Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puisi Fadhlan: Maghrib

H
Ilustrasi puisi Fadhlan: Maghrib. (Freepik)
Ilustrasi puisi Fadhlan: Maghrib. (Freepik)

Maghrib


Advertisement

Maghrib

Matahari raib

Ribuan zikir-zikir

Advertisement

Mengalir di lautan pasir

 

Bulan merangkak

Advertisement

Menolak segala macam balak

 

Buih-buih salawat

Dijunjung begitu khidmat

Beradu dalam ribuan doa

Hingga betah dalam wujud yang Esa.

………………………..

Hari-Hari Penuh Mantra

/Senin/

Serasa ada

namun tiada

di antara lepukan dada

/Selasa/

Penuh kegilaan

hilang kewarasan

mentransfer kemirisan

melalui jalur penistaan

/Rabu/

Begitu abu

ketika sebuah sabar

tak lagi menggebu

/Kamis/

Dekil, kerdil

fakir, miskin

/Jumat/

Ucapan kramat

melengking dalam pusaran sel-sel telinga

/Sabtu/

Ah...

lagi-lagi akan melalui hari-hari.

Tak ada mantra yang luar biasa kecuali doa

………………………..

Maulid

Bolehkah Kau tumpahkan setetes berkah?

Dari aliran sumber syafaat-Mu

………………………..

 

Catatan Anak Kos

Ibu kos menanak

Tak ada rasa keberatan

Atau rasa sungkan

Setiap adukan nasi

Tersimpan kenyamanan

Setiap kali suapan tersimpan

Rasa kasih sayang.

………………………..

Bercinta dalam Doa Hampa

Aku merapal doa

menghimpun beberapa duka

mengimporkan segala rasa

lalu mencipta ruang hampa

………………………..

 

Mencari Teduh yang Hilang

 

Kau tertunduk, telungkup

dalam estafet kesunyian

mencari teduh kedamaian

Barangkali bisa menyembuhkan kegilaan (cinta)

………………………..

*)Ngenep neng Pondok Pesantren Annuqayah Latee II, ngampong ngaop neng kamar Forum Lingkar Pena

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Erlan Berhasil Kecoh Polisi, Uang Ratusan Juta dan Perhiasan Satu Kg Raib

Erlan Berhasil Kecoh Polisi, Uang Ratusan Juta dan Perhiasan Satu Kg Raib

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya menyebutkan, terduga pelaku juga berhasil menggasak perhiasan milik korban. Jumlahnya tidak sedikit. Yakni, satu kilogram emas.

Pihak Keluarga Yakin Korban Meninggal di Luar Bandara, Barang Berharga Lenyap

Pihak Keluarga Yakin Korban Meninggal di Luar Bandara, Barang Berharga Lenyap

AKBP Ni Made Wiatini, Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan bagian luar, ditemukan luka robek pada telinga kiri korban akibat kekerasan benda tumpul.

Gadis 17 Tahun Sempat Hilang Sepekan, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Gadis 17 Tahun Sempat Hilang Sepekan, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Kuasa hukum pelapor, Mohammad Taufik, berharap penyelidik menindaklanjuti laporan tersebut secara serius. Korban mengaku dibawa oleh terlapor.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer