alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

KPU Pamekasan Persilakan Cek DPS Pemilu 2019

PAMEKASAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pemilu 2019. Sebanyak 693.818 warga ditetapkan sebagai calon pemilih. Penyelenggara pemilihan mempersilakan masyarakat mengkroscek data tersebut.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, DPS pemilu itu dipajang di sejumlah titik strategis. Masyarakat dipersilakan memeriksa kembali data itu. Jika ada nama yang tidak layak dimasukkan sebagai DPS, dipersilakan melapor kepada penyelenggara. ”Konsep kami transparansi,” katanya Selasa (3/7).

Peran serta masyarakat sangat penting. Sebab, masyarakat yang mengetahui kondisi di lapangan. Semisal ada warga yang masuk DPS tetapi sudah meninggal, bisa dilaporkan ke KPU untuk dicoret.

KPU terbuka dengan masukan dari masyarakat agar data pemilih benar-benar valid sesuai dengan kondisi riil di lapangan. ”Kami menunggu masukan dari masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Mendung Adem Payungi Kampanye Gus Ipul-Puti Guntur

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, persoalan data sangat vital. KPU harus memastikan calon pemilih itu benar-benar orang yang memiliki hak suara. Jika ada masukan dari masyarakat segera ditindaklanjuti. ”Jangan sampai ada warga yang memiliki hak pilih tetapi tidak terakomodasi,” tandasnya.

DPS Pemilu 2019 ditetapkan 693.818 orang. Perinciannya, calon pemilih laki-laki 335.387 orang dan 358.431 calon pemilih perempuan. KPU juga menetapkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Pada pemilu akbar tahun depan, masyarakat akan memilih di 3.137 TPS di 178 desa dan 11 kelurahan.

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pemilu 2019. Sebanyak 693.818 warga ditetapkan sebagai calon pemilih. Penyelenggara pemilihan mempersilakan masyarakat mengkroscek data tersebut.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, DPS pemilu itu dipajang di sejumlah titik strategis. Masyarakat dipersilakan memeriksa kembali data itu. Jika ada nama yang tidak layak dimasukkan sebagai DPS, dipersilakan melapor kepada penyelenggara. ”Konsep kami transparansi,” katanya Selasa (3/7).

Peran serta masyarakat sangat penting. Sebab, masyarakat yang mengetahui kondisi di lapangan. Semisal ada warga yang masuk DPS tetapi sudah meninggal, bisa dilaporkan ke KPU untuk dicoret.


KPU terbuka dengan masukan dari masyarakat agar data pemilih benar-benar valid sesuai dengan kondisi riil di lapangan. ”Kami menunggu masukan dari masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Mobdin Raib, Sekwan Tak Salah┬áMinta Bantuan Polisi

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, persoalan data sangat vital. KPU harus memastikan calon pemilih itu benar-benar orang yang memiliki hak suara. Jika ada masukan dari masyarakat segera ditindaklanjuti. ”Jangan sampai ada warga yang memiliki hak pilih tetapi tidak terakomodasi,” tandasnya.

DPS Pemilu 2019 ditetapkan 693.818 orang. Perinciannya, calon pemilih laki-laki 335.387 orang dan 358.431 calon pemilih perempuan. KPU juga menetapkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Pada pemilu akbar tahun depan, masyarakat akan memilih di 3.137 TPS di 178 desa dan 11 kelurahan.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/