alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Gerindra-PKB Usung Hermanto Subaidi-Suparto

SAMPANG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra berada dalam satu gerbong di Pilkada Sampang 2018. Dua partai ini kompak mengusung pasangan Hermanto Subaidi-Suparto. Dua partai ini memiliki jumlah 16 kursi dengan delapan kursi masing-masing.

Kepastian itu disampaikan Suparto ketika dihubungi Jawa Pos Radar Madura (JPRM).  Jumat malam (5/1) dia menghadiri Akpolbang PKB dan penyerahan mandat politik PKB untuk cabup/cawabup dan cawali/cawawali pada Pilkada 2018 di kantor DPP PKB Jakarta Pusat.

Menurut Suparto, pihaknya menghadiri undangan DPP PKB untuk penyerahan mandat politik PKB. Dia mengklaim, rekomendasi PKB akan diberikan kepadanya selaku bacawabup dan Hermanto Subaidi selaku bacabup.

”Tidak ada undangan untuk Torul. Undangan itu diberikan kepada calon bupati-calon wakil bupati yang menerima mandat politik PKB. Hermanto Subaidi dan saya sendiri,” akunya.

”Tapi sampai sekarang, kami belum menerima penyerahan rekomendasi. Saya kurang tahu diserahkan jam berapa. Tapi agendanya pukul 19.00,” ujar Suparto ketika dihubungi koran ini pukul 19.30 tadi malam.

Turunnya rekomendasi kepada Hermanto Subaidi-Suparto sedikit mengubah peta politik jelang pemilihan tahun ini. Sebelumnya, PKB menjadi ”juru kunci” untuk menentukan jumlah pasangan yang akan bertarung memimpin Sampang.

Pasangan bakal calon yang sudah terbentuk adalah H Hisan-KH Abdullah Mansyur (Hisbullah). Pasangan ini diusung Partai Demokrat dan PAN dengan total sembilan kursi. Kemudian, H Slamet Junaidi-H Abdullah Hidayat (Jihad). Pasangan ini diusung PPP, Nasdem, PDIP, dan PKS dengan jumlah 13 kursi.

Sedangkan pasangan KH Muhammad bin Muafi Zaini-H Moh. Hodai dijagokan Partai Golkar dan Hanura yang terdiri dari 6 kursi di parlemen. Untuk bisa mengusung calon minimal memiliki sembilan kursi di DPRD Sampang. Selain Hermanto Subaidi, DPC PKB Sampang sebelumnya juga mengajukan Matorurrozaq Ismail alias Torul untuk menerima rekomendasi. Torul telah mengantongi rekomendasi PBB yang memiliki satu kursi di parlemen.

Di sisi lain, majunya KH Abdullah Mansyur sebagai bacawabup yang berpasangan H Hisan membuat posisinya terancam dicopot sebagai kader PKB. Pasalnya, PKB tidak berkoalisi dengan parpol yang mengusung pasangan berakronim Hisbullah itu. Pasangan ini diusung Partai Demokrat dan PAN.

Baca Juga :  Torul Bantu Korban Banjir Sampang

Sampai saat ini, status KH Abdullah atau Ra Dulla masih tercatat sebagai kader PKB. Di kepengurusan di sebagai wakil ketua DPC PKB Sampang. Tetapi, Ra Dulla mengaku sudah siap dengan segala konsekuensi. ”Saya sebenarnya juga berharap rekom PKB ke saya,” ucap Ra Dulla kepada (JPRM) Jumat (5/1).

Sebab, usulan cawabup PKB akan diambilkan dari kader. Kendati PKB sudah positif, bahwa cawabup yang diajukan tinggal H Suparto, Ra Dulla tetap mengharap PKB memberikan amanah kepadanya. ”Sebab, kan sah-sah saja, pada akhirnya saya menyerahkan keputusan kepada PKB,” katanya.

Ra Dulla juga akan menerima dengan lapang dada jika tidak direkom PKB sebagai bacawabup. Sebab, aturan partai akan diberlakukan dengan sendirinya. Menurut dia, kader PKB yang sudah mendapat rekom dari parpol lain adalah H Suparto. Baru-baru ini mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra dan dipasangkan dengan Hermanto Subaidi.

”H Suparto ini juga kader PKB. Sementara dia masih mendapat rekom dari Gerindra saja. Sama kan dengan saya,” ungkapnya.

Karena itu, Ra Dulla menunggu keputusan PKB. Seandainya tidak direkom PKB, Ra Dulla siap menanggung risiko partai. Bahkan, dia siap mengundurkan diri sebagai anggota dewan. ”Kalau PAW sebagai anggota dewan pasti. Karena saya harus melepas jabatan,” jelasnya.

Namun, Ra Dulla akan menunggu sampai ada pemberitahuan penetapan paslon di KPU. Sebab, Ra Dulla tidak mau gegabah dalam hal ini. ”Setelah penetapan di KPU jelas, baru saya keluar,” jelasnya.

Seandainya lolos dalam tahap verifikasi dan ditetapkan sebagai paslon yang memenuhi syarat untuk berkompetisi, pihaknya akan melampirkan surat permohonan pengunduran diri. ”Karena kalau belum ada penetapan, kan kita belum bisa. Nanti kita bicara lagi soal pengunduran diri itu ya. Saya akan berunding dulu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pilkada Sampang, Kotak Suara Lebih 5.870 Unit

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Sampang Nurkholis mengatakan, selama rekomendasi PKB belum turun, partainya belum bisa mengambil keputusan. Yang jelas, ketika rekomendasi PKB turun, semua kader PKB wajib mematuhi amanat partai.

Apabila tidak patuh, akan ada langkah-langkah yang akan dilakukan. Terkait Ra Dulla, setelah rekom turun, PKB akan membahas di internal partai. Rekomendasi itu menjadi dasar semua kader untuk patuh kepada keputusan partai.

”Nanti ada tahapannya. Kami tidak boleh sembarangan (memecat Ra Dulla) karena ada AD/ART. Nanti ada SP1 dan dinonaktifkan sebagai pengurus,” ucap Nurkholis.

Kalau Ra Dulla bernagkat dari partai lain, PKB akan membahasnya di internal, apakah sudah memenuhi syarat untuk dinonaktifkan. ”Sejauh ini PKB belum melakukan tindakan apa pun karena Ra Dulla belum mendaftar ke KPU,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam politik selalu ada kejutan. Bisa saja Ra Dulla tidak berangkat bersama H Hisan sebagai pasangan cabup-cawabup.  ”Sekarang Ra Dulla belum mendaftar. Kan bisa saja dia mundur, seperti cawagub Anas di Pilgub Jatim. Kami tidak mau berandai-andai, harus ada kepastian hukum,” terangnya.

Terkait rekomendasi PKB, DPP mengundang Hermanto Subaidi-Suparto untuk menerima amanat partai. Sedangkan Matorurrozaq Ismail alias Torul tidak mendapat undangan. ”Kami kebetulan mendampingi beliau (Herman-Suparto) bersama ketua DPC PKB. Insya Allah rekom ke Herman,” ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro mengatakan, DPP telah memberikan sepuluh syarat yang harus dipenuhi bacabup-bacawabup atau bacagub-bacawagub. Termasuk di Sampang. Salah satunya hasil survei.

Pertimbangan Gerindra memberi rekomendasi kepada Hermanto Subaidi karena dinilai memenuhi syarat. Karena itu, rekomendasi DPP Partai Gerindra sudah mengikat dan final. Pada saat itu dia juga memastikan Gerindra akan berkoalisi dengan PKB. ”Ada sebuah kewajiban bagi partai yang mengusung untuk berkoalisi. PKB-Gerindra sudah pasti berkoalisi,” katanya.

SAMPANG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra berada dalam satu gerbong di Pilkada Sampang 2018. Dua partai ini kompak mengusung pasangan Hermanto Subaidi-Suparto. Dua partai ini memiliki jumlah 16 kursi dengan delapan kursi masing-masing.

Kepastian itu disampaikan Suparto ketika dihubungi Jawa Pos Radar Madura (JPRM).  Jumat malam (5/1) dia menghadiri Akpolbang PKB dan penyerahan mandat politik PKB untuk cabup/cawabup dan cawali/cawawali pada Pilkada 2018 di kantor DPP PKB Jakarta Pusat.

Menurut Suparto, pihaknya menghadiri undangan DPP PKB untuk penyerahan mandat politik PKB. Dia mengklaim, rekomendasi PKB akan diberikan kepadanya selaku bacawabup dan Hermanto Subaidi selaku bacabup.

”Tidak ada undangan untuk Torul. Undangan itu diberikan kepada calon bupati-calon wakil bupati yang menerima mandat politik PKB. Hermanto Subaidi dan saya sendiri,” akunya.

”Tapi sampai sekarang, kami belum menerima penyerahan rekomendasi. Saya kurang tahu diserahkan jam berapa. Tapi agendanya pukul 19.00,” ujar Suparto ketika dihubungi koran ini pukul 19.30 tadi malam.

Turunnya rekomendasi kepada Hermanto Subaidi-Suparto sedikit mengubah peta politik jelang pemilihan tahun ini. Sebelumnya, PKB menjadi ”juru kunci” untuk menentukan jumlah pasangan yang akan bertarung memimpin Sampang.

Pasangan bakal calon yang sudah terbentuk adalah H Hisan-KH Abdullah Mansyur (Hisbullah). Pasangan ini diusung Partai Demokrat dan PAN dengan total sembilan kursi. Kemudian, H Slamet Junaidi-H Abdullah Hidayat (Jihad). Pasangan ini diusung PPP, Nasdem, PDIP, dan PKS dengan jumlah 13 kursi.

Sedangkan pasangan KH Muhammad bin Muafi Zaini-H Moh. Hodai dijagokan Partai Golkar dan Hanura yang terdiri dari 6 kursi di parlemen. Untuk bisa mengusung calon minimal memiliki sembilan kursi di DPRD Sampang. Selain Hermanto Subaidi, DPC PKB Sampang sebelumnya juga mengajukan Matorurrozaq Ismail alias Torul untuk menerima rekomendasi. Torul telah mengantongi rekomendasi PBB yang memiliki satu kursi di parlemen.

Di sisi lain, majunya KH Abdullah Mansyur sebagai bacawabup yang berpasangan H Hisan membuat posisinya terancam dicopot sebagai kader PKB. Pasalnya, PKB tidak berkoalisi dengan parpol yang mengusung pasangan berakronim Hisbullah itu. Pasangan ini diusung Partai Demokrat dan PAN.

Baca Juga :  Pilkada Sampang, Jihad Menang, Tim Mantap Tak Teken

Sampai saat ini, status KH Abdullah atau Ra Dulla masih tercatat sebagai kader PKB. Di kepengurusan di sebagai wakil ketua DPC PKB Sampang. Tetapi, Ra Dulla mengaku sudah siap dengan segala konsekuensi. ”Saya sebenarnya juga berharap rekom PKB ke saya,” ucap Ra Dulla kepada (JPRM) Jumat (5/1).

Sebab, usulan cawabup PKB akan diambilkan dari kader. Kendati PKB sudah positif, bahwa cawabup yang diajukan tinggal H Suparto, Ra Dulla tetap mengharap PKB memberikan amanah kepadanya. ”Sebab, kan sah-sah saja, pada akhirnya saya menyerahkan keputusan kepada PKB,” katanya.

Ra Dulla juga akan menerima dengan lapang dada jika tidak direkom PKB sebagai bacawabup. Sebab, aturan partai akan diberlakukan dengan sendirinya. Menurut dia, kader PKB yang sudah mendapat rekom dari parpol lain adalah H Suparto. Baru-baru ini mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra dan dipasangkan dengan Hermanto Subaidi.

”H Suparto ini juga kader PKB. Sementara dia masih mendapat rekom dari Gerindra saja. Sama kan dengan saya,” ungkapnya.

Karena itu, Ra Dulla menunggu keputusan PKB. Seandainya tidak direkom PKB, Ra Dulla siap menanggung risiko partai. Bahkan, dia siap mengundurkan diri sebagai anggota dewan. ”Kalau PAW sebagai anggota dewan pasti. Karena saya harus melepas jabatan,” jelasnya.

Namun, Ra Dulla akan menunggu sampai ada pemberitahuan penetapan paslon di KPU. Sebab, Ra Dulla tidak mau gegabah dalam hal ini. ”Setelah penetapan di KPU jelas, baru saya keluar,” jelasnya.

Seandainya lolos dalam tahap verifikasi dan ditetapkan sebagai paslon yang memenuhi syarat untuk berkompetisi, pihaknya akan melampirkan surat permohonan pengunduran diri. ”Karena kalau belum ada penetapan, kan kita belum bisa. Nanti kita bicara lagi soal pengunduran diri itu ya. Saya akan berunding dulu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bupati Harus Teken SK Ratusan CPNS

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Sampang Nurkholis mengatakan, selama rekomendasi PKB belum turun, partainya belum bisa mengambil keputusan. Yang jelas, ketika rekomendasi PKB turun, semua kader PKB wajib mematuhi amanat partai.

Apabila tidak patuh, akan ada langkah-langkah yang akan dilakukan. Terkait Ra Dulla, setelah rekom turun, PKB akan membahas di internal partai. Rekomendasi itu menjadi dasar semua kader untuk patuh kepada keputusan partai.

”Nanti ada tahapannya. Kami tidak boleh sembarangan (memecat Ra Dulla) karena ada AD/ART. Nanti ada SP1 dan dinonaktifkan sebagai pengurus,” ucap Nurkholis.

Kalau Ra Dulla bernagkat dari partai lain, PKB akan membahasnya di internal, apakah sudah memenuhi syarat untuk dinonaktifkan. ”Sejauh ini PKB belum melakukan tindakan apa pun karena Ra Dulla belum mendaftar ke KPU,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam politik selalu ada kejutan. Bisa saja Ra Dulla tidak berangkat bersama H Hisan sebagai pasangan cabup-cawabup.  ”Sekarang Ra Dulla belum mendaftar. Kan bisa saja dia mundur, seperti cawagub Anas di Pilgub Jatim. Kami tidak mau berandai-andai, harus ada kepastian hukum,” terangnya.

Terkait rekomendasi PKB, DPP mengundang Hermanto Subaidi-Suparto untuk menerima amanat partai. Sedangkan Matorurrozaq Ismail alias Torul tidak mendapat undangan. ”Kami kebetulan mendampingi beliau (Herman-Suparto) bersama ketua DPC PKB. Insya Allah rekom ke Herman,” ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro mengatakan, DPP telah memberikan sepuluh syarat yang harus dipenuhi bacabup-bacawabup atau bacagub-bacawagub. Termasuk di Sampang. Salah satunya hasil survei.

Pertimbangan Gerindra memberi rekomendasi kepada Hermanto Subaidi karena dinilai memenuhi syarat. Karena itu, rekomendasi DPP Partai Gerindra sudah mengikat dan final. Pada saat itu dia juga memastikan Gerindra akan berkoalisi dengan PKB. ”Ada sebuah kewajiban bagi partai yang mengusung untuk berkoalisi. PKB-Gerindra sudah pasti berkoalisi,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/