alexametrics
28.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Target Partisipasi Pemilih 80 Persen

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Sampang menargetkan partisipasi pemilih 80 persen dari jumlah 821.014 daftar pemilih tepat (DPT). Target tersebut dianggap realistis dengan sejumlah kegiatan sosialisasi yang sudah dilakukan.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif mengatakan, partisipasi pemilih pada pemilu 2014 mencapai 90 persen. Masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput hanya 10 persen.

Untuk bisa mencapai target 80 persen, ada beberapa upaya yang dilakukan. Pertama, mengoptimalkan sosialisasi kepada sejumlah kalangan masyarakat. Meliputi, masyarakat umum, tokoh masyarakat, tokoh agama, peserta pemilu, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan.

Kedua, melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait atau stakeholder untuk bersama-sama mengajak masyarakat agar berpartisipasi dalam pemilihan atau pencoblosan. Masyarakat juga diharapkan aktif untuk saling menginforamsikan bahwa pencoblosan dilaksanakan pada 17 April.

Selama ini KPU sudah masuk ke sejumlah kawasan basis pemilih. Yakni, dengan menggandeng 55 relawan demokrasi untuk menyisir 11 segmentasi pemilih. Antara lain, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, dan pemilih berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Proyek Gedung DPRD-Rumdin Bupati Gagal Digelar

Sosialisasi juga dilakukan kepada sejumlah kelompok atau komunitas. Misalnya, komunitas keagamaan, netizen, dan segmen keluarga. ”Kami juga memanfaatkan medsos dan kegiatan jalan jalan sehat (JJS) dalam melakukan sosialisasi pemilu,” kata Syamsul kemarin (7/4).

Dia berharap sosialisasi tersebut membuat masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 17 April nanti. Syamsul menyampaikan, pemilu tahun ini berbeda dengan pemilu tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat akan memilih presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD secara bersamaan.

Warga yang sudah terdaftar dalam DPT hendaknya menggunakan hak pilihnya dengan baik untuk menentukan calon pemimpin lima tahun ke depan. ”Jadi, ini pemilu yang istimewa. Karena itu, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya. Jadilah pemilih yang cerdas, memilih sesuai hati nurani, satu suara dapat menentukan masa depan bangsa,” ujarnya.

Langkah lain yang juga dilakukan KPU dengan mendorong peserta pemilu memaksimalkan waktu kampanye untuk sosialisasi. Dengan catatan, kampanye yang dilakukan tidak melanggar peraturan dan ketentuan. Semua partai politik (parpol) dan peserta pemilu memiliki kewajiban mengedukasi masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga :  DPMD Siap Hadapi Gugatan

Peserta pemilu juga harus menjaga keamanan dan kondusivitas di wilayah masing-masing. Peran parpol dan peserta pemilu sangat penting dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kondusivitas. ”Merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ucapnya.

Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun mendukung langkah KPU untuk mendorong partisipasi pemilih dan menekan angka golput. Parpol dan peserta pemilu juga perlu mengajak masyarakat agar datang ke TPS untuk mencoblos. Namun, upaya yang dilakukan harus tepat dan sesuai dengan ketentuan.

 Menurut Insiyatun, jelang pencoblosan banyak kegiatan dilakukan caleg. Karena itu, Bawaslu semakin giat mengawasi kampanye tersebut. Guna meminimalkan pelanggaran kampanye. ”Kami berupaya untuk meminimalkan pelanggaran dibandingkan penindakan,” tukasnya.

- Advertisement -

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Sampang menargetkan partisipasi pemilih 80 persen dari jumlah 821.014 daftar pemilih tepat (DPT). Target tersebut dianggap realistis dengan sejumlah kegiatan sosialisasi yang sudah dilakukan.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif mengatakan, partisipasi pemilih pada pemilu 2014 mencapai 90 persen. Masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput hanya 10 persen.

Untuk bisa mencapai target 80 persen, ada beberapa upaya yang dilakukan. Pertama, mengoptimalkan sosialisasi kepada sejumlah kalangan masyarakat. Meliputi, masyarakat umum, tokoh masyarakat, tokoh agama, peserta pemilu, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan.


Kedua, melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait atau stakeholder untuk bersama-sama mengajak masyarakat agar berpartisipasi dalam pemilihan atau pencoblosan. Masyarakat juga diharapkan aktif untuk saling menginforamsikan bahwa pencoblosan dilaksanakan pada 17 April.

Selama ini KPU sudah masuk ke sejumlah kawasan basis pemilih. Yakni, dengan menggandeng 55 relawan demokrasi untuk menyisir 11 segmentasi pemilih. Antara lain, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, dan pemilih berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Proyek Gedung DPRD-Rumdin Bupati Gagal Digelar

Sosialisasi juga dilakukan kepada sejumlah kelompok atau komunitas. Misalnya, komunitas keagamaan, netizen, dan segmen keluarga. ”Kami juga memanfaatkan medsos dan kegiatan jalan jalan sehat (JJS) dalam melakukan sosialisasi pemilu,” kata Syamsul kemarin (7/4).

Dia berharap sosialisasi tersebut membuat masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 17 April nanti. Syamsul menyampaikan, pemilu tahun ini berbeda dengan pemilu tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat akan memilih presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD secara bersamaan.

Warga yang sudah terdaftar dalam DPT hendaknya menggunakan hak pilihnya dengan baik untuk menentukan calon pemimpin lima tahun ke depan. ”Jadi, ini pemilu yang istimewa. Karena itu, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya. Jadilah pemilih yang cerdas, memilih sesuai hati nurani, satu suara dapat menentukan masa depan bangsa,” ujarnya.

Langkah lain yang juga dilakukan KPU dengan mendorong peserta pemilu memaksimalkan waktu kampanye untuk sosialisasi. Dengan catatan, kampanye yang dilakukan tidak melanggar peraturan dan ketentuan. Semua partai politik (parpol) dan peserta pemilu memiliki kewajiban mengedukasi masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga :  Bupati Busyro Berharap Sekkab Edy Rasiyadi Percepat Pembangunan

Peserta pemilu juga harus menjaga keamanan dan kondusivitas di wilayah masing-masing. Peran parpol dan peserta pemilu sangat penting dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kondusivitas. ”Merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ucapnya.

Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun mendukung langkah KPU untuk mendorong partisipasi pemilih dan menekan angka golput. Parpol dan peserta pemilu juga perlu mengajak masyarakat agar datang ke TPS untuk mencoblos. Namun, upaya yang dilakukan harus tepat dan sesuai dengan ketentuan.

 Menurut Insiyatun, jelang pencoblosan banyak kegiatan dilakukan caleg. Karena itu, Bawaslu semakin giat mengawasi kampanye tersebut. Guna meminimalkan pelanggaran kampanye. ”Kami berupaya untuk meminimalkan pelanggaran dibandingkan penindakan,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/