alexametrics
21.6 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Peserta Pelatihan Tak Dibekali Fasilitas

PAMEKASAN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pamekasan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan mereka mendapatkan pekerjaan. Namun sayang, usai pelatihan, peserta tidak dibekali fasilitas yang dibutuhkan.

Moh. Afifuddin mengaku sudah mengikuti kegiatan dari disnakertrans. Namun, ketika pelatihan selesai, tidak ada fasilitas yang diberikan kepada peserta. Pria yang tinggal di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, itu mengaku diberi sertifikat sebagai bukti mengikuti pelatihan.

Menurut dia, fasilitas sangat penting bagi peserta. Sebab, meski sudah memiliki potensi tapi tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, akan sulit berkembang. Peserta yang ikut pelatihan pasti menemui kesulitan dalam menerapkan keterampilan yang dimiliki.

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Ingatkan Warga Urus Ijin sebelum Dirikan Bangunan

Kasubbag Perencanaan Disnakertrans Pamekasan Mukhlisun mengatakan, pelatihan keterampilan dilakukan sebagai salah satu langkah disnakertrans untuk menekan angka pengangguran. Pihaknya memberikan pelatihan keterampilan kepada 128 warga yang belum memiliki pekerjaan.

Namun, pada pelatihan tersebut pihaknya tidak bisa menyediakan fasilitas sesuai keterampilan yang diajarkan kepada peserta. Dia berdalih terkendala masalah teknis. ”Kami terkendala teknis karena bantuan tersebut bersifat bansos dan tupoksinya dinsos bukan kami,” terangnya.

Menurut dia, progres masing-masing peserta cukup bagus. Utamanya, peserta di bidang menjahit dan bordir. Pada bidang tersebut, peserta sudah bisa menghasilkan pakaian hasil jahitan sendiri. Begitu juga dengan peserta di bidang bordir.

Disnakertrans memberikan pelatihan selama dua bulan. Yakni sejak September hingga awal November. Di antara bidang keterampilan yang diajarkan yaitu servis sepeda motor, instalasi listrik, menjahit, dan bordir. Tiap bidang terdiri atas 32 peserta.

Baca Juga :  Pemkab Terima Bansos Ratusan Miliar

”Progres peserta bagus. Untuk peserta di bidang jahit dan bordir sudah bisa menjahit dan membordir. Mereka bisa menghasilkan karya sendiri. Hanya, kami tidak bisa memberikan fasilitas,” pungkasnya. (bil)

 

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pamekasan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan mereka mendapatkan pekerjaan. Namun sayang, usai pelatihan, peserta tidak dibekali fasilitas yang dibutuhkan.

Moh. Afifuddin mengaku sudah mengikuti kegiatan dari disnakertrans. Namun, ketika pelatihan selesai, tidak ada fasilitas yang diberikan kepada peserta. Pria yang tinggal di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, itu mengaku diberi sertifikat sebagai bukti mengikuti pelatihan.

Menurut dia, fasilitas sangat penting bagi peserta. Sebab, meski sudah memiliki potensi tapi tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, akan sulit berkembang. Peserta yang ikut pelatihan pasti menemui kesulitan dalam menerapkan keterampilan yang dimiliki.

Baca Juga :  PLN Dorong Perekonomian Petani

Kasubbag Perencanaan Disnakertrans Pamekasan Mukhlisun mengatakan, pelatihan keterampilan dilakukan sebagai salah satu langkah disnakertrans untuk menekan angka pengangguran. Pihaknya memberikan pelatihan keterampilan kepada 128 warga yang belum memiliki pekerjaan.

Namun, pada pelatihan tersebut pihaknya tidak bisa menyediakan fasilitas sesuai keterampilan yang diajarkan kepada peserta. Dia berdalih terkendala masalah teknis. ”Kami terkendala teknis karena bantuan tersebut bersifat bansos dan tupoksinya dinsos bukan kami,” terangnya.

Menurut dia, progres masing-masing peserta cukup bagus. Utamanya, peserta di bidang menjahit dan bordir. Pada bidang tersebut, peserta sudah bisa menghasilkan pakaian hasil jahitan sendiri. Begitu juga dengan peserta di bidang bordir.

Disnakertrans memberikan pelatihan selama dua bulan. Yakni sejak September hingga awal November. Di antara bidang keterampilan yang diajarkan yaitu servis sepeda motor, instalasi listrik, menjahit, dan bordir. Tiap bidang terdiri atas 32 peserta.

Baca Juga :  Forum Pimpinan PT Komitmen Berikan Sumbangsih kepada Pemerintah

”Progres peserta bagus. Untuk peserta di bidang jahit dan bordir sudah bisa menjahit dan membordir. Mereka bisa menghasilkan karya sendiri. Hanya, kami tidak bisa memberikan fasilitas,” pungkasnya. (bil)

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/