alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

Perempuan Itu Penyayang dan Ngemong

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Perempuan bisa mengambil peran banyak di era keterbukaan hari ini. Bahkan, perempuan juga bisa menempati posisi strategis. Untuk mengambil peran itu, satu-satunya yang harus dilalui perempuan yakni harus terdidik.

Pendapat itu diungkapkan Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Cabang Pamekasan Sofi Istiana Septiana. Menurut dia, banyak perempuan bangkit setelah muncul gagasan emansipasi. Emansipasi bukan dalam arti penyetaraan gender perempuan dan laki-laki, melainkan keadilan gender.

Dia mengatakan, jabatan gubernur Jawa Timur yang diemban Khofifah Indar Parawansa bisa menjadi cermin peran perempuan dalam memimpin. Selain itu, jabatan penting yang dipegang perempuan seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menaker Ida Fauziyah, dan sejumlah posisi strategis lain yang dipimpin perempuan. ”Ruang peran bagi perempuan semakin besar,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Khatmil Quran, Ingatkan Perempuan Harus Kreatif

Tiga hal penting yang menurut Sofi harus dimiliki perempuan. Pertama, cerdas. Posisi perempuan yang cenderung masih dinomorduakan akan lenyap bila perempuan memiliki wawasan dan kecerdasan yang memadai.

Kedua, perempuan harus tetap menjadi insan yang memiliki sifat penyayang, ngemong, dan lembut. Identitas ini tidak boleh lepas dari perempuan. ”Tentu, penyayang yang cerdas dan bisa mengubah lingkungannya,” sambungnya.

Ketiga, perempuan harus berkolaborasi. Peluang besar kian terbuka saat perempuan mampu membangun jaringan yang kolaboratif. ”Jadi, tidak ada kata tidak untuk perempuan mengambil peran di era sekarang ini,” pungkasnya. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Perempuan bisa mengambil peran banyak di era keterbukaan hari ini. Bahkan, perempuan juga bisa menempati posisi strategis. Untuk mengambil peran itu, satu-satunya yang harus dilalui perempuan yakni harus terdidik.

Pendapat itu diungkapkan Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Cabang Pamekasan Sofi Istiana Septiana. Menurut dia, banyak perempuan bangkit setelah muncul gagasan emansipasi. Emansipasi bukan dalam arti penyetaraan gender perempuan dan laki-laki, melainkan keadilan gender.

Dia mengatakan, jabatan gubernur Jawa Timur yang diemban Khofifah Indar Parawansa bisa menjadi cermin peran perempuan dalam memimpin. Selain itu, jabatan penting yang dipegang perempuan seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menaker Ida Fauziyah, dan sejumlah posisi strategis lain yang dipimpin perempuan. ”Ruang peran bagi perempuan semakin besar,” katanya.

Baca Juga :  Organisasi Sumber Pengalaman

Tiga hal penting yang menurut Sofi harus dimiliki perempuan. Pertama, cerdas. Posisi perempuan yang cenderung masih dinomorduakan akan lenyap bila perempuan memiliki wawasan dan kecerdasan yang memadai.

Kedua, perempuan harus tetap menjadi insan yang memiliki sifat penyayang, ngemong, dan lembut. Identitas ini tidak boleh lepas dari perempuan. ”Tentu, penyayang yang cerdas dan bisa mengubah lingkungannya,” sambungnya.

Ketiga, perempuan harus berkolaborasi. Peluang besar kian terbuka saat perempuan mampu membangun jaringan yang kolaboratif. ”Jadi, tidak ada kata tidak untuk perempuan mengambil peran di era sekarang ini,” pungkasnya. (ky)

Most Read

Artikel Terbaru