alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Menag Lukman Hakim Saifuddin Resmikan IAIN Madura

PAMEKASAN – Madura patut berbangga. Pulau Garam memiliki lembaga pendidikan tinggi IAIN Madura yang siap menjadi garda terdepan mengawal nilai-nilai keislaman.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura resmi diluncurkan Kamis (5/7). Peluncuran perguruan tinggi setelah alih status itu dihadiri langsung Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Sejumlah rektor IAIN dari berbagai daerah juga hadir.

Anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pamekasan turut serta menghadiri kegiatan penuh khidmat itu. Civitas akademika dan perwakilan mahasiswa guyub dalam kegiatan yang juga dikemas dengan seminar nasional itu.

Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. menyampaikan terima kasih kepada Menag Lukman yang menyempatkan hadir pada launching IAIN Madura dan seminar nasional itu. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan, anggota forpimda, dan para rektor yang meluangkan waktu hadir ke Kota Gerbang Salam.

Menurut Kosim, kehadiran para undangan itu memberikan semangat untuk terus mengembangkan IAIN Madura. Alih status dari STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura mengalami percepatan pada masa Menag Lukman. Dengan demikian, mewakili seluruh civitas akademika, dia menyampaikan banyak terima kasih.

Baca Juga :  Bakal Calon dari Nasdem Tidak Hadir

IAIN Madura memiliki 8.500 mahasiswa yang tersebar di 18 program studi (prodi). Dua di antaranya program magister. Setiap tahun, sekitar 4.000 calon mahasiswa mendaftar. Tetapi, yang bisa tertampung hanya 2.000 calon mahasiswa. Sebab, IAIN Madura memiliki keterbatasan lahan.

Luas lahan secara keseluruhan hanya 5 hektare. Butuh pengembangan serta perluasan agar lebih mampu menampung mahasiswa dalam jumlah lebih banyak. ”Mohon berkenan Bapak Menteri untuk membantu pengadaan lahan,” katanya lalu tersenyum.

Kosim mengatakan, seluruh civitas akademika berkomitmen mengembangkan IAIN Madura. Lembaga pendidikan tinggi itu akan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa.

Plt Sekkab Pamekasan Mohamad Alwi mengatakan, kekurangan lahan yang dialami IAIN Madura akan disediakan. Dia meminta dukungan seluruh pihak. Terutama dari legislatif selaku mitra dalam penganggaran.

Baca Juga :  Instruksikan Pembubaran Kajian ILC, Ini Alasan Rektor IAIN Madura

Menurut Alwi, IAIN Madura harus dikembangkan. Lembaga pendidikan tinggi itu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) memiliki peran penting dalam membangun bangsa.

Pemkab mendukung penuh pengembangan IAIN Madura. Harapannya, akan tumbuh kader bangsa yang pada gilirannya akan membawa Pamekasan lebih baik. ”Manfaat keberadaan IAIN Madura harus dirasakan masyarakat,” katanya.

Menag Lukman mengatakan, alih status dari STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura bukan semata persoalan administratif. Tetapi, harus mampu berdiri paling depan dalam menjaga nilai-nilai Islam yang berkembang di Indonesia.

Dia menegaskan, IAIN Madura bukan lembaga pendidikan dasar, menengah atau atas. Tetapi, lembaga pendidikan tinggi. Dengan demikian, tanggung jawabnya lebih besar. ”Kita harus menjaga nilai-nilai Islam yang diwariskan pada pendahulu kita,” tandasnya.

PAMEKASAN – Madura patut berbangga. Pulau Garam memiliki lembaga pendidikan tinggi IAIN Madura yang siap menjadi garda terdepan mengawal nilai-nilai keislaman.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura resmi diluncurkan Kamis (5/7). Peluncuran perguruan tinggi setelah alih status itu dihadiri langsung Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Sejumlah rektor IAIN dari berbagai daerah juga hadir.

Anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pamekasan turut serta menghadiri kegiatan penuh khidmat itu. Civitas akademika dan perwakilan mahasiswa guyub dalam kegiatan yang juga dikemas dengan seminar nasional itu.

Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. menyampaikan terima kasih kepada Menag Lukman yang menyempatkan hadir pada launching IAIN Madura dan seminar nasional itu. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan, anggota forpimda, dan para rektor yang meluangkan waktu hadir ke Kota Gerbang Salam.

Menurut Kosim, kehadiran para undangan itu memberikan semangat untuk terus mengembangkan IAIN Madura. Alih status dari STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura mengalami percepatan pada masa Menag Lukman. Dengan demikian, mewakili seluruh civitas akademika, dia menyampaikan banyak terima kasih.

Baca Juga :  Validasi DPT Pilkada Ulang Sampang Belum Rampung

IAIN Madura memiliki 8.500 mahasiswa yang tersebar di 18 program studi (prodi). Dua di antaranya program magister. Setiap tahun, sekitar 4.000 calon mahasiswa mendaftar. Tetapi, yang bisa tertampung hanya 2.000 calon mahasiswa. Sebab, IAIN Madura memiliki keterbatasan lahan.

Luas lahan secara keseluruhan hanya 5 hektare. Butuh pengembangan serta perluasan agar lebih mampu menampung mahasiswa dalam jumlah lebih banyak. ”Mohon berkenan Bapak Menteri untuk membantu pengadaan lahan,” katanya lalu tersenyum.

Kosim mengatakan, seluruh civitas akademika berkomitmen mengembangkan IAIN Madura. Lembaga pendidikan tinggi itu akan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa.

Plt Sekkab Pamekasan Mohamad Alwi mengatakan, kekurangan lahan yang dialami IAIN Madura akan disediakan. Dia meminta dukungan seluruh pihak. Terutama dari legislatif selaku mitra dalam penganggaran.

Baca Juga :  Mutasi Jabatan Eselon II Buram

Menurut Alwi, IAIN Madura harus dikembangkan. Lembaga pendidikan tinggi itu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) memiliki peran penting dalam membangun bangsa.

Pemkab mendukung penuh pengembangan IAIN Madura. Harapannya, akan tumbuh kader bangsa yang pada gilirannya akan membawa Pamekasan lebih baik. ”Manfaat keberadaan IAIN Madura harus dirasakan masyarakat,” katanya.

Menag Lukman mengatakan, alih status dari STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura bukan semata persoalan administratif. Tetapi, harus mampu berdiri paling depan dalam menjaga nilai-nilai Islam yang berkembang di Indonesia.

Dia menegaskan, IAIN Madura bukan lembaga pendidikan dasar, menengah atau atas. Tetapi, lembaga pendidikan tinggi. Dengan demikian, tanggung jawabnya lebih besar. ”Kita harus menjaga nilai-nilai Islam yang diwariskan pada pendahulu kita,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/