alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Kedisiplinan Anggota Tak Terpantau

SUMENEP – Kedisiplinan dewan perlu menjadi perhatian. Sebab, wakil rakyat digaji untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Salah satunya segera membentuk badan kehormatan (BK) dewan.

Tingkat kehadiran anggota dewan dalam kegiatan kedewanan masih rendah. Pada rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan atas raperda tentang APBD 2020 Senin (28/10), 18 wakil rakyat absen.

Ketua DPRD Sumenep Abd. Hamid Ali Munir tidak menampik pada rapat paripurna tersebut belasan wakil rakyat tidak hadir. Dengan demikian, pembentukan BK akan dipercepat. Rencana tersebut sudah dibicarakan dalam rapat badan musyawarah (bamus).

Diterangkan, nantinya akan dipilih lima anggota yang merupakan perwakilan fraksi-fraksi. Namun, dipastikan tidak semua fraksi bisa menempatkan perwakilan. Sebab, sesuai ketentuan, anggota BK terdiri dari lima orang. Satu orang dari setiap fraksi. Sementara di DPRD Sumenep saat ini terdapat tujuh fraksi. Artinya, ada dua fraksi yang tidak akan memiliki perwakilan di BK.

Baca Juga :  Mutasi 142 Pejabat Bangkalan Bisa Dibatalkan

”Agar kedisiplinan semua anggota bisa dipantau. Sebagai satpol PP di DPRD,” ungkapnya.

Namun, politikus PKB tersebut belum memberikan kepastian terkait pembentukan BK. Sebab, saat ini masih memprioritaskan pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2020.

”Yang jelas segera. Semua terus kami upayakan. Tidak mungkin tidak dibentuk,” pungkas politikus PKB itu.

- Advertisement -

SUMENEP – Kedisiplinan dewan perlu menjadi perhatian. Sebab, wakil rakyat digaji untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Salah satunya segera membentuk badan kehormatan (BK) dewan.

Tingkat kehadiran anggota dewan dalam kegiatan kedewanan masih rendah. Pada rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan atas raperda tentang APBD 2020 Senin (28/10), 18 wakil rakyat absen.

Ketua DPRD Sumenep Abd. Hamid Ali Munir tidak menampik pada rapat paripurna tersebut belasan wakil rakyat tidak hadir. Dengan demikian, pembentukan BK akan dipercepat. Rencana tersebut sudah dibicarakan dalam rapat badan musyawarah (bamus).


Diterangkan, nantinya akan dipilih lima anggota yang merupakan perwakilan fraksi-fraksi. Namun, dipastikan tidak semua fraksi bisa menempatkan perwakilan. Sebab, sesuai ketentuan, anggota BK terdiri dari lima orang. Satu orang dari setiap fraksi. Sementara di DPRD Sumenep saat ini terdapat tujuh fraksi. Artinya, ada dua fraksi yang tidak akan memiliki perwakilan di BK.

Baca Juga :  Warga Doakan Baddrut Tamam Jadi Bupati Pamekasan

”Agar kedisiplinan semua anggota bisa dipantau. Sebagai satpol PP di DPRD,” ungkapnya.

Namun, politikus PKB tersebut belum memberikan kepastian terkait pembentukan BK. Sebab, saat ini masih memprioritaskan pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2020.

”Yang jelas segera. Semua terus kami upayakan. Tidak mungkin tidak dibentuk,” pungkas politikus PKB itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/