alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

DPT Bertambah Belasan Ribu

PAMEKASAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan menggelar rapat pleno terbuka daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) kali kedua Senin (12/11). Hasil perbaikan, terdapat selisih data belasan ribu pemilih dari data DPTHP pertama.

Pada DPTHP pertama, KPU menetapkan 690.880 pemilih. Perinciannya, laki-laki 334.058 pemilih dan perempuan 356.822 orang. Mereka bakal memilih pada Pemilu 2019 di 3.133 tempat pemungutan suara (TPS).

Pada DPTHP kedua, ada tambahan 16.881 pemilih. Dengan demikian, total DPT 707.761 orang. Perinciannya, laki-laki 342.720 orang dan perempuan 342.720 pemilih.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, sudah beberapa DPT diplenokan. Pertama, KPU Pamekasan menetapkan DPT 691.543 pemilih.

Kedua, KPU RI mendapat rekomendasi dari Bawaslu untuk melakukan pencermatan ulang. Sebab, diduga ada data ganda. KPU Pamekasan melaksanakan rekomendasi tersebut.

Baca Juga :  H Thoha Siap Majukan Desa Tobaddung

Setelah melakukan pencermatan, khususnya terhadap data ganda, KPU kembali menggelar rapat pleno. Yakni, rapat pleno terbuka DPTHP1. Hasilnya ditetapkan 690.880 pemilih.

KPU terus memantau pergerakan DPT. Penyelenggara pemilu membentuk gerakan melindungi hak pilih (GMHP). Aktivitas yang dilakukan yakni melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas terhadap daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) non-DPT.

Hasilnya, ditemukan ada tambahan pemilih baru 20.128 orang. Perinciannya, laki-laki 10.341 pemilih dan perempuan 9.787 orang. ”Ini tambahan pemilih,” katanya Senin (12/11).

KPU juga menemukan data tidak memenuhi syarat (TMS) 3.247 orang. Perinciannya, laki-laki 1.679 pemilih dan perempuan 1.568 pemilih. Hasil akumulasi ditetapkan menjadi DPTHP2.

DPT TMS beragam. Di antaranya karena meninggal dan pindah domisili. KPU akan terus mengawasi pergerakan DPT tersebut. Tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan hingga Pemilu 2019. ”Terus kami awasi,” katanya.

Baca Juga :  KPU Sumenep Coret 19.734 Daftar Pemilih Pilgub

Ketua DPD PAN Pamekasan Heru Budi Prayitno menyatakan, DPT adalah ujung tombak kesuksesan pemilu. DPT harus valid sehingga tidak ada oknum yang memanfaatkan data tersebut.

Masyarakat juga diminta proaktif terhadap DPT yang dikeluarkan KPU. Jika ada masyarakat TMS tetapi masuk daftar, segera dilaporkan. Pun sebaliknya, jika ada masyarakat yang berhak memilih, tetapi tidak terakomodasi dalam DPT, juga segera dilaporkan.

Dengan demikian, tidak ada satu pun hak masyarakat yang terbuang dalam pesta demokrasi akbar 2019. KPU didorong terus bekerja profesional melaksanakan tahapan pemilu.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan menggelar rapat pleno terbuka daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) kali kedua Senin (12/11). Hasil perbaikan, terdapat selisih data belasan ribu pemilih dari data DPTHP pertama.

Pada DPTHP pertama, KPU menetapkan 690.880 pemilih. Perinciannya, laki-laki 334.058 pemilih dan perempuan 356.822 orang. Mereka bakal memilih pada Pemilu 2019 di 3.133 tempat pemungutan suara (TPS).

Pada DPTHP kedua, ada tambahan 16.881 pemilih. Dengan demikian, total DPT 707.761 orang. Perinciannya, laki-laki 342.720 orang dan perempuan 342.720 pemilih.


Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, sudah beberapa DPT diplenokan. Pertama, KPU Pamekasan menetapkan DPT 691.543 pemilih.

Kedua, KPU RI mendapat rekomendasi dari Bawaslu untuk melakukan pencermatan ulang. Sebab, diduga ada data ganda. KPU Pamekasan melaksanakan rekomendasi tersebut.

Baca Juga :  Berkurang 2.457 Jiwa, Data Pemilih Pemilu 2019

Setelah melakukan pencermatan, khususnya terhadap data ganda, KPU kembali menggelar rapat pleno. Yakni, rapat pleno terbuka DPTHP1. Hasilnya ditetapkan 690.880 pemilih.

KPU terus memantau pergerakan DPT. Penyelenggara pemilu membentuk gerakan melindungi hak pilih (GMHP). Aktivitas yang dilakukan yakni melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas terhadap daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) non-DPT.

Hasilnya, ditemukan ada tambahan pemilih baru 20.128 orang. Perinciannya, laki-laki 10.341 pemilih dan perempuan 9.787 orang. ”Ini tambahan pemilih,” katanya Senin (12/11).

KPU juga menemukan data tidak memenuhi syarat (TMS) 3.247 orang. Perinciannya, laki-laki 1.679 pemilih dan perempuan 1.568 pemilih. Hasil akumulasi ditetapkan menjadi DPTHP2.

DPT TMS beragam. Di antaranya karena meninggal dan pindah domisili. KPU akan terus mengawasi pergerakan DPT tersebut. Tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan hingga Pemilu 2019. ”Terus kami awasi,” katanya.

Baca Juga :  Pasien Positif Covid-19 di Sampang Bertambah

Ketua DPD PAN Pamekasan Heru Budi Prayitno menyatakan, DPT adalah ujung tombak kesuksesan pemilu. DPT harus valid sehingga tidak ada oknum yang memanfaatkan data tersebut.

Masyarakat juga diminta proaktif terhadap DPT yang dikeluarkan KPU. Jika ada masyarakat TMS tetapi masuk daftar, segera dilaporkan. Pun sebaliknya, jika ada masyarakat yang berhak memilih, tetapi tidak terakomodasi dalam DPT, juga segera dilaporkan.

Dengan demikian, tidak ada satu pun hak masyarakat yang terbuang dalam pesta demokrasi akbar 2019. KPU didorong terus bekerja profesional melaksanakan tahapan pemilu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/