Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kemantapan Jalan Kabupaten di Pamekasan Menurun, Semakin Jauh dari Harapan

Fatmasari Margaretta • Minggu, 6 April 2025 | 15:10 WIB
RUSAK: Pengendara motor hati-hati melintas di jalan rusak di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)
RUSAK: Pengendara motor hati-hati melintas di jalan rusak di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini kemantapan jalan kabupaten menurun.

Hal itu dipicu keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, utamanya kegiatan infrastruktur jalan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Tri Gunawan mengatakan, alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan minim dalam tiga tahun terakhir.

Dengan begitu, perbaikan jalan berkurang yang berdampak pada kerusakan jalan.

”Jadi, kerusakan jalan daerah lebih tinggi daripada perbaikan,” katanya.

Dia mengungkapkan, secara keseluruhan ruas jalan Kota Gerbang Salam sekitar 1.000 kilometer.

Hasil survei 2024, kemantapan jalannya hanya di angka 58 persen. Progres kemantapan jalan semakin jauh dari harapan.

Tri memaparkan, pihaknya tidak mampu melakukan perbaikan tahun ini. Dengan begitu, jalan rusak berat bertambah di atas 420 kilometer per 2023.

”Kami tidak ada anggaran pemeliharaan sehingga tingkat kerusakan lebih cepat,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya telah mengajukan anggaran perbaikan jalan melalui rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Anggaran yang dibutuhkan Rp 900 miliar.

”Itu hanya sebagian. Kalau diperbaiki semua butuh anggaran sekitar Rp 1 triliun,” paparnya.

Anggota Komisi III DPRD Pamekasan Armidin mengutarakan, setiap usulan anggaran tertuang di musrenbang.

Meskipun, pihaknya tidak bisa memastikan kekuatan anggaran pada 2026.

Dengan demikian, pihaknya meminta pemerintah daerah bisa mencari sumber anggaran di pemerintah pusat.

”Khawatir kondisi anggaran pada 2026 sama dengan tahun ini. Makanya, saya berharap pemimpin yang baru ini bisa bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mendongkrak anggaran,” tandasnya. (ay/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#anggaran #kemantapan jalan #rkpd #perbaikan #infrastruktur #kerusakan