alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pilkada Sampang, Haji Idi Kantongi Surat Tugas PPP

SAMPANG – Surat tugas dari DPP PPP yang ditujukan kepada H Slamet Junaidi beredar luas di media sosial. Surat itu berisi syarat-syarat yang harus dilakukan pria yang biasa dipanggil Haji Idi itu. Dia diwajibkan memenuhi syarat tersebut paling lama 15 Desember 2017.

Antara lain, membentuk koalisi parpol yang efektif sesuai syarat minimal pengusungan kepala daerah/wakil kepala daerah. Kemudian, mendapatkan kepastian nama bacawabup. Lalu, melibatkan seluruh kader dan struktur PPP di setiap tingkatan untuk pemenangan.

Syarat keempat, menyelesaikan proses administratif dalam mekanisme pengusungan calon kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai petunjuk pelaksanaan DPP PPP Nomor: 1198/KPTS/DPP/VI/2017 tanggal 5 Juni 2017 tentang Juklak Pencalonan dan Penetapan Bacabup dan Bacawabup.

Empat syarat itu harus dilengkapi hingga Jumat (15/12). Apabila tidak dipenuhi dalam batas waktu yang ditentukan, surat tersebut dinyatakan tidak berlaku dan tidak memiliki konsekuensi apa pun.

Dikonfirmasi mengenai kebenaran surat tugas itu, Haji Idi membenarkan. Surat itu asli dan sudah diterima Selasa (5/12). Dia mengaku sudah memenuhi semua persyaratan yang diminta DPP. ”Sebab PPP memang punya tujuh kursi. Syarat dua kursi dari parpol lain untuk maju sebagai calon bupati sudah ada,” katanya.

Baca Juga :  Optimistis Gus Ipul-Mas Anas Menang, PKB dan PDIP Siapkan Strategi Jit

Untuk memenuhi 20 persen, dia membutuhkan sembilan kursi untuk bisa mendaftar sebagai calon bupati. Syarat tersebut terpenuhi karena sudah mendapat rekomendasi dan form B-1 KWK parpol dari Partai Nasdem yang memiliki dua kursi di parlemen. ”Rekomendasi sudah. Persyaratan pendaftaran ke KPU dari Partai Nasdem juga sudah. Rekomendasi dari Nasdem turun bulan lalu,” jelasnya.

Selain itu, Haji Idi  mengklaim telah mendapatkan rekom dari Partai Hanura. Bahkan, dia mengaku PDIP akan segera bergabung mendukung dirinya. Sementara untuk kepastian nama bacawabup, pihaknya akan bergandeng Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang H Abdullah Hidayat. ”Hari ini (8/12), empat syarat itu sudah saya penuhi,” tandasnya.

Pihaknya menunggu rekomendasi PPP. Sebab, empat syarat dari surat tugas yang diminta DPP PPP sudah dipenuhi. ”Insya Allah saya maju. Parpol lain juga sepakat dengan H Abdullah Hidayat yang menjadi pasangan saya. Sebab kami sudah melalui tahapan demi tahapan,” jelsnya. 

Baca Juga :  Lulusan SD/MI Wajib Berijazah Diniyah

Sebelumnya, ada lima kandidat bacabup dan bacawabup yang diajukan DPC PPP ke DPW untuk diteruskan ke DPP. Lima kandidat itu antara lain, H Slamet Junaidi, KH Muhammad bin Muafi Zaini, dan H Ashari. Mereka mendaftar sebagai bacabup. Sementara Aulia Rahman dan Mohammad Subhan di posisi bacawabup.

Ketua DPC PPP Sampang Mohammad Subhan mengatakan, rekomendasi kepada bacabup belum turun. Menurut dia, rekomendasi bacabup di tiap kabupaten/kota berbeda-beda. Ada yang sudah turun. Ada juga yang belum. Dari lima kandidat yang berpotensi mendapat rekom adalah H Slamet Junaidi dan KH Muhammad bin Muafi Zaini.

”Selama ini yang dikenal masyarakat dua nama itu. Tapi saya tetap mengajukan semua nama ke pusat. Siapa nanti yang direkom, ranah pusat yang menentukan,” katanya.

- Advertisement -

SAMPANG – Surat tugas dari DPP PPP yang ditujukan kepada H Slamet Junaidi beredar luas di media sosial. Surat itu berisi syarat-syarat yang harus dilakukan pria yang biasa dipanggil Haji Idi itu. Dia diwajibkan memenuhi syarat tersebut paling lama 15 Desember 2017.

Antara lain, membentuk koalisi parpol yang efektif sesuai syarat minimal pengusungan kepala daerah/wakil kepala daerah. Kemudian, mendapatkan kepastian nama bacawabup. Lalu, melibatkan seluruh kader dan struktur PPP di setiap tingkatan untuk pemenangan.

Syarat keempat, menyelesaikan proses administratif dalam mekanisme pengusungan calon kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai petunjuk pelaksanaan DPP PPP Nomor: 1198/KPTS/DPP/VI/2017 tanggal 5 Juni 2017 tentang Juklak Pencalonan dan Penetapan Bacabup dan Bacawabup.


Empat syarat itu harus dilengkapi hingga Jumat (15/12). Apabila tidak dipenuhi dalam batas waktu yang ditentukan, surat tersebut dinyatakan tidak berlaku dan tidak memiliki konsekuensi apa pun.

Dikonfirmasi mengenai kebenaran surat tugas itu, Haji Idi membenarkan. Surat itu asli dan sudah diterima Selasa (5/12). Dia mengaku sudah memenuhi semua persyaratan yang diminta DPP. ”Sebab PPP memang punya tujuh kursi. Syarat dua kursi dari parpol lain untuk maju sebagai calon bupati sudah ada,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Khalil Asy’ari Berharap Pembangunan di 2019 Lebih Fokus

Untuk memenuhi 20 persen, dia membutuhkan sembilan kursi untuk bisa mendaftar sebagai calon bupati. Syarat tersebut terpenuhi karena sudah mendapat rekomendasi dan form B-1 KWK parpol dari Partai Nasdem yang memiliki dua kursi di parlemen. ”Rekomendasi sudah. Persyaratan pendaftaran ke KPU dari Partai Nasdem juga sudah. Rekomendasi dari Nasdem turun bulan lalu,” jelasnya.

Selain itu, Haji Idi  mengklaim telah mendapatkan rekom dari Partai Hanura. Bahkan, dia mengaku PDIP akan segera bergabung mendukung dirinya. Sementara untuk kepastian nama bacawabup, pihaknya akan bergandeng Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang H Abdullah Hidayat. ”Hari ini (8/12), empat syarat itu sudah saya penuhi,” tandasnya.

Pihaknya menunggu rekomendasi PPP. Sebab, empat syarat dari surat tugas yang diminta DPP PPP sudah dipenuhi. ”Insya Allah saya maju. Parpol lain juga sepakat dengan H Abdullah Hidayat yang menjadi pasangan saya. Sebab kami sudah melalui tahapan demi tahapan,” jelsnya. 

Baca Juga :  Tekan Covid-19, Dinkes Ajak Masyarakat Dukung Vaksinasi

Sebelumnya, ada lima kandidat bacabup dan bacawabup yang diajukan DPC PPP ke DPW untuk diteruskan ke DPP. Lima kandidat itu antara lain, H Slamet Junaidi, KH Muhammad bin Muafi Zaini, dan H Ashari. Mereka mendaftar sebagai bacabup. Sementara Aulia Rahman dan Mohammad Subhan di posisi bacawabup.

Ketua DPC PPP Sampang Mohammad Subhan mengatakan, rekomendasi kepada bacabup belum turun. Menurut dia, rekomendasi bacabup di tiap kabupaten/kota berbeda-beda. Ada yang sudah turun. Ada juga yang belum. Dari lima kandidat yang berpotensi mendapat rekom adalah H Slamet Junaidi dan KH Muhammad bin Muafi Zaini.

”Selama ini yang dikenal masyarakat dua nama itu. Tapi saya tetap mengajukan semua nama ke pusat. Siapa nanti yang direkom, ranah pusat yang menentukan,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

CSR KEI Tembus Rp 6 Miliar

Disperinaker Harus Bina Eks TKI Ilegal

Artikel Terbaru

/