alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Pileg 2019, 1.924 Bacaleg Pasti Tersingkir

SUMENEP – Komitmen untuk bertarung secara sehat harus ditanamkan kepada para bakal calon legislatif (bacaleg). Selain berniat untuk mulus menuju parlemen, mareka juga harus legawa jika kemudian terdepak. Apalagi, jumlah pendaftar jauh lebih banyak dibanding jatah kursi yang diperebutkan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura menyebutkan, bahwa total bacaleg yang terdaftar ke KPU di empat kabupaten 2.114 orang. Sementara jatah kursi DPRD hanya 190. Dengan demikian 1.924 orang pasti tersingkir.

Di Sumenep, 50 kursi dewan diperebutkan 617 bacaleg pada pemilihan umum (pemilu) 2019. Mereka terdiri dari 361 laki-laki dan 256 perempuan. Ratusan bacaleg itu berasal dari 16 partai politik (parpol). Mereka akan merebut suara rakyat di 27 kecamatan yang terbagi dalam tujuh daerah pemilihan (dapil). Dengan demikian, 567 bacaleg harus legawa jika gagal menuju parlemen.

Baca Juga :  Pelanggaran Pemilu Merata

Sementara 508 bacaleg di Pamekasan juga harus siap-siap menerima kenyataan. Pasalnya, pada pemilihan legislatif (pileg) tahun depan diikuti 553 bacaleg. Mereka berasal dari 16 parpol yang akan berkompetisi meraih suara rakyat di 13 kecamatan yang terbagi dalam 5 dapil. Sementara jatah kursi di dewan hanya 45.

Kondisi hampir serupa juga terjadi di Sampang. Bacaleg yang mendaftar ke KPU sebanyak 445 orang. Berasal dari 15 partai politik. Mereka akan bersaing di 14 kecamatan, terbagi dalam enam dapil. Hanya Perindo tidak menjadi peserta Pemilu 2019 di Kota Bahari. Sedangkan jatah kursi yang diperebutkan hanya 45.

Sementara itu, bacaleg yang mendaftar ke KPU Bangkalan 499 orang. Berasal dari 15 partai politik. Mereka bersaing di 18 kecamatan dalam enam dapil. Hanya PKPI yang absen pada pemilu tahun depan.

Baca Juga :  Berharap Pelaksanaan Pemilu Aman dan Damai

Ratusan pendaftar itu akan memperebutkan 50 kursi DPRD. Dengan demikian, 449 orang dipastikan tidak akan melenggang ke kantor dewan.

- Advertisement -

SUMENEP – Komitmen untuk bertarung secara sehat harus ditanamkan kepada para bakal calon legislatif (bacaleg). Selain berniat untuk mulus menuju parlemen, mareka juga harus legawa jika kemudian terdepak. Apalagi, jumlah pendaftar jauh lebih banyak dibanding jatah kursi yang diperebutkan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura menyebutkan, bahwa total bacaleg yang terdaftar ke KPU di empat kabupaten 2.114 orang. Sementara jatah kursi DPRD hanya 190. Dengan demikian 1.924 orang pasti tersingkir.

Di Sumenep, 50 kursi dewan diperebutkan 617 bacaleg pada pemilihan umum (pemilu) 2019. Mereka terdiri dari 361 laki-laki dan 256 perempuan. Ratusan bacaleg itu berasal dari 16 partai politik (parpol). Mereka akan merebut suara rakyat di 27 kecamatan yang terbagi dalam tujuh daerah pemilihan (dapil). Dengan demikian, 567 bacaleg harus legawa jika gagal menuju parlemen.

Baca Juga :  Kejanggalan Rekrutmen PPS terus Disorot

Sementara 508 bacaleg di Pamekasan juga harus siap-siap menerima kenyataan. Pasalnya, pada pemilihan legislatif (pileg) tahun depan diikuti 553 bacaleg. Mereka berasal dari 16 parpol yang akan berkompetisi meraih suara rakyat di 13 kecamatan yang terbagi dalam 5 dapil. Sementara jatah kursi di dewan hanya 45.

Kondisi hampir serupa juga terjadi di Sampang. Bacaleg yang mendaftar ke KPU sebanyak 445 orang. Berasal dari 15 partai politik. Mereka akan bersaing di 14 kecamatan, terbagi dalam enam dapil. Hanya Perindo tidak menjadi peserta Pemilu 2019 di Kota Bahari. Sedangkan jatah kursi yang diperebutkan hanya 45.

Sementara itu, bacaleg yang mendaftar ke KPU Bangkalan 499 orang. Berasal dari 15 partai politik. Mereka bersaing di 18 kecamatan dalam enam dapil. Hanya PKPI yang absen pada pemilu tahun depan.

Baca Juga :  Fadol Ketua DPRD Sampang

Ratusan pendaftar itu akan memperebutkan 50 kursi DPRD. Dengan demikian, 449 orang dipastikan tidak akan melenggang ke kantor dewan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/