PAMEKASAN, RadarMadura.id – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Pamekasan, Minggu (1/2).
Peristiwa itu mengakibatkan rumah warga, tempat usaha, fasilitas pendidikan, dan rumah ibadah rusak.
Salah satu yang terdampak bencana hidrometeorologi itu adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Al Buldani di Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu.
Embusan angin kencang disertai hujan deras menyebabkan atap bangunan kamar santri putri dan dapur pesantren terangkat.
Bahkan, sebagian material atap beterbangan. Akibat kejadian itu, kerusakan yang terjadi di Ponpes Al Buldani cukup parah.
Bahkan, membuat aktivitas para santri terganggu. Sementara pengelola ponpes telah menyiapkan langkah cepat untuk melakukan perbaikan.
”Kejadiannya Minggu (1/2) sekitar pukul 15.30. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Saat peristiwa terjadi, para santri sedang salat di musala,” ujar pengasuh Ponpes Al Buldani Lutfiadi.
Angin kencang juga mengakibatkan gudang ikan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, mengalami kerusakan berat.
Tidak hanya bagian atap yang ambruk, tembok di sisi samping dan bagian belakang gudang juga roboh.
”Saat peristiwa itu terjadi, terdapat tiga orang yang sedang bekerja. Mereka langsung berhamburan mendengar gemuruh angin,” ujar warga Desa Branta Pasisir Sultan Ali Syahbana.
Di lokasi berbeda, atap rumah milik warga di Kelurahan Barurambat Timur (Bartim), Kecamatan Pademawu, mengalami kerusakan sepanjang 10 meter.
Material atap berbahan seng beterbangan akibat embusan angin kencang.
”Mbak saya ada di dalam kamar dengan saudara lainnya. Hampir kena kayu yang jatuh. Tapi syukur, masih selamat,” terang Maimuna.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menjelaskan, dampak kerusakan akibat angin puting beliung tersebar di beberapa wilayah.
Berdasarkan pendataan sementara, ada 22 desa di tujuh kecamatan yang terdampak bencana angin puting beliung.
Kerusakan rumah warga terjadi di Kelurahan Bugih dan Kelurahan Kowel. Kemudian di Desa Sumedangan, Desa Jarin, Desa Sentol, Desa Lemper, Desa Pandan, serta Desa Konang, Kecamatan Galis.
Selanjutnya di Kelurahan Lawangan Daya Jalan Bonorogo; Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan; dan Desa Teja, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan.
Termasuk Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan; Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan; Dusun Betes, Desa Samiran, Kecamatan Proppo; serta Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan.
”Petugas masih terus melakukan asesmen karena masih ada tambahan laporan. Berapa jumlah bangunan yang terdampak, nanti kalau sudah rampung akan dirilis,” tuturanya.
Musibah angin kencang yang melanda Kota Gerbang Salam kali ini merupakan kali kedua sejak 2026.
Pada awal Januari terjadi di tiga kecamatan, yakni Pademawu, Galis, dan Kecamatan Pamekasan. Terdapat 14 bangunan milik warga rusak akibat musibah tersebut.
”Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Karena masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan,” pesannya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti