alexametrics
22.4 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Moh. Alwi Ditunjuk Jadi Plh Bupati Pamekasan

PAMEKASAN – Penunjukan penjabat (Pj) bupati Pamekasan belum juga ada kejelasan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum melakukan penunjukan Pj bupati. Justru, Gubernur Jatim Soekarwo mengangkat pelaksana harian (plh).

Gubernur menunjuk Plt Sekkab Pamekasan Moh. Alwi menjadi Plh bupati. Pengangkatan itu berdasar Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 131.432/392/011.2/2018. Surat tersebut berlaku sejak 22 April sampai ada Pj bupati Pamekasan.

Kepada Jawa Pos Radar Madura Moh. Alwi menuturkan, SK tersebut ditandatangani gubernur pada 20 April. Alwi diangkat menjadi Plh bupati selama pemprov belum menunjuk Pj yang akan mengisi kursi bupati.

Dalam SK itu tidak tercantum kapan tanggal jabatan Plh bupati berakhir. SK tersebut hanya berbunyi tugas Plh berakhir jika sudah ada Pj bupati Pamekasan yang dilantik. ”Saya diangkat jadi Plh bupati sejak tanggal 22 April sampai ada Pj,” katanya Sabtu (21/4).

Baca Juga :  Warga Tetap Harus Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Tugas-tugas keseharian bupati akan diambil alih Moh. Alwi. Namun, dia hanya berwenang melaksanakan tugas harian. Jika ada kebijakan strategis yang harus diputuskan, dia tidak bisa. Alwi harus berkonsultasi kepada gubernur.

Sebab, status Alwi sebatas pelaksana harian bupati. ”Hanya memimpin rapat. Kalau kebijakan strategis tidak bisa karena sebenarnya bupatinya gubernur. Saya hanya melaksanakan tugas harian,” jelasnya.

Mengenai pengangkatan Pj bupati Pamekasan, Alwi mengaku tidak tahu. Dia sama sekali tidak mendapat bocoran dari pemprov. Bahkan sosok yang akan mengisi jabatan bupati sementara masih menjadi teka-teki.

Menurut Alwi, pengangkatan Pj bupati Pamekasan kemungkinan diserentakkan dengan kabupaten lain yang bupatinya memasuki akhir masa jabatan (AMJ). Namun, kepastian waktunya tidak diketahui.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura, ada sejumlah pejabat eselon II di Pemrov Jatim yang akan ditunjuk menjadi Pj bupati Pamekasan. Salah satunya, Alwi Beiq yang merupakan mantan Sekkab Pamekasan.

Baca Juga :  Penetapan Pimpinan DPRD dan Pembentukan AKD Lelet

Moh. Alwi tidak menampik informasi itu. Kepada sejumlah awak media, dia mengaku juga mendapat selentingan informasi tersebut. Namun, selama belum ada SK pengangkatan dari gubernur, belum bisa dipastikan siapa yang akan memimpin Pamekasan sampai September mendatang. ”Penunjukan Pj bupati hak gubernur,” tegasnya.

Wabup Pamekasan Khalil Asy’ari mengucapkan selamat atas pengangkatan Moh. Alwi sebagai Plh bupati. Dia berpamitan kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah anggota forum pimpinan daerah (forpimda) pada resepsi peringatan Hari Kartini kemarin.

”Saya beserta keluarga mohon undur diri. Mulai besok (hari ini, Red) saya tidak lagi menjabat wakil bupati,” ucapnya saat menyampaikan sambutan terkahir di Pendapa Ronggosukowati.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Penunjukan penjabat (Pj) bupati Pamekasan belum juga ada kejelasan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum melakukan penunjukan Pj bupati. Justru, Gubernur Jatim Soekarwo mengangkat pelaksana harian (plh).

Gubernur menunjuk Plt Sekkab Pamekasan Moh. Alwi menjadi Plh bupati. Pengangkatan itu berdasar Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 131.432/392/011.2/2018. Surat tersebut berlaku sejak 22 April sampai ada Pj bupati Pamekasan.

Kepada Jawa Pos Radar Madura Moh. Alwi menuturkan, SK tersebut ditandatangani gubernur pada 20 April. Alwi diangkat menjadi Plh bupati selama pemprov belum menunjuk Pj yang akan mengisi kursi bupati.


Dalam SK itu tidak tercantum kapan tanggal jabatan Plh bupati berakhir. SK tersebut hanya berbunyi tugas Plh berakhir jika sudah ada Pj bupati Pamekasan yang dilantik. ”Saya diangkat jadi Plh bupati sejak tanggal 22 April sampai ada Pj,” katanya Sabtu (21/4).

Baca Juga :  Selisih Suara Caleg Internal PKB dan Nasdem Tipis

Tugas-tugas keseharian bupati akan diambil alih Moh. Alwi. Namun, dia hanya berwenang melaksanakan tugas harian. Jika ada kebijakan strategis yang harus diputuskan, dia tidak bisa. Alwi harus berkonsultasi kepada gubernur.

Sebab, status Alwi sebatas pelaksana harian bupati. ”Hanya memimpin rapat. Kalau kebijakan strategis tidak bisa karena sebenarnya bupatinya gubernur. Saya hanya melaksanakan tugas harian,” jelasnya.

Mengenai pengangkatan Pj bupati Pamekasan, Alwi mengaku tidak tahu. Dia sama sekali tidak mendapat bocoran dari pemprov. Bahkan sosok yang akan mengisi jabatan bupati sementara masih menjadi teka-teki.

Menurut Alwi, pengangkatan Pj bupati Pamekasan kemungkinan diserentakkan dengan kabupaten lain yang bupatinya memasuki akhir masa jabatan (AMJ). Namun, kepastian waktunya tidak diketahui.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura, ada sejumlah pejabat eselon II di Pemrov Jatim yang akan ditunjuk menjadi Pj bupati Pamekasan. Salah satunya, Alwi Beiq yang merupakan mantan Sekkab Pamekasan.

Baca Juga :  Deklarasi, Mantap Tunggu Hasil Resmi KPU

Moh. Alwi tidak menampik informasi itu. Kepada sejumlah awak media, dia mengaku juga mendapat selentingan informasi tersebut. Namun, selama belum ada SK pengangkatan dari gubernur, belum bisa dipastikan siapa yang akan memimpin Pamekasan sampai September mendatang. ”Penunjukan Pj bupati hak gubernur,” tegasnya.

Wabup Pamekasan Khalil Asy’ari mengucapkan selamat atas pengangkatan Moh. Alwi sebagai Plh bupati. Dia berpamitan kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah anggota forum pimpinan daerah (forpimda) pada resepsi peringatan Hari Kartini kemarin.

”Saya beserta keluarga mohon undur diri. Mulai besok (hari ini, Red) saya tidak lagi menjabat wakil bupati,” ucapnya saat menyampaikan sambutan terkahir di Pendapa Ronggosukowati.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/