alexametrics
24 C
Madura
Monday, May 23, 2022

22 Kabupaten dan Kota di Jatim Terkategori Rawan Banjir

SURABAYA – Kepala BPBD Jawa Timur (Jatim) Subhan Wahyudiono mengatakan, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. Dari ratusan gunung aktif itu, tujuh gunung diantaranya berada di wilayah jatim.

Subhan Wahyudiono mengatakan, selain tercatat sebagai provinsi yang memiliki gunung berapi, jatim juga tergolong sebagai kawasan yang rawan bencana. Mulai bencana banjir, longsor, gempa, cuaca ekstrim dan kekeringan.

“Sebab,  berdekatan dengan jalur pertemuan lempeng tektonik. Yakni, lempeng Indo-Australia. Iklim tropis menjadi pemicu banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim dan kekeringan,” ujarnya.

Berdasar kajian bencana tahun 2016-2020, ada 12 bencana bakal terjadi. “Ada 22 kabupaten/kota rawan banjir, 13 kabupaten/kota rawan longsor dan 23 kabupaten/kota rawan kekeringan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perbaiki Jalan di Madura, PU Bina Marga Jatim Siapkan Puluhan Miliar

Sementara itu, Pemprov Jatim menggelar Rapat Terbatas (Ratas)  tentang Penanganan Bencana Alam di Gedung Grahadi, Kamis (4/4). Ratas dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Ratas digelar untuk membuat regulasi agar korban bencana bisa ditangani lebih cepat. “Regulasi ini nantinya bersifat regional dan bisa berupa perda maupun pergub. Itu untuk mengatur nominal bantuan yang akan diberikan ke korban,” ujar gubernur.

Menurut gubernur, regulasi itu akan mengatur nominal anggaran untuk mengintervensi resiko bencana. Seperti bantuan rumah rusak, santunan kematian, dan bantuan jika petani gagal panen. “Jadi saat kita turun, sudah jelas apa yang bisa dilakukan dan atas dasar apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Tunggu SK Gubernur Terkait Pengisian Pjs Sekkab

Khofifah minta BPBD Jatim dan Dinas Sosial Jatim membahas secara detail regulasi tersebut. Sebab, berkaitan langsung jika terjadi bencana. “Nanti juga dibahas tugas dan tanggungjawab kabupaten/kota. Kalau bisa, bersinergi dengan Kementerian Sosial RI,” usulnya.

Gubernur mengingatkan, musim kemarau sebentar lagi tiba. BPBD Jatim diminta menyiapkan tangki air dan Dinas PU Cipta Karya Jatim membangun sumur bor. “Data BPBD bisa terkoneksi dengan Dinas PU Cipta Karya, Dinas ESDM maupun Biro Sumber Daya Alam,” tandasnya.

SURABAYA – Kepala BPBD Jawa Timur (Jatim) Subhan Wahyudiono mengatakan, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. Dari ratusan gunung aktif itu, tujuh gunung diantaranya berada di wilayah jatim.

Subhan Wahyudiono mengatakan, selain tercatat sebagai provinsi yang memiliki gunung berapi, jatim juga tergolong sebagai kawasan yang rawan bencana. Mulai bencana banjir, longsor, gempa, cuaca ekstrim dan kekeringan.

“Sebab,  berdekatan dengan jalur pertemuan lempeng tektonik. Yakni, lempeng Indo-Australia. Iklim tropis menjadi pemicu banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim dan kekeringan,” ujarnya.


Berdasar kajian bencana tahun 2016-2020, ada 12 bencana bakal terjadi. “Ada 22 kabupaten/kota rawan banjir, 13 kabupaten/kota rawan longsor dan 23 kabupaten/kota rawan kekeringan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Emil Dardak Terima Penghargaan Indonesia Visionary Leader

Sementara itu, Pemprov Jatim menggelar Rapat Terbatas (Ratas)  tentang Penanganan Bencana Alam di Gedung Grahadi, Kamis (4/4). Ratas dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Ratas digelar untuk membuat regulasi agar korban bencana bisa ditangani lebih cepat. “Regulasi ini nantinya bersifat regional dan bisa berupa perda maupun pergub. Itu untuk mengatur nominal bantuan yang akan diberikan ke korban,” ujar gubernur.

Menurut gubernur, regulasi itu akan mengatur nominal anggaran untuk mengintervensi resiko bencana. Seperti bantuan rumah rusak, santunan kematian, dan bantuan jika petani gagal panen. “Jadi saat kita turun, sudah jelas apa yang bisa dilakukan dan atas dasar apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Jatim Tak Sandang Predikat Zona Merah Lagi

Khofifah minta BPBD Jatim dan Dinas Sosial Jatim membahas secara detail regulasi tersebut. Sebab, berkaitan langsung jika terjadi bencana. “Nanti juga dibahas tugas dan tanggungjawab kabupaten/kota. Kalau bisa, bersinergi dengan Kementerian Sosial RI,” usulnya.

Gubernur mengingatkan, musim kemarau sebentar lagi tiba. BPBD Jatim diminta menyiapkan tangki air dan Dinas PU Cipta Karya Jatim membangun sumur bor. “Data BPBD bisa terkoneksi dengan Dinas PU Cipta Karya, Dinas ESDM maupun Biro Sumber Daya Alam,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/