alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Pemilu untuk Kemajuan Bangsa Indonesia

SUMENEP – Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengaku bangga karena partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 tinggi. Menurutnya, tingkat kehadiran pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS) kali ini melampaui pemilu-pemilu sebelumnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menggunakan hak suaranya di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep. Busyro didampingi sang istri Nurfitriana bersama anak-anaknya. Keduanya tampak kompak menggunakan baju serbakuning.

Usai menggunakan hak suara, Busyro menyampaikan bahwa pemilu kali ini memiliki nilai lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab kali ini pemilihan digelar serentak, dari pemilihan presiden hingga pemilihan legislatif. Karena itulah ada tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat untuk menyukseskan pemilu.

Baca Juga :  Pemkab Berhasil Tekan Angka Persebaran Covid-19

”Tentu saja ada rasa tanggung jawab lebih besar dengan pilihan yang ada. Karena ini menyangkut kebijakan nasional lima tahun yang akan datang,” kata Busyro.

”Saya kira ada rasa tanggung jawab untuk menyempurnakan kekurangan dalam berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Siang kemarin bupati juga meninjau sejumlah TPS di wilayah perkotaan. Peninjauan itu dilakukan guna memastikan bahwa pemilu berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Pesta demokrasi sudah mulai berjalan lebih baik di wilayah Sumenep.

”Yang pasti tinggi sekali kehadiran masyarakat. Alhamdulillah bagus. Dibandingkan pilkada yang kemarin-kemarin, ini tinggi sekarang,” paparnya.

Berdasar pantauan di lapangan, dia juga melihat masih banyak warga yang gagap menghadapi pemilu serentak. Dengan lima kertas suara, tidak semua warga bisa memilih dengan cepat. Apalagi calon anggota legislatif yang akan dipilih mencapai ratusan orang.

Baca Juga :  Pj Bupati Sampang Silaturahmi dengan Pejabat

”Dari beberapa informasi, kesulitan-kesulitan itu terjadi terutama bagi masyarakat awam dan ini memang pertama kalinya,” jelasnya. ”Banyak sekali di dekat saya banyak yang tidak selesai-selesai. Itu kan berarti ada sesuatu yang baru di Indonesia ini langsung ada bersamaan antara legislatif dengan eksekutif,” tukasnya. 

 

- Advertisement -

SUMENEP – Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengaku bangga karena partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 tinggi. Menurutnya, tingkat kehadiran pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS) kali ini melampaui pemilu-pemilu sebelumnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menggunakan hak suaranya di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep. Busyro didampingi sang istri Nurfitriana bersama anak-anaknya. Keduanya tampak kompak menggunakan baju serbakuning.

Usai menggunakan hak suara, Busyro menyampaikan bahwa pemilu kali ini memiliki nilai lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab kali ini pemilihan digelar serentak, dari pemilihan presiden hingga pemilihan legislatif. Karena itulah ada tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat untuk menyukseskan pemilu.

Baca Juga :  JPRM Beri Surprise Ultah Ke-49 Haji Idi

”Tentu saja ada rasa tanggung jawab lebih besar dengan pilihan yang ada. Karena ini menyangkut kebijakan nasional lima tahun yang akan datang,” kata Busyro.

”Saya kira ada rasa tanggung jawab untuk menyempurnakan kekurangan dalam berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Siang kemarin bupati juga meninjau sejumlah TPS di wilayah perkotaan. Peninjauan itu dilakukan guna memastikan bahwa pemilu berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Pesta demokrasi sudah mulai berjalan lebih baik di wilayah Sumenep.

”Yang pasti tinggi sekali kehadiran masyarakat. Alhamdulillah bagus. Dibandingkan pilkada yang kemarin-kemarin, ini tinggi sekarang,” paparnya.

Berdasar pantauan di lapangan, dia juga melihat masih banyak warga yang gagap menghadapi pemilu serentak. Dengan lima kertas suara, tidak semua warga bisa memilih dengan cepat. Apalagi calon anggota legislatif yang akan dipilih mencapai ratusan orang.

Baca Juga :  Jihad Raih 257.121 Suara, Mantap Raup 252.676 Suara

”Dari beberapa informasi, kesulitan-kesulitan itu terjadi terutama bagi masyarakat awam dan ini memang pertama kalinya,” jelasnya. ”Banyak sekali di dekat saya banyak yang tidak selesai-selesai. Itu kan berarti ada sesuatu yang baru di Indonesia ini langsung ada bersamaan antara legislatif dengan eksekutif,” tukasnya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/