng kamar Forum Lingkar Pena
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




