26.4 C
Madura
Sunday, March 26, 2023

Insentif Honorer Nonkategori Tidak Merata

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sepakat memberikan insentif kepada guru honorer nonkategori. Namun, insentif itu terbatas sehingga tidak semua guru mendapat jatah.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyampaikan, legislatif dan eksekutif sepakat memberikan insentif bagi honorer nonkategori. Tetapi, tidak semua guru mendapat honor. Ada klasifikasi dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Total guru honorer nonkategori di Pamekasan 8.440 orang. Sementara itu, keuangan daerah sangat terbatas. ”Nanti ada klasifikasi masa pengabdian dan syarat lainnya,” kata Harun kemarin (30/12).

Belum diketahui secara pasti anggaran yang disiapkan untuk insentif guru tersebut. Harun berdalih, tim masih mengklasifikasi guru yang memenuhi syarat dan menghitung kekuatan anggaran.

Baca Juga :  Persaingan Batik Kian Ketat, Disperindag Malah Loyo

Dipastikan, insentif itu diberikan mulai tahun depan. Guru honorer nonkategori yang biasanya hanya menerima insentif setahun sekali mulai tahun depan bisa mendapat honor setiap bulan.

Menurut Harun, kebijakan tersebut bagian dari kepedulian pemerintah terhadap pengabdian guru itu. Terlebih, perjuangan legislatif yang terus mendesak eksekutif mencarikan pos anggaran.

Politikus PKS itu berharap, honor yang diberikan itu mampu mendorong kinerja guru lebih baik. Dengan demikian, generasi muda yang masih mengenyam pendidikan akan menjadi generasi emas untuk kemajuan Pamekasan.

Sementara itu, yang belum mendapat jatah insentif diharapkan tidak berkecil hati. Sebab, pada gilirannya juga akan mendapat jatah yang sama. ”Sabar, perjuangan ini belum selesai,” imbaunya.

Baca Juga :  Sudah Turun Hujan, Dropping Air Berlanjut

Ketua Forum Guru Honorer Nonkategori (FGH) Pamekasan Sahi bersyukur atas perhatian pemerintah. Menurut dia, pemberian insentif itu merupakan kepedulian yang luar biasa.

Meski tidak semua honorer mendapat insentif, minimal sebagian ada yang diberi honor sesuai klasifikasi. Klasifikasi tersebut berawal dari keterbatasan anggaran pemkab.

Sahi berharap, secara bertahap seluruh guru honorer nonkategori mendapat perhatian sama. Yakni, berupa pemberian insentif setiap bulan. ”Alhamdulillah kalau benar diberi insentif,” ucapnya.

Sahi menyadari pemerintah mengalami keterbatasan anggaran. Namun, guru honorer nonkategori butuh kesejahteraan. Pemberian insentif tiap bulan itu diharapkan menjadi pembuka bagi pemerintah agar memperhatikan seluruh guru honorer nonkategori. ”Alhamdulillah, kami berterima kasih atas perhatian pemerintah,” tandasnya.

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sepakat memberikan insentif kepada guru honorer nonkategori. Namun, insentif itu terbatas sehingga tidak semua guru mendapat jatah.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyampaikan, legislatif dan eksekutif sepakat memberikan insentif bagi honorer nonkategori. Tetapi, tidak semua guru mendapat honor. Ada klasifikasi dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Total guru honorer nonkategori di Pamekasan 8.440 orang. Sementara itu, keuangan daerah sangat terbatas. ”Nanti ada klasifikasi masa pengabdian dan syarat lainnya,” kata Harun kemarin (30/12).


Belum diketahui secara pasti anggaran yang disiapkan untuk insentif guru tersebut. Harun berdalih, tim masih mengklasifikasi guru yang memenuhi syarat dan menghitung kekuatan anggaran.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah terhadap Karapan Kelinci

Dipastikan, insentif itu diberikan mulai tahun depan. Guru honorer nonkategori yang biasanya hanya menerima insentif setahun sekali mulai tahun depan bisa mendapat honor setiap bulan.

Menurut Harun, kebijakan tersebut bagian dari kepedulian pemerintah terhadap pengabdian guru itu. Terlebih, perjuangan legislatif yang terus mendesak eksekutif mencarikan pos anggaran.

Politikus PKS itu berharap, honor yang diberikan itu mampu mendorong kinerja guru lebih baik. Dengan demikian, generasi muda yang masih mengenyam pendidikan akan menjadi generasi emas untuk kemajuan Pamekasan.

- Advertisement -

Sementara itu, yang belum mendapat jatah insentif diharapkan tidak berkecil hati. Sebab, pada gilirannya juga akan mendapat jatah yang sama. ”Sabar, perjuangan ini belum selesai,” imbaunya.

Baca Juga :  KPPN Lebih Awal Serahkan DIPA 2020 Ke Satker di Madura, Ini Tujuannya

Ketua Forum Guru Honorer Nonkategori (FGH) Pamekasan Sahi bersyukur atas perhatian pemerintah. Menurut dia, pemberian insentif itu merupakan kepedulian yang luar biasa.

Meski tidak semua honorer mendapat insentif, minimal sebagian ada yang diberi honor sesuai klasifikasi. Klasifikasi tersebut berawal dari keterbatasan anggaran pemkab.

Sahi berharap, secara bertahap seluruh guru honorer nonkategori mendapat perhatian sama. Yakni, berupa pemberian insentif setiap bulan. ”Alhamdulillah kalau benar diberi insentif,” ucapnya.

Sahi menyadari pemerintah mengalami keterbatasan anggaran. Namun, guru honorer nonkategori butuh kesejahteraan. Pemberian insentif tiap bulan itu diharapkan menjadi pembuka bagi pemerintah agar memperhatikan seluruh guru honorer nonkategori. ”Alhamdulillah, kami berterima kasih atas perhatian pemerintah,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Ra Latif Bawa Bangkalan Hat-Trick

SPBU Layani Pembelian BBM Pakai Drum

Kades Pamolaan Dukung Baksos JPRM

Kajari Tunjuk Kasipidsus

Artikel Terbaru

/