alexametrics
20.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

KPU Tegaskan Tak Boleh Memilih tanpa Suket dan E-KTP

BANGKALAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan belum menerima data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari KPU RI. Jika tidak ada perubahan, data tersebut baru dikantongi pada Januari 2018. Namun, KPU mengklaim segala persiapan pemutakhiran data terus dilakukan untuk memperoleh finalisasi daftar pemilih tetap (DPT).

Salah satunya, berkoordinasi dengan dispendukcapil. Hal itu dilakukan karena banyak wajib KTP yang belum merekam data. Data terbaru, wajib KTP 787.444 jiwa. Sementara yang sudah merekam berkisar 619.943 jiwa. Kini tinggal 167.501 yang belum merekam data elektronik KTP (e-KTP).

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengutarakan, banyaknya masyarakat yang belum merekam sangat berpengaruh terhadap DPT. Apabila pemilih tidak memiliki dokumen berupa e-KTP dan surat keterangan (suket), otomatis tidak punya hak pilih pada Pilkada 2018.

Baca Juga :  Panwaslu Sumenep Temukan Ratusan Pelanggaran Pilgub

”Dasar pemutakhiran data tetap menggunakan e-KTP dan suket. Bagi pemilih yang sebenarnya punya hak pilih, tapi tanpa syarat itu, ya tidak boleh ikut ,” ujarnya Selasa (26/9).

Karena itu, masyarakat yang belum mengurus dokumen kependudukan diimbau segera melengkapi administrasi kependudukan (adminduk). Dengan demikian, mereka bisa memberikan hak suara pada pemilu tahun depan. ”Sangat disayangkan apabila tidak punya hak pilih hanya karena tidak punya e-KTP atau suket. Emanlah pokoknya,” terangnya.

Mantan aktivis PMII itu menyatakan, sebelum DP4 turun dari KPU RI, pihaknya punya kewajiban melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Menurut dia, satu suara itu sangat menentukan dalam memilih pemimpin Bangkalan.

Selama proses pemutakhiran data, pihaknya akan berupaya agar calon pemilih terdaftar dalam DPT Pilkada 2018. ”Harapan kami ya semua penduduk potensial terdaftar dalam DPT. Artinya, tidak ada yang terlewatkan,” terangnya.

Baca Juga :  Maju Bacawabup, Kadisdik Bangkalan Tak Masuk Kantor

Kepala Dispendukcapil Rudiyanto menyatakan, sejauh ini pihaknya terus melayani perekaman. Yang menjadi kendala adalah keterbatasan blangko. ”Kegunaan suket itu sama saja dengan e-KTP. Bahkan, bisa dipergunakan untuk syarat kelengkapan dokumen apa pun,” tandasnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan belum menerima data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari KPU RI. Jika tidak ada perubahan, data tersebut baru dikantongi pada Januari 2018. Namun, KPU mengklaim segala persiapan pemutakhiran data terus dilakukan untuk memperoleh finalisasi daftar pemilih tetap (DPT).

Salah satunya, berkoordinasi dengan dispendukcapil. Hal itu dilakukan karena banyak wajib KTP yang belum merekam data. Data terbaru, wajib KTP 787.444 jiwa. Sementara yang sudah merekam berkisar 619.943 jiwa. Kini tinggal 167.501 yang belum merekam data elektronik KTP (e-KTP).

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengutarakan, banyaknya masyarakat yang belum merekam sangat berpengaruh terhadap DPT. Apabila pemilih tidak memiliki dokumen berupa e-KTP dan surat keterangan (suket), otomatis tidak punya hak pilih pada Pilkada 2018.

Baca Juga :  Pilkada Sampang, PKS Dukung Pasangan Jihad

”Dasar pemutakhiran data tetap menggunakan e-KTP dan suket. Bagi pemilih yang sebenarnya punya hak pilih, tapi tanpa syarat itu, ya tidak boleh ikut ,” ujarnya Selasa (26/9).

Karena itu, masyarakat yang belum mengurus dokumen kependudukan diimbau segera melengkapi administrasi kependudukan (adminduk). Dengan demikian, mereka bisa memberikan hak suara pada pemilu tahun depan. ”Sangat disayangkan apabila tidak punya hak pilih hanya karena tidak punya e-KTP atau suket. Emanlah pokoknya,” terangnya.

Mantan aktivis PMII itu menyatakan, sebelum DP4 turun dari KPU RI, pihaknya punya kewajiban melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Menurut dia, satu suara itu sangat menentukan dalam memilih pemimpin Bangkalan.

Selama proses pemutakhiran data, pihaknya akan berupaya agar calon pemilih terdaftar dalam DPT Pilkada 2018. ”Harapan kami ya semua penduduk potensial terdaftar dalam DPT. Artinya, tidak ada yang terlewatkan,” terangnya.

Baca Juga :  Ra Momon Mau Maju pada Pilkada 2018

Kepala Dispendukcapil Rudiyanto menyatakan, sejauh ini pihaknya terus melayani perekaman. Yang menjadi kendala adalah keterbatasan blangko. ”Kegunaan suket itu sama saja dengan e-KTP. Bahkan, bisa dipergunakan untuk syarat kelengkapan dokumen apa pun,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/