alexametrics
28.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Capaian PAD Bapenda Minus Rp 1,6 Miliar

BANGKALAN – Bapenda Bangkalan harus kerja ekstra untuk bisa mencapai pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, hingga kini masih tersisa Rp 1,6 miliar yang belum dicapai dari target Rp 46,9 miliar.

Kepala Bapenda Bangkalan Ismet Effendi mengutarakan, untuk target pendapatan bapenda memang belum terealisasi 100 persen. Namun, pihaknya optimistis hingga 20 Desember bisa terpenuhi. Sebab, saat ini petugas terus turun ke bawah untuk melakukan penagihan.

”Sampai sekarang berkisar 96 persen capaian kita. Sisa Rp 1,6 miliar yang belum masuk,” kata dia kemarin (12/12). Menurut Ismet, sumber pendapatan bapenda itu dari pajak. Misalnya, pajak reklame, pajak hotel, restoran dan pajak-pajak yang lain. Sehingga, dengan waktu yang sangat mepet ini, pihaknya terus melakukan upaya untuk bisa tercapai.

Baca Juga :  Bupati Sampang Lantik 45 JPT Pratama, Administrator, dan Pengawas

”Kami tetap yakin bisa tercapai. Kalau tidak tercapai, hanya beberapa persen saja. Karena ini sifatnya target,” ujarnya.

Ismet meminta semua pihak, terutama objek pajak, untuk sadar dalam melakukan pembayaran. Selama ini realisasi PAD bapenda cukup bagus. ”Terkadang ketika turun ke bawah tidak ketemu dengan orangnya. Kemudian, yang paling penting sebenarnya kesadaran,” tuturnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Fadhur Rosi meminta bapenda harus lebih optimal. Sebab, target tersebut sudah disesuaikan dengan kemampuan bapenda. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak target. ”Tidak mungkin dipasang target tidak disesuaikan dengan kemampuan OPD, termasuk seperti bapenda ini,” katanya.

Bapenda ini harus jadi contoh kepada OPD lain yang lain yang juga ditarget. ”Realisasi pendapatan dari OPD yang lain, laporannya kan ke bapenda. Terus kalau bapenda tidak target kan lucu,” tandasnya.

Baca Juga :  Tekan Kecelakaan, Dishub Pasang Control Traffic Line dan Warning Line

BANGKALAN – Bapenda Bangkalan harus kerja ekstra untuk bisa mencapai pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, hingga kini masih tersisa Rp 1,6 miliar yang belum dicapai dari target Rp 46,9 miliar.

Kepala Bapenda Bangkalan Ismet Effendi mengutarakan, untuk target pendapatan bapenda memang belum terealisasi 100 persen. Namun, pihaknya optimistis hingga 20 Desember bisa terpenuhi. Sebab, saat ini petugas terus turun ke bawah untuk melakukan penagihan.

”Sampai sekarang berkisar 96 persen capaian kita. Sisa Rp 1,6 miliar yang belum masuk,” kata dia kemarin (12/12). Menurut Ismet, sumber pendapatan bapenda itu dari pajak. Misalnya, pajak reklame, pajak hotel, restoran dan pajak-pajak yang lain. Sehingga, dengan waktu yang sangat mepet ini, pihaknya terus melakukan upaya untuk bisa tercapai.

Baca Juga :  Paslon Hisbullah Siap Memajukan Sampang

”Kami tetap yakin bisa tercapai. Kalau tidak tercapai, hanya beberapa persen saja. Karena ini sifatnya target,” ujarnya.

Ismet meminta semua pihak, terutama objek pajak, untuk sadar dalam melakukan pembayaran. Selama ini realisasi PAD bapenda cukup bagus. ”Terkadang ketika turun ke bawah tidak ketemu dengan orangnya. Kemudian, yang paling penting sebenarnya kesadaran,” tuturnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Fadhur Rosi meminta bapenda harus lebih optimal. Sebab, target tersebut sudah disesuaikan dengan kemampuan bapenda. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak target. ”Tidak mungkin dipasang target tidak disesuaikan dengan kemampuan OPD, termasuk seperti bapenda ini,” katanya.

Bapenda ini harus jadi contoh kepada OPD lain yang lain yang juga ditarget. ”Realisasi pendapatan dari OPD yang lain, laporannya kan ke bapenda. Terus kalau bapenda tidak target kan lucu,” tandasnya.

Baca Juga :  KPU Mau Cek Dulu, Bawaslu Tunggu Tembusan Resmi

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/