22.6 C
Madura
Tuesday, June 6, 2023

Meledak di Tangan, Penambang Tewas

PAMEKASAN – Nasib nahas menimpa Muhebbi, 45, warga Desa Seddur, Kecamatan Pakong. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penambang batu itu meregang nyawa pasca alat penghancur batu meledak di tangannya kemarin (30/1).

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Iptu Nining Dyah S mengatakan, sesuai laporan Polsek Pakong, kejadian nahas itu diperkirakan pukul 10.00. Saati itu Muhebbi menambang batu untuk bahan bangunan.

Namun, alat yang diduga digunakan sebagai alat penghancur batu itu meledak di tangan korban. Akibatnya, warga Dusun Gunung Kenek itu mengalami luka bakar yang mengakibatkan meninggal dunia.

Bagian tubuh Muhebbi yang mengalami luka bakar di antaranya, kedua tangan serta bagian wajah. Bahkan, wajah pria yang mengenakan celana warna kuning itu hancur. ”Wajahnya hancur,” kata dia.

Baca Juga :  Komitmen Tingkatkan Pembangunan Madura

Korban ledakan alat penghancur batu itu dibawa ke Puskesmas Pakong untuk dilakukan visum. Kemudian, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.

Tindakan yang dilakukan polisi di antaranya, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), membuat sketsa TKP, dan meminta hasil visum dari puskesmas. Polisi juga melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Aktivis Mahasiswa Abd. Ghafur meminta agar kejadian tersebut dijadikan pelajaran bagi semua pihak. Lebih-lebih pemerintah. Pengawasan terhadap penambangan harus optimal.

Sebab, kegiatan tersebut sangat berbahaya. Apalagi, sekarang musim penghujan. Lokasi tambang batu rentan longsor. ”Pemerintah harus benar-benar mengawasi aktivitas pertambangan batu,” pintanya.

PAMEKASAN – Nasib nahas menimpa Muhebbi, 45, warga Desa Seddur, Kecamatan Pakong. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penambang batu itu meregang nyawa pasca alat penghancur batu meledak di tangannya kemarin (30/1).

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Iptu Nining Dyah S mengatakan, sesuai laporan Polsek Pakong, kejadian nahas itu diperkirakan pukul 10.00. Saati itu Muhebbi menambang batu untuk bahan bangunan.

Namun, alat yang diduga digunakan sebagai alat penghancur batu itu meledak di tangan korban. Akibatnya, warga Dusun Gunung Kenek itu mengalami luka bakar yang mengakibatkan meninggal dunia.


Bagian tubuh Muhebbi yang mengalami luka bakar di antaranya, kedua tangan serta bagian wajah. Bahkan, wajah pria yang mengenakan celana warna kuning itu hancur. ”Wajahnya hancur,” kata dia.

Baca Juga :  Macet gara-gara Terminal Tak Berfungsi

Korban ledakan alat penghancur batu itu dibawa ke Puskesmas Pakong untuk dilakukan visum. Kemudian, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.

Tindakan yang dilakukan polisi di antaranya, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), membuat sketsa TKP, dan meminta hasil visum dari puskesmas. Polisi juga melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Aktivis Mahasiswa Abd. Ghafur meminta agar kejadian tersebut dijadikan pelajaran bagi semua pihak. Lebih-lebih pemerintah. Pengawasan terhadap penambangan harus optimal.

- Advertisement -

Sebab, kegiatan tersebut sangat berbahaya. Apalagi, sekarang musim penghujan. Lokasi tambang batu rentan longsor. ”Pemerintah harus benar-benar mengawasi aktivitas pertambangan batu,” pintanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/