Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UIN Madura Terbitkan Prosiding di Penerbit Bereputasi Internasional

H
Penulis: Hendriyanto❯

 

SUKSES: Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi bersama civitas akademika usai pembukaan ICONIS 2025.
SUKSES: Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi bersama civitas akademika usai pembukaan ICONIS 2025.


Advertisement

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali menorehkan prestasi akademik membanggakan di kancah global.

Kampus yang berlokasi di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan itu berhasil menerbitkan prosiding International Conference of Islamic Studies (ICONIS 2025) melalui Atlantis Press, salah satu penerbit bereputasi internasional yang terindeks WoS (Web of Science).

Prosiding tersebut menghimpun hasil penelitian, gagasan akademis, serta pemikiran kritis dari para peneliti, akademisi, praktisi, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Advertisement

Kehadirannya menandai kontribusi UIN Madura dalam menyuarakan ide-ide strategis di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan Islam di tingkat internasional.

Dengan mengusung tema “Islam, Culture, and STEM: Change and Sustainability in the Disruptive Era”, ICONIS 2025 mencoba menjawab tantangan global di era disrupsi.

Advertisement

Topik utama yang dibahas menyoroti peran integrasi Islam, budaya, dan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam menciptakan perubahan sekaligus menjaga keberlanjutan.

Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, menegaskan bahwa penerbitan prosiding internasional tersebut sejalan dengan misi besar kampus. Menurutnya, UIN Madura berkomitmen meneguhkan falsafah Asta Helix Tanèyan Lanjhâng sebagai kerangka pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang bersifat integratif.

“Konferensi ini menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi. Inilah wujud konkret pengembangan keilmuan yang berpijak pada iman, budaya, dan etika,” ujarnya.

AMANAH: Penyerahan simbolis oleh ketua panitia Iconis ke-9 Agung Dwi Bahtiar el Rizaq kepada Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi.
AMANAH: Penyerahan simbolis oleh ketua panitia Iconis ke-9 Agung Dwi Bahtiar el Rizaq kepada Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi.

Falsafah Tanèyan Lanjhâng sendiri merupakan tradisi sosial budaya Madura yang menggambarkan ruang terbuka tempat masyarakat hidup berdampingan, berinteraksi, dan membangun kebersamaan.

Dalam kerangka akademik, nilai-nilai ini diadaptasi untuk menghubungkan ilmu Islam dengan sains, teknologi, serta budaya global, sehingga menghasilkan keilmuan yang membumi sekaligus solutif.

Ketua Panitia ICONIS ke-9, Agung Dwi Bahtiar El Rizaq, menegaskan bahwa pengembangan keilmuan berbasis Tanèyan Lanjhâng adalah langkah strategis memperkuat identitas akademik UIN Madura.

Menurutnya, paradigma tersebut tidak sekadar simbol kultural, melainkan sebuah pendekatan integratif yang mampu menjembatani tradisi lokal, nilai Islam, dan tantangan global.

“Dengan kerangka ini, UIN Madura berkomitmen melahirkan generasi yang berakar kuat pada budaya dan spiritualitas, sekaligus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern,” tegas Agung.

Pernyataan itu mencerminkan tekad lembaga dalam memperluas cakrawala akademik dengan tetap berpijak pada kearifan lokal.

Keberhasilan prosiding ICONIS 2025 terbit di Atlantis Press juga memperlihatkan kualitas akademik dosen dan peneliti UIN Madura yang semakin diakui. Artikel-artikel yang termuat bukan hanya berasal dari Indonesia, melainkan juga dari berbagai negara peserta konferensi.

Hal ini membuka ruang dialog internasional yang lebih intens terkait isu-isu keislaman, kebudayaan, serta pendidikan berbasis STEM.

GO INTERNASIONAL: Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi didamping Ketua Senat Dr. H. Achmad Muhlis, M.A.  bersama pemateri dari Universitas Kyoto Jepang.
GO INTERNASIONAL: Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi didamping Ketua Senat Dr. H. Achmad Muhlis, M.A. bersama pemateri dari Universitas Kyoto Jepang.

Selain itu, publikasi tersebut menegaskan posisi UIN Madura sebagai salah satu perguruan tinggi Islam di Indonesia yang mampu bersaing di level global.

Publikasi internasional menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring akademik, meningkatkan reputasi kampus, dan memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat ilmiah dunia.

Dengan terbitnya prosiding ICONIS 2025, karya-karya akademik dari Madura kini dapat diakses secara global. Publikasi lengkap dapat diunduh melalui laman resmi Atlantis Press: https://www.atlantis-press.com/proceedings/iconis-25/articles.

Kehadiran prosiding ini sekaligus menjadi bukti bahwa UIN Madura terus berupaya memberi kontribusi nyata dalam percaturan akademik internasional. (dry)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Pamekasan Sabet Dua Penghargaan Wilwatikta Awards 2026

Pemkab Pamekasan Sabet Dua Penghargaan Wilwatikta Awards 2026

Dua penghargaan tersebut masing-masing diraih dalam kategori pengentasan kemiskinan serta inisiatif pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial.

Maju tanpa Kehilangan Jati Diri, Bupati-Wabup Pamekasan Ajak Rawat Budaya Madura

Maju tanpa Kehilangan Jati Diri, Bupati-Wabup Pamekasan Ajak Rawat Budaya Madura

Usia Kabupaten Pamekasan yang hampir lima abad menjadi bukti panjangnya perjalanan sejarah dan budaya. Namun, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jati diri sebagai bagian dari Madura.

UHC Pamekasan Kembali Prioritas Berobat Tinggal Tunjukkan KTP

UHC Pamekasan Kembali Prioritas Berobat Tinggal Tunjukkan KTP

Kembalinya layanan ini diharapkan meringankan beban masyarakat, terutama warga kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer