alexametrics
21.6 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pemilih Pemula Rentan Berubah

PAMEKASAN – Jelang pilgub dan pilkada Pamekasan, pemilih pemula rentan berubah dalam mendukung calon kepala daerah. Ciri khas pemula selalu dinamis dan sulit permanen dalam perilaku memilih.

Demikian disampaikan peneliti Surabaya Survei Center (SSC) Surokim Abdusalam Minggu (8/4). Menurut dia, pemilih pemula dikenal paling sulit direbut dan diraih. Mereka memiliki akses informasi melimpah sehingga menjadi pemilih kritis.

Jejaring pertemanan media sosial (medsos) yang terus berubah juga berpengaruh terhadap sikap pemilih. Selain itu, pemilih pemula relatif independen dan tidak bergantung pada patron tradisional seperti kiai, parpol, dan tokoh blater. ”Tingkat kepatuhan mereka rendah pada patron tradisional selama ini. Mereka cenderung memilih berdasar kedekatan identitas milinea,” jelasnya.

Baca Juga :  Abstain Dalam Pilbup, PDIP Fokus pada Pemenangan Pilgub Jatim

Dekan FISIB UTM itu menjelaskan, kandidat yang bisa proaktif, mengikuti perkembangan pemuda, kreatif, dan inovatif, biasanya dapat limpahan suara dari pemilih pemula. Itu pun senantiasa dinamis dan cepat berubah. ”Pengikat suara mereka menjadi sulit dan amat bergantung pada engage komunitas dan aspek pertemanan yang paling kuat berpengaruh dalam perilaku memilih,” tandasnya.

Semua itu tercipta karena habitat di medsos dan penggunaan media baru. Menurut Surokim, karakter psikografis pemilih pemula moody dan mudah berubah. Tekanan informasi yang sangat kuat, melimpah, dan dinamis ikut membuat mereka mudah berubah pilihan.

”Memahami psikografis dan memahami tren perilaku mereka yang personal touch melalui para influencer potensial yang dipercaya mereka. Memang itu baru berkembang di Indonesia melalui pemahaman akun-akun medsos mereka sebagaimana dipakai Donald Trump di USA,” terangnya.

Baca Juga :  Berharap Kepala SKPD Baru Berkontribusi Maksimal

Ke depan politik Indonesia milinea akan sangat bergantung pada big data milenia untuk menyampaikan pesan secara tepat. Itu juga tantangan serius dan menantang bagi politik Indonesia.

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Jelang pilgub dan pilkada Pamekasan, pemilih pemula rentan berubah dalam mendukung calon kepala daerah. Ciri khas pemula selalu dinamis dan sulit permanen dalam perilaku memilih.

Demikian disampaikan peneliti Surabaya Survei Center (SSC) Surokim Abdusalam Minggu (8/4). Menurut dia, pemilih pemula dikenal paling sulit direbut dan diraih. Mereka memiliki akses informasi melimpah sehingga menjadi pemilih kritis.

Jejaring pertemanan media sosial (medsos) yang terus berubah juga berpengaruh terhadap sikap pemilih. Selain itu, pemilih pemula relatif independen dan tidak bergantung pada patron tradisional seperti kiai, parpol, dan tokoh blater. ”Tingkat kepatuhan mereka rendah pada patron tradisional selama ini. Mereka cenderung memilih berdasar kedekatan identitas milinea,” jelasnya.

Baca Juga :  DAK Rp 21,2 M Hangus, Rombongan DPRD Bangkalan Kecele

Dekan FISIB UTM itu menjelaskan, kandidat yang bisa proaktif, mengikuti perkembangan pemuda, kreatif, dan inovatif, biasanya dapat limpahan suara dari pemilih pemula. Itu pun senantiasa dinamis dan cepat berubah. ”Pengikat suara mereka menjadi sulit dan amat bergantung pada engage komunitas dan aspek pertemanan yang paling kuat berpengaruh dalam perilaku memilih,” tandasnya.

Semua itu tercipta karena habitat di medsos dan penggunaan media baru. Menurut Surokim, karakter psikografis pemilih pemula moody dan mudah berubah. Tekanan informasi yang sangat kuat, melimpah, dan dinamis ikut membuat mereka mudah berubah pilihan.

”Memahami psikografis dan memahami tren perilaku mereka yang personal touch melalui para influencer potensial yang dipercaya mereka. Memang itu baru berkembang di Indonesia melalui pemahaman akun-akun medsos mereka sebagaimana dipakai Donald Trump di USA,” terangnya.

Baca Juga :  Kadis Ketahanan Pangan Jabat Pj Sekkab

Ke depan politik Indonesia milinea akan sangat bergantung pada big data milenia untuk menyampaikan pesan secara tepat. Itu juga tantangan serius dan menantang bagi politik Indonesia.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/