alexametrics
23.1 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Tiga Orang Terpilih Jadi Penerjemah Bahasa Madura

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) menggelar seleksi penerjemah karya sastra bahasa daerah. Yakni Bahasa Madura, Jawa, dan Using. Karya sastra dimaksud berupa novel, cerpen, dan puisi yang berbahasa daerah.

Proses seleksi dimulai dengan pendaftaran pada 20 April dan selesai pada 7 Mei 2021 lalu. Penyeleksian terdiri dari dua kegiatan. Pertama, seleksi administrasi. Kedua, seleksi atau tes penerjemahan langsung terhadap karya sastra berbahasa daerah.

Hasilnya, BBJT mengumumkan tiga orang yang terpilih untuk menerjemahkan karya Sastra Bahasa Madura pada Jumat lalu (28/5). Mereka adalah Adrian Pawitra. Dia menerjemahkan puisi saat tes. Dia beralamat di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Kemudian Nurul Fadhilah. Dia menerjemahkan cerpen. Dia beralamat di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Terakhir Moh. Hafid Effendy. Dia penerjemah cerpen pada saat tes. Moh. Hafid Effendy merupakan Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura yang beralamat di Kecamatan Kota Pamekasan.

Baca Juga :  Dewan Pendidikan Tak Akomodasi Perempuan

Salah satu peserta yang lolos seleksi, Moh. Hafid Effendy menerangkan, penerjemahan ini menerapkan dua pola. Yakni, penerjemahan karya bahasa Indonesia ke bahasa daerah dan karya berbahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia.

”Tugas kami nanti adalah menerjemahkan karya sastra, dari bahasa Madura ke dalam bahasa Indonesia. Tentu kami perlu menunggu karya apa saja yang akan diterjemahkan,” terangnya saat diwawancarai Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Sementara itu, Penerjemah Balai Bahasa Jatim Dwi Laily Sukmawati menuturkan, mereka yang terpilih dalam seleksi nanti akan ditugasi menerjemahkan karya. Ada empat buku karya sastra bahasa Madura yang dipilih dan akan diterjemahkan.

Tiga buah buku berupa cerpen dan satu buku karya sastra puisi. ”Satu penerjemah, satu buku. Nah, satu buku itu nanti penerjemah dari internal kami yang akan menerjemahkan, dalam hal ini saya sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wajib Bahasa Madura Nilai Tak Perlu Tunggu Perbup

Dia mengatakan, penerjemah puisi Madura nanti akan dilakukan Adrian. Cerpen-cerpen akan diterjemahkan oleh Hafid, Fadhilah, dan dia sendiri. Sementara empat judul buku yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan diumumkan dalam waktu dekat.

”Setelah buku kita berikan ke penerjemah, maksimal dua bulanan sudah harus kembali ke kita. Sebab, tahun ini kita harus menerbitkan 20 naskah karya sastra Madura, Jawa, dan Using. Saya berharap, penerjemahan karya sastra ini memperkaya khazanah sastra Indonesia dari daerah,” pungkasnya. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) menggelar seleksi penerjemah karya sastra bahasa daerah. Yakni Bahasa Madura, Jawa, dan Using. Karya sastra dimaksud berupa novel, cerpen, dan puisi yang berbahasa daerah.

Proses seleksi dimulai dengan pendaftaran pada 20 April dan selesai pada 7 Mei 2021 lalu. Penyeleksian terdiri dari dua kegiatan. Pertama, seleksi administrasi. Kedua, seleksi atau tes penerjemahan langsung terhadap karya sastra berbahasa daerah.

Hasilnya, BBJT mengumumkan tiga orang yang terpilih untuk menerjemahkan karya Sastra Bahasa Madura pada Jumat lalu (28/5). Mereka adalah Adrian Pawitra. Dia menerjemahkan puisi saat tes. Dia beralamat di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.


Kemudian Nurul Fadhilah. Dia menerjemahkan cerpen. Dia beralamat di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Terakhir Moh. Hafid Effendy. Dia penerjemah cerpen pada saat tes. Moh. Hafid Effendy merupakan Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura yang beralamat di Kecamatan Kota Pamekasan.

Baca Juga :  Satlantas Cegah Balapan Liar dengan Patroli Sahur

Salah satu peserta yang lolos seleksi, Moh. Hafid Effendy menerangkan, penerjemahan ini menerapkan dua pola. Yakni, penerjemahan karya bahasa Indonesia ke bahasa daerah dan karya berbahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia.

”Tugas kami nanti adalah menerjemahkan karya sastra, dari bahasa Madura ke dalam bahasa Indonesia. Tentu kami perlu menunggu karya apa saja yang akan diterjemahkan,” terangnya saat diwawancarai Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Sementara itu, Penerjemah Balai Bahasa Jatim Dwi Laily Sukmawati menuturkan, mereka yang terpilih dalam seleksi nanti akan ditugasi menerjemahkan karya. Ada empat buku karya sastra bahasa Madura yang dipilih dan akan diterjemahkan.

Tiga buah buku berupa cerpen dan satu buku karya sastra puisi. ”Satu penerjemah, satu buku. Nah, satu buku itu nanti penerjemah dari internal kami yang akan menerjemahkan, dalam hal ini saya sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Iconis Lima, Negara Pakistan dan India Berpartisipasi

Dia mengatakan, penerjemah puisi Madura nanti akan dilakukan Adrian. Cerpen-cerpen akan diterjemahkan oleh Hafid, Fadhilah, dan dia sendiri. Sementara empat judul buku yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan diumumkan dalam waktu dekat.

”Setelah buku kita berikan ke penerjemah, maksimal dua bulanan sudah harus kembali ke kita. Sebab, tahun ini kita harus menerbitkan 20 naskah karya sastra Madura, Jawa, dan Using. Saya berharap, penerjemahan karya sastra ini memperkaya khazanah sastra Indonesia dari daerah,” pungkasnya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/