alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Siagakan 1.105 Personel Gabungan

SEMENTARA total tim gabungan yang disiagakan untuk pengamanan di empat kabupaten di Madura 1.105 personel. Perinciannya, Bangkalan 400 personel, Sampang 380 personel, Pamekasan 250 personel, dan Sumenep 75 personel.

Di Sampang, tim gabungan melaksanakan apel konsolidasi untuk pengamanan di daerah saat sidang pendahuluan PHPU di MK yang dimulai hari ini. Giat tersebut sekaligus apel pembubaran pasukan dalam Operasi Ketupat Semeru 2019 di halaman polres kemarin (13/6).      

Apel tersebut dipimpin Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi Kapolres AKBP Budi Wardiman dan Dandim 0828 Letkol CZI Ary Syahrial. Budi Wardiman mengatakan, ada 380 personel gabungan dari TNI, Polri, dishub, dan satpol PP yang akan terlibat dalam pengamanan wilayah menjelang pengumuman gugatan hasil Pemilu 2019 di MK.

Baca Juga :  Demokrat Tertinggi Terima Sumbangan Dana Kampanye

Menurut Budi, pengamanan akan difokuskan di lokasi yang rawan. Misalnya, di kantor KPU, Bawaslu, dan gudang penyimpanan logistik. ”Lokasi yang rawan didatangi para demonstran itu akan kami jaga ketat,” tegasnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menambahkan, seluruh yang terlibat dalam operasi pengamanan menjelang pengumuman gugatan hasil pemilu oleh MK harus melakukan deteksi dini. Terutama terhadap gerakan yang mengakibatkan gangguan kamtibmas.

”Selalu jalin silaturahmi dengan semua elemen. Terutama, para tokoh masyarakat, agama, dan pemuda,” ajaknya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh personel supaya selalu bersikap humanis dalam melaksanakan tugas. Hindari tindakan arogan. ”Junjung tinggi HAM dan niatkan ibadah tiap melaksanakan tugas supaya memperoleh nikmatnya rasa ikhlas,” imbaunya.

Baca Juga :  KPU Belum Temukan Orgil Layak Memilih

 

SEMENTARA total tim gabungan yang disiagakan untuk pengamanan di empat kabupaten di Madura 1.105 personel. Perinciannya, Bangkalan 400 personel, Sampang 380 personel, Pamekasan 250 personel, dan Sumenep 75 personel.

Di Sampang, tim gabungan melaksanakan apel konsolidasi untuk pengamanan di daerah saat sidang pendahuluan PHPU di MK yang dimulai hari ini. Giat tersebut sekaligus apel pembubaran pasukan dalam Operasi Ketupat Semeru 2019 di halaman polres kemarin (13/6).      

Apel tersebut dipimpin Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi Kapolres AKBP Budi Wardiman dan Dandim 0828 Letkol CZI Ary Syahrial. Budi Wardiman mengatakan, ada 380 personel gabungan dari TNI, Polri, dishub, dan satpol PP yang akan terlibat dalam pengamanan wilayah menjelang pengumuman gugatan hasil Pemilu 2019 di MK.

Baca Juga :  Kepatuhan Warga Jadi Salah Satu Kunci Keberhasilan Tangani Covid-19

Menurut Budi, pengamanan akan difokuskan di lokasi yang rawan. Misalnya, di kantor KPU, Bawaslu, dan gudang penyimpanan logistik. ”Lokasi yang rawan didatangi para demonstran itu akan kami jaga ketat,” tegasnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menambahkan, seluruh yang terlibat dalam operasi pengamanan menjelang pengumuman gugatan hasil pemilu oleh MK harus melakukan deteksi dini. Terutama terhadap gerakan yang mengakibatkan gangguan kamtibmas.

”Selalu jalin silaturahmi dengan semua elemen. Terutama, para tokoh masyarakat, agama, dan pemuda,” ajaknya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh personel supaya selalu bersikap humanis dalam melaksanakan tugas. Hindari tindakan arogan. ”Junjung tinggi HAM dan niatkan ibadah tiap melaksanakan tugas supaya memperoleh nikmatnya rasa ikhlas,” imbaunya.

Baca Juga :  Kantor Panwaslu Dihujani Batu

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/