alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pilkada Bangkalan, 7.268 Jiwa Tak Memenuhi Syarat Pemilih

BANGKALAN – KPU Bangkalan menetapkan DPS 855.562 jiwa. Ada 25.740 jiwa belum mengantongi kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dan surat keterangan (suket). KTP dan suket itu sebagai syarat untuk bisa memilih. Data tersebut akan diplenokan menjadi DPT, Kamis (19/4).

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengutarakan, proses finalisasi data pemilih menuju DPT memang banyak warga belum melakukan perekaman KTP elektronik. Hal itu akan berdampak pada penggunaan hak pilih mereka pada hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

”Untuk bisa jadi pemilih harus punya KTP elektronik atau suket dari dispendukcapil,” terangnya Rabu (18/4).

Dari 25.740 jiwa yang belum mengantongi KTP elektornik dan suket itu, hanya 9.898 jiwa yang sudah melakukan perekaman. Sementara 15.842 belum rekam data. ”Setelah dilakukan verifikasi dispendukcapil, dari 25.740 hanya 15.842 belum merekam,” kata Fauzan.

Baca Juga :  KPU Belum Sikapi Putusan MK soal PPK

Data 15.842 itu kemudian dilihat dalam database kependudukan. Ternyata, hanya 10.164 yang tercatat. Selebihnya, 5.678 jiwa tidak tercantum. Karena itu langsung dicoret. ”Dimungkinkan tidak ada orangnya,” terangnya.

Dari 10.164 orang yang belum mengantongi KTP elektronik itu, 2.896 di antaranya merupakan pemilih pemula. Maka dari itu, nanti dibuatkan suket kolektif dari dispendukcapil. ”Yang 2.896 itu masuk pemilih pemula yang nanti pada 27 Juni akan berumur 17 tahun,” ucapnya.

Sementara nasib 7.268 itu dianggap tidak memenuhi syarat (TMS) alias dicoret. Sebab, mereka tidak punya KTP elektronik atau suket. ”Tidak kami tetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) karena tidak memenuhi syarat,” terangnya.

Meski tidak ditetapkan dalam DPT, mereka masih punya kesempatan untuk mengurus sebelum hari pencoblosan. Ketika sudah mengantongi KTP elektronik atau suket tinggal dibawa ke tempat pemungutan suara (TPS). ”Asal setelah ditetapkan DPT, mereka melakukan perekaman,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadi Tim Sukses, ASN Disanksi Tegas

Terpisah, Kepala Dispendukcapil Bangkalan Rudiyanto mengatakan, pihaknya kini terus jemput bola melakukan perekaman kepada warga. Namun, partisipasi warga untuk mengurus dokumen kependudukan tetap rendah. ”Ada atau tidak ada pilkada, perekaman tetap berlanjut,” terangnya.

Rudi menambahkan, untuk suket yang akan diberikan ke pemilih pemula sudah dalam proses tanda tangan. ”Saya masih di Surabaya. Nanti setelah di Bangkalan, saya akan tanda tangani,” terangnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – KPU Bangkalan menetapkan DPS 855.562 jiwa. Ada 25.740 jiwa belum mengantongi kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dan surat keterangan (suket). KTP dan suket itu sebagai syarat untuk bisa memilih. Data tersebut akan diplenokan menjadi DPT, Kamis (19/4).

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengutarakan, proses finalisasi data pemilih menuju DPT memang banyak warga belum melakukan perekaman KTP elektronik. Hal itu akan berdampak pada penggunaan hak pilih mereka pada hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

”Untuk bisa jadi pemilih harus punya KTP elektronik atau suket dari dispendukcapil,” terangnya Rabu (18/4).


Dari 25.740 jiwa yang belum mengantongi KTP elektornik dan suket itu, hanya 9.898 jiwa yang sudah melakukan perekaman. Sementara 15.842 belum rekam data. ”Setelah dilakukan verifikasi dispendukcapil, dari 25.740 hanya 15.842 belum merekam,” kata Fauzan.

Baca Juga :  Bantah Koalisi PKB-PDIP Retak

Data 15.842 itu kemudian dilihat dalam database kependudukan. Ternyata, hanya 10.164 yang tercatat. Selebihnya, 5.678 jiwa tidak tercantum. Karena itu langsung dicoret. ”Dimungkinkan tidak ada orangnya,” terangnya.

Dari 10.164 orang yang belum mengantongi KTP elektronik itu, 2.896 di antaranya merupakan pemilih pemula. Maka dari itu, nanti dibuatkan suket kolektif dari dispendukcapil. ”Yang 2.896 itu masuk pemilih pemula yang nanti pada 27 Juni akan berumur 17 tahun,” ucapnya.

Sementara nasib 7.268 itu dianggap tidak memenuhi syarat (TMS) alias dicoret. Sebab, mereka tidak punya KTP elektronik atau suket. ”Tidak kami tetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) karena tidak memenuhi syarat,” terangnya.

Meski tidak ditetapkan dalam DPT, mereka masih punya kesempatan untuk mengurus sebelum hari pencoblosan. Ketika sudah mengantongi KTP elektronik atau suket tinggal dibawa ke tempat pemungutan suara (TPS). ”Asal setelah ditetapkan DPT, mereka melakukan perekaman,” jelasnya.

Baca Juga :  Analisis Kekutan Politik

Terpisah, Kepala Dispendukcapil Bangkalan Rudiyanto mengatakan, pihaknya kini terus jemput bola melakukan perekaman kepada warga. Namun, partisipasi warga untuk mengurus dokumen kependudukan tetap rendah. ”Ada atau tidak ada pilkada, perekaman tetap berlanjut,” terangnya.

Rudi menambahkan, untuk suket yang akan diberikan ke pemilih pemula sudah dalam proses tanda tangan. ”Saya masih di Surabaya. Nanti setelah di Bangkalan, saya akan tanda tangani,” terangnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/