alexametrics
22.8 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Bangkalan Masuk Zona Merah di Pilkada 2018

BANGKALAN – Sekitar dua bulan lagi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bangkalan dilangsungkan. Tepatnya pada 27 Juni 2018. Polres Bangkalan melakukan berbagai persiapan dan langkah pengamanan. Salah satunya mengajukan bantuan kekuatan pengamanan ke Polda Jawa Timur.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan menerangkan, pihaknya mengajukan permohonan bantuan 100 pasukan Brimob Polda Jatim. Selain itu juga permohonan penambahan kekuatan 100 personel Sabhara Polda Jatim. Surat pengajuan penambahan personel sudah disampaikan, tinggal menunggu persetujuan.

”Kami meminta bantuan karena personel kami kurang. Kami tidak bisa melakukan pengamanan maksimal jika kekurangan pasukan,” ujarnya kemarin (15/4).

Dia menjelaskan, Bangkalan masuk dalam daftar zona merah untuk kategori kerawanan konflik pelaksanaan pilkada. Konflik yang terjadi pada pergelaran Pilkada Bangkalan sebelumnya menjadi catatan serta atensi pihak kepolisian.

Baca Juga :  Tetap Nonjob, Tommy Pasrah

Tujuannya, memperketat pengamanan. ”Ada sejarah yang terjadi di Bangkalan. Itu merupakan beberapa hal yang perlu kami waspadai,” ucap Boby.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya tidak mau ambil risiko dengan menugaskan pasukan dari Polres Bangkalan saja. Tapi, juga perlu mendatangkan bantuan dari Polda Jatim. ”Semakin banyak pasukan pengamanan, semakin baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada saat unjuk kekuatan pengamanan pilkada beberapa waktu lalu, polres menyiagakan 320 personel kepolisian. Ditambah 200 personel TNI sehingga total 520 personel.

Boby menyatakan, jika permohonan penambahan pasukan pengamanan pilkada disetujui oleh Polda Jatim, diperkirakan total kekuatan personel mencapai 720 pasukan. ”Pasukan dari Polri dan TNI yang akan melakukan pengamanan di setiap TPS (tempat pemungutan suara),” tukasnya.

Baca Juga :  Pamit Kenal Kapolres Bangkalan Meriah

BANGKALAN – Sekitar dua bulan lagi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bangkalan dilangsungkan. Tepatnya pada 27 Juni 2018. Polres Bangkalan melakukan berbagai persiapan dan langkah pengamanan. Salah satunya mengajukan bantuan kekuatan pengamanan ke Polda Jawa Timur.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan menerangkan, pihaknya mengajukan permohonan bantuan 100 pasukan Brimob Polda Jatim. Selain itu juga permohonan penambahan kekuatan 100 personel Sabhara Polda Jatim. Surat pengajuan penambahan personel sudah disampaikan, tinggal menunggu persetujuan.

”Kami meminta bantuan karena personel kami kurang. Kami tidak bisa melakukan pengamanan maksimal jika kekurangan pasukan,” ujarnya kemarin (15/4).

Dia menjelaskan, Bangkalan masuk dalam daftar zona merah untuk kategori kerawanan konflik pelaksanaan pilkada. Konflik yang terjadi pada pergelaran Pilkada Bangkalan sebelumnya menjadi catatan serta atensi pihak kepolisian.

Baca Juga :  Terlibat Jaringan Narkoba, Kapolres Ancam Pecat Anggota

Tujuannya, memperketat pengamanan. ”Ada sejarah yang terjadi di Bangkalan. Itu merupakan beberapa hal yang perlu kami waspadai,” ucap Boby.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya tidak mau ambil risiko dengan menugaskan pasukan dari Polres Bangkalan saja. Tapi, juga perlu mendatangkan bantuan dari Polda Jatim. ”Semakin banyak pasukan pengamanan, semakin baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada saat unjuk kekuatan pengamanan pilkada beberapa waktu lalu, polres menyiagakan 320 personel kepolisian. Ditambah 200 personel TNI sehingga total 520 personel.

Boby menyatakan, jika permohonan penambahan pasukan pengamanan pilkada disetujui oleh Polda Jatim, diperkirakan total kekuatan personel mencapai 720 pasukan. ”Pasukan dari Polri dan TNI yang akan melakukan pengamanan di setiap TPS (tempat pemungutan suara),” tukasnya.

Baca Juga :  Fraksi Wajib Dibantu Tenaga Ahli

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/