alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Hermanto dan H Idi Sama-Sama Inginkan Koalisi Gemuk

SAMPANG – Pasca menerima rekomendasi dari PKB, paslon Mantap langsung bergerak dengan menyiapkan persyaratan administrasi dan membentuk tim pemenangan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Paslon Mantap juga melakukan pendekatan untuk menggaet dukungan dari Partai Hanura, Golkar, dan PBB.

Hermanto Subaidi merasa lega karena rekomendasi Partai Gerindra dan PKB sudah dia genggam. Dua partai tersebut sama-sama memiliki delapan kursi di DPRD Sampang. Total jumlah kursi yang mengusung paslon Mantap 16. Itu lebih dari cukup untuk bisa mendaftar ke KPU Sampang.

Menurut Herman, pihaknya sudah berbicara dengan Suparto dan tim untuk menjalin komunikasi dengan partai pengusung Ra Mamak. Tetapi Herman tidak ingin ada kesan merebut parpol. Dia mengakui, semakin banyak koalisi akan semakin bagus. ”Saya memang berharap masih ada parpol lain yang merapat. Itu harapan saya. Tetapi saya selalu mengedepankan etika dan komunikasi yang baik,” ucapnya.

Dia ingin menjaga perasaan para kandidat lain, terutama yang belum memastikan diri bisa maju. Herman mengakui, merapatnya parpol lain kepada paslon Mantap akan membantu. Dia berharap ada parpol lain yang mau bersikap memberangkatkannya. ”Kami ingin berjalan bersama-sama. Karena tanpa kebersamaan, kami tidak mungkin bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Baca Juga :  Survei: Gus Ipul-Puti Unggul 3,8 Persen

Namun, keinginan Herman mengajak bergabung Partai Hanura, Golkar, dan PBB, tidak mudah. Menurut dia, paslon lain yang sudah terbentuk pasti menginginkan hal yang sama. Yang jelas, pihaknya akan berupaya dengan melakukan cara-cara yang baik untuk bisa meyakinkan Hanura, Golkar, dan PBB.

”Harapan saya untuk mengajak (parpol lain) semakin kuat. Tentu saya sangat menginginkan (parpol lain) bergabung. Tapi tidak dengan cara merebut karena punya keinginan besar,” terangnya.

Dia akan mengembalikan kewenangan tersebut kepada masing-masing partai, apakah bersedia merapat atau tidak. ”Tetapi keinginan saya besar sekali untuk bisa berkoalisi (dengan Hanura, Golkar, dan PBB),” jelasnya.

Sementara itu, H Slamet Junaidi juga akan berupaya menambah dukungan koalisi parpol di Pilkada Sampang. Pihaknya membutuhkan dukungan parpol bukan sekadar memenuhi syarat minimal 20 persen untuk mendaftar ke KPU. Yang dia inginkan, bisa bersinergi dan bekerja sama dengan beberapa parpol yang belum menentukan sikap. ”Kami masih optimistis bisa mendapatkan dukungan parpol-parpol lain yang sampai hari ini belum menentukan sikap,” tandasnya.

Baca Juga :  Honor Pengawas Pilkada Sampang Capai Rp 17,7 Miliar

H Idi berniat melakukan pendekatan kepada tiga parpol tersebut. Dia mengaku akan terus melakukan komunikasi kepada tiga parpol itu. Dia menegaskan, merapatnya partai pengusung kepada paslon Jihad bukan sekadar mencari dukungan. ”Tapi kami ingin bersinergi dan bekerja sama dengan parpol yang mengusung kami. Dengan koalisi gemuk, Insya Alllah akan memudahkan untuk berkomunikasi dengan pemilih. Itu harapan kami,” katanya.

Menurut dia, koalisi gemuk akan memudahkan jalan menuju tahapan-tahapan sampai pada pemilihan bupati Sampang pada 27 Juni mendatang. H Idi mengaku, semua parpol berpeluang merapat ke Jihad. Tetapi, H Idi memprediksi, parpol yang akan bergabung adalah Hanura dan Golkar. Alasannya, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan dua parpol tersebut.

”Dengan PBB pun, kami sudah melakukan komunikasi. Komunikasi kami lakukan sudah sejak empat bulan lalu. Sekarang tentu kami akan melakukan komunikasi kembali,” tukasnya.

Sayang, H Hisan belum berhasil dimintai penjelasan. Dihubungi melalui telepon, nomor yang bersangkutan tidak aktif.

SAMPANG – Pasca menerima rekomendasi dari PKB, paslon Mantap langsung bergerak dengan menyiapkan persyaratan administrasi dan membentuk tim pemenangan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Paslon Mantap juga melakukan pendekatan untuk menggaet dukungan dari Partai Hanura, Golkar, dan PBB.

Hermanto Subaidi merasa lega karena rekomendasi Partai Gerindra dan PKB sudah dia genggam. Dua partai tersebut sama-sama memiliki delapan kursi di DPRD Sampang. Total jumlah kursi yang mengusung paslon Mantap 16. Itu lebih dari cukup untuk bisa mendaftar ke KPU Sampang.

Menurut Herman, pihaknya sudah berbicara dengan Suparto dan tim untuk menjalin komunikasi dengan partai pengusung Ra Mamak. Tetapi Herman tidak ingin ada kesan merebut parpol. Dia mengakui, semakin banyak koalisi akan semakin bagus. ”Saya memang berharap masih ada parpol lain yang merapat. Itu harapan saya. Tetapi saya selalu mengedepankan etika dan komunikasi yang baik,” ucapnya.

Dia ingin menjaga perasaan para kandidat lain, terutama yang belum memastikan diri bisa maju. Herman mengakui, merapatnya parpol lain kepada paslon Mantap akan membantu. Dia berharap ada parpol lain yang mau bersikap memberangkatkannya. ”Kami ingin berjalan bersama-sama. Karena tanpa kebersamaan, kami tidak mungkin bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Hadiri Deklarasi Kholifah

Namun, keinginan Herman mengajak bergabung Partai Hanura, Golkar, dan PBB, tidak mudah. Menurut dia, paslon lain yang sudah terbentuk pasti menginginkan hal yang sama. Yang jelas, pihaknya akan berupaya dengan melakukan cara-cara yang baik untuk bisa meyakinkan Hanura, Golkar, dan PBB.

”Harapan saya untuk mengajak (parpol lain) semakin kuat. Tentu saya sangat menginginkan (parpol lain) bergabung. Tapi tidak dengan cara merebut karena punya keinginan besar,” terangnya.

Dia akan mengembalikan kewenangan tersebut kepada masing-masing partai, apakah bersedia merapat atau tidak. ”Tetapi keinginan saya besar sekali untuk bisa berkoalisi (dengan Hanura, Golkar, dan PBB),” jelasnya.

Sementara itu, H Slamet Junaidi juga akan berupaya menambah dukungan koalisi parpol di Pilkada Sampang. Pihaknya membutuhkan dukungan parpol bukan sekadar memenuhi syarat minimal 20 persen untuk mendaftar ke KPU. Yang dia inginkan, bisa bersinergi dan bekerja sama dengan beberapa parpol yang belum menentukan sikap. ”Kami masih optimistis bisa mendapatkan dukungan parpol-parpol lain yang sampai hari ini belum menentukan sikap,” tandasnya.

Baca Juga :  Deklarasi H Hisan Didampingi 134 Kades dan 85 Tomas

H Idi berniat melakukan pendekatan kepada tiga parpol tersebut. Dia mengaku akan terus melakukan komunikasi kepada tiga parpol itu. Dia menegaskan, merapatnya partai pengusung kepada paslon Jihad bukan sekadar mencari dukungan. ”Tapi kami ingin bersinergi dan bekerja sama dengan parpol yang mengusung kami. Dengan koalisi gemuk, Insya Alllah akan memudahkan untuk berkomunikasi dengan pemilih. Itu harapan kami,” katanya.

Menurut dia, koalisi gemuk akan memudahkan jalan menuju tahapan-tahapan sampai pada pemilihan bupati Sampang pada 27 Juni mendatang. H Idi mengaku, semua parpol berpeluang merapat ke Jihad. Tetapi, H Idi memprediksi, parpol yang akan bergabung adalah Hanura dan Golkar. Alasannya, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan dua parpol tersebut.

”Dengan PBB pun, kami sudah melakukan komunikasi. Komunikasi kami lakukan sudah sejak empat bulan lalu. Sekarang tentu kami akan melakukan komunikasi kembali,” tukasnya.

Sayang, H Hisan belum berhasil dimintai penjelasan. Dihubungi melalui telepon, nomor yang bersangkutan tidak aktif.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/