
SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menyediakan program beasiswa sahabat melalui Yayasan Beasiswa Sampang Bermartabat. Sebanyak 222 mahasiswa asal Kabupaten Sampang berebut beasiswa sahabat.
Ratusan mahasiswa itu mendaftar beasiswa sesuai yang disiapkan pemerintah daerah.
Perinciannya, 67 mahasiswa mendaftar beasiswa sahabat pintar prestasi, 102 mahasiswa mendaftar beasiswa sahabat bidikmisi, 46 mahasiswa melamar beasiswa sahabat tuntas, dan 7 mahasiswa mendaftar beasiswa sahabat tahfidz.
Pendaftar beasiswa tersebut tidak mungkin diterima semua. Sebab, kuota beasiswa sahabat 2025 hanya 52 mahasiswa.
Perinciannya, 5 kuota untuk beasiswa sahabat pintar, 25 kuota beasiswa sahabat bidikmisi, 15 kuota untuk beasiswa sahabat tuntas, dan 7 kuota untuk beasiswa sahabat tahfidz.
Sekretaris Yayasan Beasiswa Sampang Bermartabat Sutrisno menyampaikan, tahapan seleksi beasiswa sahabat sedang berjalan.
Tes wawancara bagi peserta yang lulus seleksi administrasi sudah tuntas. Selanjutnya, tinggal menunggu pengumuman yang dijadwalkan Agustus.
”Untuk beasiswa sahabat bidikmisi dan sahabat tuntas perlu dilalukan survei sebelum diumumkan,” ujarnya.
Sutrisno tidak menampik bahwa mahasiswa sangat antusias untuk mendapatkan beasiswa sahabat.
Dijelaskan, penerima beasiswa sahabat akan ditanggung biaya penunjang dan pendidikannya. Tapi, biaya penunjang sudah diatur zonasi dan besaran bantuannya tidak sama.
”Untuk beasiswa sahabat tuntas itu dibagi dua kategori. Yakni, untuk mahasiswa yang belajar di kampus luar Madura dan di dalam Madura,” jelasnya.
Pendiri Komunitas Rumah Desa Hebat Abu Rizal mengapresiasi langkah Pemkab Sampang karena membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa.
Program ini bisa menunjang peningkatan kualitas SDM di Kota Bahari.
Pria yang aktif memfasilitasi calon mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa itu berharap program ini konsisten dilaksanakan pemerintah.
Dirinya menyarankan pemerintah juga menyediakan beasiswa sahabat untuk calon mahasiswa baru. Sebab, program beasiswa sahabat hanya menyasar mahasiswa yang sudah aktif.
”Kalau mahasiswa aktif itu biasanya sudah lebih siap secara psikis maupun finansial untuk kuliah. Sementara, calon mahasiswa baru biasanya banyak yang khawatir tidak mampu membayar biaya ketika kuliah,” tukasnya. (jun/bil)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




