alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Jalur Perseorangan Sepi Peminat

SUMENEP – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep 2020 dipastikan tak diikuti calon independen atau jalur perseorangan. Tidak ada satu pun bakal calon yang mendaftar ke desk penyerahan syarat dukungan bacabup-bacawabup perseorangan di kantor KPU.

Ketua KPU Sumenep A. Warits menyampaikan, penyerahan syarat dukungan bacabup-bacawabup dibuka selama empat hari. Terhitung mulai 19–23 Februari 2020. Namun sampai ditutup, tidak ada satu pun bakal calon yang datang ke KPU untuk menyerahkan syarat dukungan.

”Hingga berakhirnya tahapan penerimaan, tidak ada satu pun warga di Sumenep yang mendaftarkan diri pada jalur perseorangan,” tegasnya kemarin (25/2).

Dengan demikian, panggung politik pilbup di Kota Keris tahun ini dipastikan tidak diikuti kontestan dari jalur perseorangan. Artinya, kompetisi perebutan suara terbanyak untuk pesta demokrasi di Sumenep hanya akan diikuti cabup-cawabup yang diusung oleh partai politik (parpol).

Baca Juga :  Agenda Partai Politik Kena Imbas

Warits menyebutkan, sebelumnya ada sekitar tiga nama yang berkomunikasi ke lembaganya terkait pendaftaran bacabup-bacawabup perseorangan. Namun saat dibuka penyerahan syarat dukungan, tidak ada yang mengikuti tahapan tersebut.

”Ada yang berkomunikasi dengan divisi teknis untuk maju dari jalur perseorangan. Tapi sampai batas waktu yang ditentukan, tetap tidak ada,” ujar Warits.

Menurut dia, minimnya peminat yang akan maju di jalur nonparpol bisa terjadi karena beberapa faktor. Namun, yang jelas, lanjut Warits, syarat dukungan bacabup-bacawabup tidak terlalu memberatkan.

Hanya, ada satu syarat yang cukup sulit dilaksanakan oleh bakal calon, yakni bukti dukungan. Sebab, bakal calon harus melampirkan lebih dari 5.000 form berikut fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai pendukung bacabup-bacawabup perseorangan.

Baca Juga :  Paslon Kholifah Wacanakan Pantura Jadi Kota Kedua Pamekasan

Tidak dimungkiri, banyak berkas persyaratan yang harus dipenuhi bakal calon dari jalur perseorangan. Meski demikian, syarat tersebut sangat mungkin bisa dipenuhi jika dipersiapkan jauh-jauh hari. Mengingat, KPU Sumenep sudah lama melakukan sosialisasi syarat dukungan itu.

”Di beberapa kabupaten/kota ada yang mendaftar lewat jalur perseorangan. Saya rasa tidak terlalu memberatkan persyaratannya,” kata Warits. Setelah dipastikan tidak ada bacabup-bacawabup perseorangan, KPU kini fokus pada pelaksanaan tahapan pilbup lainnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep 2020 dipastikan tak diikuti calon independen atau jalur perseorangan. Tidak ada satu pun bakal calon yang mendaftar ke desk penyerahan syarat dukungan bacabup-bacawabup perseorangan di kantor KPU.

Ketua KPU Sumenep A. Warits menyampaikan, penyerahan syarat dukungan bacabup-bacawabup dibuka selama empat hari. Terhitung mulai 19–23 Februari 2020. Namun sampai ditutup, tidak ada satu pun bakal calon yang datang ke KPU untuk menyerahkan syarat dukungan.

”Hingga berakhirnya tahapan penerimaan, tidak ada satu pun warga di Sumenep yang mendaftarkan diri pada jalur perseorangan,” tegasnya kemarin (25/2).


Dengan demikian, panggung politik pilbup di Kota Keris tahun ini dipastikan tidak diikuti kontestan dari jalur perseorangan. Artinya, kompetisi perebutan suara terbanyak untuk pesta demokrasi di Sumenep hanya akan diikuti cabup-cawabup yang diusung oleh partai politik (parpol).

Baca Juga :  Ra Momon Hadang Mohni, Tak Setujui Pengunduran Diri Kepala Disdik

Warits menyebutkan, sebelumnya ada sekitar tiga nama yang berkomunikasi ke lembaganya terkait pendaftaran bacabup-bacawabup perseorangan. Namun saat dibuka penyerahan syarat dukungan, tidak ada yang mengikuti tahapan tersebut.

”Ada yang berkomunikasi dengan divisi teknis untuk maju dari jalur perseorangan. Tapi sampai batas waktu yang ditentukan, tetap tidak ada,” ujar Warits.

Menurut dia, minimnya peminat yang akan maju di jalur nonparpol bisa terjadi karena beberapa faktor. Namun, yang jelas, lanjut Warits, syarat dukungan bacabup-bacawabup tidak terlalu memberatkan.

Hanya, ada satu syarat yang cukup sulit dilaksanakan oleh bakal calon, yakni bukti dukungan. Sebab, bakal calon harus melampirkan lebih dari 5.000 form berikut fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai pendukung bacabup-bacawabup perseorangan.

Baca Juga :  PKB Solid Dukung Paslon Mantap

Tidak dimungkiri, banyak berkas persyaratan yang harus dipenuhi bakal calon dari jalur perseorangan. Meski demikian, syarat tersebut sangat mungkin bisa dipenuhi jika dipersiapkan jauh-jauh hari. Mengingat, KPU Sumenep sudah lama melakukan sosialisasi syarat dukungan itu.

”Di beberapa kabupaten/kota ada yang mendaftar lewat jalur perseorangan. Saya rasa tidak terlalu memberatkan persyaratannya,” kata Warits. Setelah dipastikan tidak ada bacabup-bacawabup perseorangan, KPU kini fokus pada pelaksanaan tahapan pilbup lainnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/