Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Produksi Garam Pamekasan Merosot

Amin Basiri • Kamis, 13 November 2025 | 14:47 WIB
KRISTAL ASIN: Seorang petani sedang mengecek kualitas garam di Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Rabu (23/8).
KRISTAL ASIN: Seorang petani sedang mengecek kualitas garam di Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Rabu (23/8).

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Produksi garam rakyat di Kabupaten Pamekasan tahun ini merosot tajam.

Buktinya, pada musim 2025 hanya tercatat sekitar 36.570 ton, sementara tahun lalu total produksi mencapai 119.700 ton.

Kabid Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Luthfie Asyari menyebut produksi garam bergantung pada cuaca.

Oleh sebab itu, kondisi panen tahun ini tidak optimal akibat fenomena kemarau basah yang berdampak pada proses kristalisasi garam.

”Cuaca tahun ini memang kurang mendukung. Masyarakat full panen satu bulan itu sekitar bulan AgustusSeptember.

Selebihnya terganggu hujan dan gerimis,” kata Luthfie, kemarin.

Meski produksi menurun, Luthfie mengeklaim harga garam masih cukup stabil, bahkan cenderung menguntungkan bagi petambak.

Pada awal musim, kisarannya Rp 1.200 per kilogram, dan kemudian Rp 2.000 per kilogram pada akhir musim.

”Saat ini, harga rata-rata di pasaran berkisar Rp 1.500 per kilogram. Masih menguntungkan bagi petambak garam,” tegasnya.

Dia mengeklaim, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil garam rakyat di Bumi Pamelingan.

Salah satunya melalui pendampingan dan pengusulan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) ke pemerintah provinsi dan pusat.

”Daerah tidak mempunyai kewenangan, alokasi bantuan langsung dari provinsi atau kementerian.

Kami rutin mengusulkan jika memang ada. Biasanya ada bantuan revitalisasi lahan tambak, teknologi geomembran, termasuk infrastruktur,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Amin Basiri