PAMEKASAN, RadarMadura.id– Harapan sejumlah pemuda dan remaja putri di Kabupaten Pamekasan untuk unjuk bakat dan pesona dalam ajang kacong-cebbing 2025 pupus sudah.
Pemerintah daerah memastikan kontestasi tahunan yang biasanya menjadi magnet generasi muda itu tidak digelar.
Staf Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Raju Putra Bandi menyebutkan, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama ajang pemilihan duta wisata itu ditiadakan.
Menurutnya, anggaran belanja daerah tahun ini difokuskan pada sektor prioritas lainnya.
”Kalau ada anggaranya tentu kami akan mengadakan, hanya tahun ini tidak ada. Kalau pemilihan kacong-cebbing ini memang seharusnya sudah digelar dan menyesuaikan dengan aggaran.
Tujuanya, untuk menjarinh talenta muda untuk promosi kearifan lokal di Pamekasan,” tuturnya.
Sebelumnya, Disporapar Pamekasan masih kecipratan anggaran sebesar Rp 190 juta untuk menggelar kegiatan tersebut.
Menurut Raju, minimnya anggaran juga akan berdampak pada pendelegasian pemuda Bumi Gerbang Salam dalam kontestasi raka-raki Jawa Timur tahun ini.
”Jika ada (Raka-raki Jawa Timur 2025, Red) kami ushakan untuk mendelegasikan.
Tetapi, kami masih menungu petunjuk dan arahan pimpinan. Sebab, pemilihan kacong cebbing sebagai acuan tidak diselenggarakan tahun ini,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (21/8).
Keputusan untuk meniadakan pemilihan kacong-cebbing 2025 tentu meninggalkan kekecewaan bagi sebagian pemuda.
Salah satunya adalah Rani Istighfarani. Perempuan 20 tahun itu mengaku tengah menunggu momen untuk bisa mendaftarkan diri dalam kontestasi tahunan tersebut.
”Kalau dibilang kecewa, tidak terlalu. Tetapi, saya menunggu informasi ini. Karena, memang berniat untuk bisa ikut dalam ajang bergengsi itu.
Kacong-cebbing kan bukan sekadar lomba kecantikan atau ketampanan, tapi juga wadah untuk memperkenalkan budaya Pamekasan,” pungkasnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri