alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Suara Paling Buncit, Ra Imam Bangga. Ini Alasannya

BANGKALAN – KPU Bangkalan memang belum secara resmi menetapkan perolehan suara hasil pilkada. Namun dari penghitungan cepat yang dilakukan tim survei dan real count KPU RI, pasangan Imam Buchori-Mondir A. Rofii memperoleh suara paling buncit.

Bahkan, berdasarkan real count KPU RI sementara yang diambil dari formulir model C1 yang dikirim KPU Bangkalan, pasangan Beriman itu hanya memperoleh 102.974 suara atau 21,69 persen. Itu data KPU hingga pukul 17.00 Sabtu (30/6).

Dengan perolehan suara tersebut, Beriman kemungkinan besar gagal menuju pendapa. Sebab, perolehan suara untuk kandidat lain tidak terkejar. Pasangan R Abdul Latif Amin-Mohni (Salam) memperoleh 210.287 suara atau 44.29 persen.

Minimnya perolehan suara Beriman berdampak kepada gagalnya Imam Buchori jadi kepala daerah. Jika tetap di urutan nomor tiga, bisa dipastikan pria yang akrab disapa Ra Imam itu mencetak hat-trick gagal menuju Bangkalan satu. Yakni, pilkad pada 2008, 2012, dan 2018.

Baca Juga :  Coblos Ulang┬áKatol Barat Hanya Dihadiri 79 Pemilih

Kepada Jawa Pos Radar Madura, Ra Imam menyatakan, melihat persentase perolehan suara, Beriman ada di posisi nomor tiga. Ra Imam tetap bangga dengan perolehan suara tersebut. Sebab, suara itu murni dari masyarakat yang ingin perubahan. ”Tanpa embel-embel apa pun, uang, barang, dan janji kami bisa memperoleh suara yang demikian,” katanya kemarin.

Ra Imam tidak menyangka ada pemilih yang menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani. Dia sangat berterima kasih kepada pemilih yang telah memilih Beriman dalam kontestasi Pilkada Bangkalan 2018. ”Terima kasih kepada pemilih yang menggunakan hak pilihnya untuk paslon Beriman,” ucapnya.

Secara pribadi dia sudah tiga kali maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Keinginannya tersebut bukan untuk jabatan dan kekayaan semata. Akan tetapi, karena sudah saatnya Bangkalan berubah ke arah yang lebih baik.

Baca Juga :  Sepuluh Raperda Tertahan di Pemprov

”Saya berjuang di politik demi masyarakat Bangkalan. Bukan untuk kepentingan kelompok, apalagi pribadi. Sekali lagi, apa pun hasilnya saya tetap bangga,” tegasnya.

Itu menunjukkan masih ada respons dari masyarakat yang ingin Bangkalan berubah lebih baik. ”Semoga ke depan pemilih kita pandai dalam memilih dan memilah calon pemimpin di semua tingkatan,” terangnya.

Dia menambahkan, tiga kali maju di pilkada, baru tahun ini benar-benar dipilih langsung. Sementara dua pilkada sebelumnya selalu mendapat penjegalan. Menurut Ra Imam, siapa pun yang terpilih, semoga amanah dalam memimpin Bangkalan.

Namun, karena penetapan perolehan suara belum final, dia akan melihat dulu rekapitulasi di tingkat kabupaten. ”Kalau ada indikasi (kecurangan, Red) kami instruksikan para saksi tidak tanda tangan,” tandasnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – KPU Bangkalan memang belum secara resmi menetapkan perolehan suara hasil pilkada. Namun dari penghitungan cepat yang dilakukan tim survei dan real count KPU RI, pasangan Imam Buchori-Mondir A. Rofii memperoleh suara paling buncit.

Bahkan, berdasarkan real count KPU RI sementara yang diambil dari formulir model C1 yang dikirim KPU Bangkalan, pasangan Beriman itu hanya memperoleh 102.974 suara atau 21,69 persen. Itu data KPU hingga pukul 17.00 Sabtu (30/6).

Dengan perolehan suara tersebut, Beriman kemungkinan besar gagal menuju pendapa. Sebab, perolehan suara untuk kandidat lain tidak terkejar. Pasangan R Abdul Latif Amin-Mohni (Salam) memperoleh 210.287 suara atau 44.29 persen.


Minimnya perolehan suara Beriman berdampak kepada gagalnya Imam Buchori jadi kepala daerah. Jika tetap di urutan nomor tiga, bisa dipastikan pria yang akrab disapa Ra Imam itu mencetak hat-trick gagal menuju Bangkalan satu. Yakni, pilkad pada 2008, 2012, dan 2018.

Baca Juga :  Ra Latif Tenang Belum Pegang Rekom

Kepada Jawa Pos Radar Madura, Ra Imam menyatakan, melihat persentase perolehan suara, Beriman ada di posisi nomor tiga. Ra Imam tetap bangga dengan perolehan suara tersebut. Sebab, suara itu murni dari masyarakat yang ingin perubahan. ”Tanpa embel-embel apa pun, uang, barang, dan janji kami bisa memperoleh suara yang demikian,” katanya kemarin.

Ra Imam tidak menyangka ada pemilih yang menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani. Dia sangat berterima kasih kepada pemilih yang telah memilih Beriman dalam kontestasi Pilkada Bangkalan 2018. ”Terima kasih kepada pemilih yang menggunakan hak pilihnya untuk paslon Beriman,” ucapnya.

Secara pribadi dia sudah tiga kali maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Keinginannya tersebut bukan untuk jabatan dan kekayaan semata. Akan tetapi, karena sudah saatnya Bangkalan berubah ke arah yang lebih baik.

Baca Juga :  KPU Ajak Tolak Money Politics

”Saya berjuang di politik demi masyarakat Bangkalan. Bukan untuk kepentingan kelompok, apalagi pribadi. Sekali lagi, apa pun hasilnya saya tetap bangga,” tegasnya.

Itu menunjukkan masih ada respons dari masyarakat yang ingin Bangkalan berubah lebih baik. ”Semoga ke depan pemilih kita pandai dalam memilih dan memilah calon pemimpin di semua tingkatan,” terangnya.

Dia menambahkan, tiga kali maju di pilkada, baru tahun ini benar-benar dipilih langsung. Sementara dua pilkada sebelumnya selalu mendapat penjegalan. Menurut Ra Imam, siapa pun yang terpilih, semoga amanah dalam memimpin Bangkalan.

Namun, karena penetapan perolehan suara belum final, dia akan melihat dulu rekapitulasi di tingkat kabupaten. ”Kalau ada indikasi (kecurangan, Red) kami instruksikan para saksi tidak tanda tangan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/