PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ditargetkan rampung Maret mendatang. Namun, target tersebut sulit tercapai di Kabupaten Pamekasan.
Sebab, hingga saat ini baru dua gedung KDMP yang tuntas dibangun 100 persen. Juga, 174 proyek masih dalam proses pembangunan.
Sedangkan 13 desa tidak memiliki lahan untuk membangun gedung tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Pamekasan Achmad Sjaifudin menyatakan, gedung KDMP yang tuntas dibangun berlokasi di Desa Samatan, Kecamatan Proppo. Serta di Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan.
”Ada enam yang sudah di atas 75 persen. Akan tetapi, kalau di rata-rata, sekitar 40 hingga 50 persen progresnya,” ungkapnya.
Meski begitu, pemerintah daerah terus berupaya memantau proses pembangunan yang sedang berlangsung.
Meskipun, pemda tidak memiliki otoritas maupun keterlibatan langsung. Karena pembangunan gerai KDMP sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat.
”Diskop baru terlibat nanti kalau sudah terbangun, dari aspek bisnis prosesnya. Dengan dibantu penanggung jawab operasional (PJO) dan bisnis asisten (BA) sebagai pendamping,” ungkapnya.
Namun, pihaknya tetap optimistis pembangunan gerai KDMP di Kota Gerbang Salam dapat diselesaikan sesuai target dari pemerintah pusat.
Yaitu, bisa rampung pada Maret mendatang sehingga dapat segera dimanfaatkan.
”Pemerintah daerah full support. Cuma yang menjadi persoalan saat ini hanya untuk penyediaan lahan di 13 KDMP itu. Tapi, sudah kami cari jalan keluarnya,” tegasnya.
Anggota DPRD Pamekasan Andy Suparto mendorong agar proses pembangunan KDMP segera diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Percepatan tersebut penting agar program nasional itu segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
”Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan seluruh aspek administrasi, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pesannya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti