alexametrics
21.9 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Ketua Umum PPP Janji Kawal Pembentukan Provinsi Madura

BANGKALAN – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy bertandang ke kantor pusat Jawa Pos Radar Madura (JRRM) di Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan, Senin (14/8). Kedatangan poltikus yang akrab disapa Romy itu disambut GM JPRM M. Tojjib.

Romy datang bersama Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa’ Noer, Anggota DPR RI asal Pamekasan Achmad Baidowi, dan pengurus DPC PPP Bangkalan. Dalam pertemuan hangat tersebut, banyak hal yang dibicarakan.

Di antaranya, perihal Provinsi Madura, pendidikan, pertanian, industrialisasi, pilkada, dan kesejahteraan masyarakat Madura yang masih memprihatinkan pasca Jembatan Suramadu berdiri tegak. Romy mengatakan, kedatangannya ke kantor pusat JPRM merupakan kali pertama.

Romy berterima kasih telah disambut baik. Dia mengaku, setiap melakukan kunjungan ke daerah memang rutin menyempatkan hadir ke kantor media. ”Karena media dekat dengan masyarakat. Media menangkap keseharian masyarakat. Karena media, kami bisa tahu,” ujarnya.

Baca Juga :  Tokoh Madura Titip Angka 35

Romy menyampaikan, media merupakan pilar keempat demokrasi setelah legislatif, yudikatif, dan eksekutif. Kehadiran media dibutuhkan dalam memberikan pemahaman dan kecerdasan tentang cara berdemokrasi yang baik. Sebab, belakangan ini demokrasi di Indonesia cenderung overdosis. Bahkan saling menjatuhkan.

”Mari bersama-sama berikan pemahaman yang baik. Tidak boleh saling menjatuhkan. Madura yang kaya sumber daya alam harus dioptimalkan,” katanya. Terlebih dengan adanya Jembatan Suramadu, semestinya masyarakat Madura lebih maju. Industrialisasi harusnya berkembang. Namun, Romy melihat hal itu belum terjadi di Madura.

Pemerintah, masyarakat, dan ulama di Madura harus bersinergi. Madura berpotensi menjadi kawasan industri pasca Suramadu. Dia menyebut, Madura kaya akan garam, tembakau, dan yang terbaru soal tebu yang cocok ditanam dan dikembangkan.

”Sayangnya, investor masih enggan. Kenapa itu terjadi? Harus dicari jalan keluarnya. Itu yang paling penting,” ucapnya.

Baca Juga :  Madura Miniatur Negara

Termasuk, kata Romy, soal rencana pembentukan Provinsi Madura. Pihaknya mendukung manakala itu sudah menjadi kehendak masyarakat Madura. Anggota DPR RI dari PPP asal Madura tersebut siap mengawal. ”Upaya uji materi yang diperjuangkan oleh panitia pembentukan Provinsi Madura sangat tepat. Terus berjuang, kami dukung,” terangnya.

Namun, lanjut Romy, agar pemekaran itu terwujud, semua masyarakat Madura harus bersatu. Dukungan para ulama sangat menentukan. ”Pada prinsipnya, PPP mendukung penuh Madura menjadi provinsi,” tegasnya.

GM JPRM M. Tojjib berterima kasih atas kunjungan Romy. Meski penyambutan sangat sederhana dan apa adanya, besar harapan tokoh nasional itu bisa melihat kondisi riil di Madura. ”Perlu pengawalan serius para legislator asal Madura,” katanya. ”Diharapkan, kedatangan Pak Romy beserta rombongan bisa membantu Madura lebih baik,” ucap Tojjib.

BANGKALAN – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy bertandang ke kantor pusat Jawa Pos Radar Madura (JRRM) di Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan, Senin (14/8). Kedatangan poltikus yang akrab disapa Romy itu disambut GM JPRM M. Tojjib.

Romy datang bersama Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa’ Noer, Anggota DPR RI asal Pamekasan Achmad Baidowi, dan pengurus DPC PPP Bangkalan. Dalam pertemuan hangat tersebut, banyak hal yang dibicarakan.

Di antaranya, perihal Provinsi Madura, pendidikan, pertanian, industrialisasi, pilkada, dan kesejahteraan masyarakat Madura yang masih memprihatinkan pasca Jembatan Suramadu berdiri tegak. Romy mengatakan, kedatangannya ke kantor pusat JPRM merupakan kali pertama.


Romy berterima kasih telah disambut baik. Dia mengaku, setiap melakukan kunjungan ke daerah memang rutin menyempatkan hadir ke kantor media. ”Karena media dekat dengan masyarakat. Media menangkap keseharian masyarakat. Karena media, kami bisa tahu,” ujarnya.

Baca Juga :  Tokoh Madura Titip Angka 35

Romy menyampaikan, media merupakan pilar keempat demokrasi setelah legislatif, yudikatif, dan eksekutif. Kehadiran media dibutuhkan dalam memberikan pemahaman dan kecerdasan tentang cara berdemokrasi yang baik. Sebab, belakangan ini demokrasi di Indonesia cenderung overdosis. Bahkan saling menjatuhkan.

”Mari bersama-sama berikan pemahaman yang baik. Tidak boleh saling menjatuhkan. Madura yang kaya sumber daya alam harus dioptimalkan,” katanya. Terlebih dengan adanya Jembatan Suramadu, semestinya masyarakat Madura lebih maju. Industrialisasi harusnya berkembang. Namun, Romy melihat hal itu belum terjadi di Madura.

Pemerintah, masyarakat, dan ulama di Madura harus bersinergi. Madura berpotensi menjadi kawasan industri pasca Suramadu. Dia menyebut, Madura kaya akan garam, tembakau, dan yang terbaru soal tebu yang cocok ditanam dan dikembangkan.

”Sayangnya, investor masih enggan. Kenapa itu terjadi? Harus dicari jalan keluarnya. Itu yang paling penting,” ucapnya.

Baca Juga :  KPU Bangkalan Coret 2.857 Pemilih

Termasuk, kata Romy, soal rencana pembentukan Provinsi Madura. Pihaknya mendukung manakala itu sudah menjadi kehendak masyarakat Madura. Anggota DPR RI dari PPP asal Madura tersebut siap mengawal. ”Upaya uji materi yang diperjuangkan oleh panitia pembentukan Provinsi Madura sangat tepat. Terus berjuang, kami dukung,” terangnya.

Namun, lanjut Romy, agar pemekaran itu terwujud, semua masyarakat Madura harus bersatu. Dukungan para ulama sangat menentukan. ”Pada prinsipnya, PPP mendukung penuh Madura menjadi provinsi,” tegasnya.

GM JPRM M. Tojjib berterima kasih atas kunjungan Romy. Meski penyambutan sangat sederhana dan apa adanya, besar harapan tokoh nasional itu bisa melihat kondisi riil di Madura. ”Perlu pengawalan serius para legislator asal Madura,” katanya. ”Diharapkan, kedatangan Pak Romy beserta rombongan bisa membantu Madura lebih baik,” ucap Tojjib.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/