alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Kepala Plontos Timses Jihad Sambut Pemimpin Baru

SAMPANG – Banyak cara yang dilakukan pendukung pasangan calon (paslon) peraih suara terbanyak. Seperti tim sukses (timses) pemenangan pasangan Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad). Mereka memotong rambut hingga plontos sebagai wujud syukur.

Kesibukan terlihat di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) di Jalan Trunojoyo, Sampang, Kamis (6/7). Saat itu digelar rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kecamatan. Kali pertama rekap perolehan suara pemilihan gubernur. Setelah itu lanjut rekapitulasi suara pemilihan bupati (pilbup).

Pada saat bersamaan, pendukung Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad) berkumpul di Jalan Ghazali. Mereka berdatangan setelah Jihad ditetapkan sebagai calon dengan suara terbanyak.

Paslon nomor urut 1 itu unggul dengan memperoleh 257.121 suara atau 38,0438 persen. Disusul Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) dengan 252.676 suara atau 37,3861 persen. Sementara paslon nomor urut 3 H. Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih 166.059 atau 24,5702 persen dukungan.

Setelah rekapitulasi KPU, para pendukung Jihad segera melakukan nazar. Mereka mendatangkan tukang cukur untuk memotong rambut puluhan timses yang datang. Tidak hanya timses yang datang. Warga sekitar yang mendukung Jihad juga hadir. Sebagian dari mereka juga potong rambut. Mereka pun semakin berdatangan setelah tim paslon Jihad melepas kembang api.

Baca Juga :  Belasan ASN Penuhi Unsur Pelanggaran

Semua timses di kecamatan melakukan kegiatan yang sama secara serentak. Seperti timses di Kecamatan Kota Sampang itu. Mereka dengan senang hati mencukur rambut hingga habis secara bergantian.

”Ini sebagai ungkapan rasa syukur atas kemenangan Jihad. Selain mengungkapkan dengan ibadah, kita juga berniat memotong rambut hingga gundul. Kita lakukan setelah paslon Jihad dipastikan menang,” terang Koordinator Tim Sukses Jihad Moh. Wasik.

Dia mengungkapkan, sejak rekapitulasi real count yang dilakukan tim Jihad, para timses pun hendak cukur gundul. Namun mereka memilih melakukannya setelah tahapan rekapitulasi tingkat kabupaten selesai. Tanpa dipaksa para timses di beberapa kecamatan melakukan hal serupa. Mulai dari tim kabupaten, kecamatan hingga timses di tingkat desa.

Baca Juga :  Tim Transisi Sulit Terwujud

”Pemotongan rambut ini dilakukan serentak. Kami berniat jika menang akan memotong rambut masal. Semua berkomitmen mulai dari tim kabupaten, kecamatan hingga tim sukses di tingkat desa,” imbuhnya.

Wasik mengatakan, pemotongan rambut tidak sekadar menggugurkan niat. Namun mereka menilai ada filosofi tersendiri. Salah satunya untuk menyambut pemerintahan baru yang bersih. Mereka mencukur rambut hingga gundul menyambut pemerintahan baru.

”Dengan bercukul gundul ini kita sudah siap menyambut pemimpin dan pemerintahan baru. Menyambut perubahan lebih baik di Sampang. Ini ungkapan rasa syukur selama beberapa bulan kita berupaya untuk memenangkan Jihad,” katanya.

Salah satu tim pemenangan lainnya, Mohammad, 42, warga Sampang mengakui jika semua tim bersyukur. Dengan demikian, mereka merayakan bersama-sama dengan ungkapan syukur. ”Kami tidak perlu diperintah untuk memotong rambut. Ini hasil jerih payah kami selama berbulan-bulan untuk kemenangan Jihad,” ucapnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Banyak cara yang dilakukan pendukung pasangan calon (paslon) peraih suara terbanyak. Seperti tim sukses (timses) pemenangan pasangan Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad). Mereka memotong rambut hingga plontos sebagai wujud syukur.

Kesibukan terlihat di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) di Jalan Trunojoyo, Sampang, Kamis (6/7). Saat itu digelar rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kecamatan. Kali pertama rekap perolehan suara pemilihan gubernur. Setelah itu lanjut rekapitulasi suara pemilihan bupati (pilbup).

Pada saat bersamaan, pendukung Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad) berkumpul di Jalan Ghazali. Mereka berdatangan setelah Jihad ditetapkan sebagai calon dengan suara terbanyak.


Paslon nomor urut 1 itu unggul dengan memperoleh 257.121 suara atau 38,0438 persen. Disusul Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) dengan 252.676 suara atau 37,3861 persen. Sementara paslon nomor urut 3 H. Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih 166.059 atau 24,5702 persen dukungan.

Setelah rekapitulasi KPU, para pendukung Jihad segera melakukan nazar. Mereka mendatangkan tukang cukur untuk memotong rambut puluhan timses yang datang. Tidak hanya timses yang datang. Warga sekitar yang mendukung Jihad juga hadir. Sebagian dari mereka juga potong rambut. Mereka pun semakin berdatangan setelah tim paslon Jihad melepas kembang api.

Baca Juga :  Air dan Listrik Kantor Pemkab Rp 695 Juta

Semua timses di kecamatan melakukan kegiatan yang sama secara serentak. Seperti timses di Kecamatan Kota Sampang itu. Mereka dengan senang hati mencukur rambut hingga habis secara bergantian.

”Ini sebagai ungkapan rasa syukur atas kemenangan Jihad. Selain mengungkapkan dengan ibadah, kita juga berniat memotong rambut hingga gundul. Kita lakukan setelah paslon Jihad dipastikan menang,” terang Koordinator Tim Sukses Jihad Moh. Wasik.

Dia mengungkapkan, sejak rekapitulasi real count yang dilakukan tim Jihad, para timses pun hendak cukur gundul. Namun mereka memilih melakukannya setelah tahapan rekapitulasi tingkat kabupaten selesai. Tanpa dipaksa para timses di beberapa kecamatan melakukan hal serupa. Mulai dari tim kabupaten, kecamatan hingga timses di tingkat desa.

Baca Juga :  Belasan ASN Penuhi Unsur Pelanggaran

”Pemotongan rambut ini dilakukan serentak. Kami berniat jika menang akan memotong rambut masal. Semua berkomitmen mulai dari tim kabupaten, kecamatan hingga tim sukses di tingkat desa,” imbuhnya.

Wasik mengatakan, pemotongan rambut tidak sekadar menggugurkan niat. Namun mereka menilai ada filosofi tersendiri. Salah satunya untuk menyambut pemerintahan baru yang bersih. Mereka mencukur rambut hingga gundul menyambut pemerintahan baru.

”Dengan bercukul gundul ini kita sudah siap menyambut pemimpin dan pemerintahan baru. Menyambut perubahan lebih baik di Sampang. Ini ungkapan rasa syukur selama beberapa bulan kita berupaya untuk memenangkan Jihad,” katanya.

Salah satu tim pemenangan lainnya, Mohammad, 42, warga Sampang mengakui jika semua tim bersyukur. Dengan demikian, mereka merayakan bersama-sama dengan ungkapan syukur. ”Kami tidak perlu diperintah untuk memotong rambut. Ini hasil jerih payah kami selama berbulan-bulan untuk kemenangan Jihad,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/