alexametrics
22.6 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Putri Guru Ngaji Penyuka Seni

SUMENEP – Lahir dan besar dari keluarga guru membuat Hafifa Nur Asriyatin giat belajar. Perempuan kelahiran Sumenep, 5 Juni 1999 itu kini punya banyak aktivitas. Perjalanan hidupnya juga banyak diwarnai dengan dunia seni.

Gadis 22 tahun itu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Biasa dipanggil Ifa atau Ipe. Lahir dari seorang ibu guru ngaji dan bapak lora di tempat Perumahan Satelit, Kolor. Dia mengaku memiliki dua sifat berbeda; kaku namun sangat manja saat ada di rumah. Sedangkan saat di luar menjadi sangat periang dan mandiri.

Hal tersebut menjadikannya selalu memilih hal yang tidak biasa dengan lingkungannya. Prestasi akademik sebenarnya mendukung dia masuk di SMP favorit. Namun, dia lebih memilih sekolah di ”SMP biasa”. Berawal dari situlah terbentuk jiwa seni. Di bawah didikan Selket Ghani, Ifa mengenal seni mulai dari melukis hingga musikalisasi puisi. 

Baca Juga :  Guru Harus Jadi Teladan

Prestasi yang dia peroleh selama SMA yakni juara harapan 1 musikalisasi puisi tingkat umum dan juara 3 musikalisasi puisi tingkat pelajar. Kecintaannya pada seni mengantarkannya bergabung dengan Sanggar Seni Smansa. Di sanggar ini dia berkecimpung di bidang tari, teater, musik, mural, dan perfilman. Di bawah didikan guru dan seniman Hamzah Fansuri Bazar, Ifa dipilih mendalami peran sebagai seorang pantomim. 

Kini Ifa sedang menempuh pendidikan di STKIP PGRI. Selain kuliah, dia menjadi guru honorer di salah satu sekolah dasar dan menjadi penyiar Pornama FM, radio kampus. Selain itu, aktif di Rumah Seni Lalonget, Kampung Ijo, dan Paguyuban Kacong tor Cebbing Sumenep.

Prestasi yang pernah dia capai adalah juara 1 putri Ramadan 2019 dan top 10 duta wisata Kacong tor Cebbing Sumenep 2019. Karena prestasinya, gadis 22 tahun ini sekarang aktif di akun media sosial sebagai salah satu promotor beberapa produk. (luq)

Baca Juga :  Perempuan Harus Berpendidikan

SUMENEP – Lahir dan besar dari keluarga guru membuat Hafifa Nur Asriyatin giat belajar. Perempuan kelahiran Sumenep, 5 Juni 1999 itu kini punya banyak aktivitas. Perjalanan hidupnya juga banyak diwarnai dengan dunia seni.

Gadis 22 tahun itu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Biasa dipanggil Ifa atau Ipe. Lahir dari seorang ibu guru ngaji dan bapak lora di tempat Perumahan Satelit, Kolor. Dia mengaku memiliki dua sifat berbeda; kaku namun sangat manja saat ada di rumah. Sedangkan saat di luar menjadi sangat periang dan mandiri.

Hal tersebut menjadikannya selalu memilih hal yang tidak biasa dengan lingkungannya. Prestasi akademik sebenarnya mendukung dia masuk di SMP favorit. Namun, dia lebih memilih sekolah di ”SMP biasa”. Berawal dari situlah terbentuk jiwa seni. Di bawah didikan Selket Ghani, Ifa mengenal seni mulai dari melukis hingga musikalisasi puisi. 

Baca Juga :  Empat Hari Pascagempa Pulau Sapudi, Sumenep

Prestasi yang dia peroleh selama SMA yakni juara harapan 1 musikalisasi puisi tingkat umum dan juara 3 musikalisasi puisi tingkat pelajar. Kecintaannya pada seni mengantarkannya bergabung dengan Sanggar Seni Smansa. Di sanggar ini dia berkecimpung di bidang tari, teater, musik, mural, dan perfilman. Di bawah didikan guru dan seniman Hamzah Fansuri Bazar, Ifa dipilih mendalami peran sebagai seorang pantomim. 

Kini Ifa sedang menempuh pendidikan di STKIP PGRI. Selain kuliah, dia menjadi guru honorer di salah satu sekolah dasar dan menjadi penyiar Pornama FM, radio kampus. Selain itu, aktif di Rumah Seni Lalonget, Kampung Ijo, dan Paguyuban Kacong tor Cebbing Sumenep.

Prestasi yang pernah dia capai adalah juara 1 putri Ramadan 2019 dan top 10 duta wisata Kacong tor Cebbing Sumenep 2019. Karena prestasinya, gadis 22 tahun ini sekarang aktif di akun media sosial sebagai salah satu promotor beberapa produk. (luq)

Baca Juga :  Badur, Pantai Berpasir Kuning Emas Berbasis Lokal Wisdom

Artikel Terkait

Saat Mondok Jualan Permen

Suarakan Anti Kekerasan Seksual

Perempuan Harus Berpendidikan

Most Read

Artikel Terbaru

/