alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Lima Bulan Tiga Sumur Bor Keluarkan Gas

PAMEKASAN – Sumur bor yang mengeluarkan gas di Dusun Klampek, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, terus menyita perhatian. Setiap hari warga berbondong-bondong menyaksikan fenomena alam itu.

Sunami Ningran, 55, pemilik sumur bor, menuturkan, pengeboran dimulai 15 Oktober lalu. Mesin bor terhambat lantaran mengenai batu besar. Namun karena mesin berukuran besar, pengeboran sumur terus dilakukan.

Dua batu besar bisa dilalui dengan baik. Pada 25 Oktober, pengeboran dihentikan. Mesin kembali mengenai hamparan batu. Anehnya, terdengar suara dentuman dari lubang sumur bor itu.

Keesokan harinya, pada 26 Oktober, mulut sumur menyemburkan air mengandung gas. Semburannya diperkirakan mencapai delapan meter. ”Tinggi sekitar delapan meter,” katanya Senin (29/10).

Tidak ada kecurigaan saat melihat semburan tersebut. Ningran hanya mengira sumber air sangat besar sehingga menyembur dengan kekuatan dahsyat. Kecurigaan mulai ada ketika sumur bor itu mengeluarkan suara dentuman terus-menerus.

Ningran bersama anaknya; Jailani, 37; menutup lubang sumur dengan plastik. Tidak disangka, plastik itu mengembung seperti balon mainan anak-anak. ”Kami curiga ada gas,” kata pria paro baya dengan tiga anak itu.

Baca Juga :  Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Blumbungan Tutup Jalan

Ningran berinisiatif memasang empat pipa besi. Dia mencoba membakar ujung pipa besi. Hasilnya, pipa tersebut menyala. ”Tetangga ke sini semua melihat sumur ini,” tuturnya.

Sekitar Juni lalu, kata Ningran, ada sumur bor yang juga menyemburkan gas. Lokasinya di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Jadi, tidak jauh dari sumur bor miliknya. Namun, kekuatan gas kecil.

Dua bulan berselang, sumur bor lainnya di Dusun Bujudan, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, juga mengeluarkan gas. Kekuatannya hampir sama dengan yang berlokasi di Bangkes. ”Gas ini paling besar,” tuturnya.

Kakek yang kemarin berbaju putih itu menyampaikan, tanah yang dimiliki itu diprediksi jalur gas. Beberapa waktu lalu, dari PT Pertamina melakukan survei gas. Pencarian tersebut melalui tanah sangkolan miliknya.

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Siap Mendukung Wacana Madura Jadi Provinsi

Lahan berukuran sekitar 30 x 10 meter persegi itu tidak produktif. Ditanami jenis tanaman apa pun hasilnya tidak baik. Pada musim tembakau, hasilnya jelek. Ditanami pepaya juga tidak tumbuh subur.

Lahan di Dusun Klampek gersang. Warga susah mencari air. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mereka menumpang ke sumur desa tetangga. ”Sangat sulit air. Makanya, saya mencoba membuat sumur bor,” ucap dia.

Ningran belum mengetahui langkah selanjutnya. Dia memilih membiarkan sumur bor itu menyemburkan gas. Sebab, pemerintah belum mengecek sumur bor yang diduga mengeluarkan gas tersebut.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Pamekasan Prama Jaya mengaku belum mengetahui informasi sumur bor mengeluarkan gas itu. ”Segera kami turunkan tim ke lokasi,” katanya.

Menurut dia, beberapa lokasi di Kecamatan Kadur dan sekitarnya memang mengandung gas. Namun, kekuatannya tidak terlalu besar. Biasanya bertahan tidak lebih dari sebulan. ”Nanti kami cek,” tukas dia.

PAMEKASAN – Sumur bor yang mengeluarkan gas di Dusun Klampek, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, terus menyita perhatian. Setiap hari warga berbondong-bondong menyaksikan fenomena alam itu.

Sunami Ningran, 55, pemilik sumur bor, menuturkan, pengeboran dimulai 15 Oktober lalu. Mesin bor terhambat lantaran mengenai batu besar. Namun karena mesin berukuran besar, pengeboran sumur terus dilakukan.

Dua batu besar bisa dilalui dengan baik. Pada 25 Oktober, pengeboran dihentikan. Mesin kembali mengenai hamparan batu. Anehnya, terdengar suara dentuman dari lubang sumur bor itu.


Keesokan harinya, pada 26 Oktober, mulut sumur menyemburkan air mengandung gas. Semburannya diperkirakan mencapai delapan meter. ”Tinggi sekitar delapan meter,” katanya Senin (29/10).

Tidak ada kecurigaan saat melihat semburan tersebut. Ningran hanya mengira sumber air sangat besar sehingga menyembur dengan kekuatan dahsyat. Kecurigaan mulai ada ketika sumur bor itu mengeluarkan suara dentuman terus-menerus.

Ningran bersama anaknya; Jailani, 37; menutup lubang sumur dengan plastik. Tidak disangka, plastik itu mengembung seperti balon mainan anak-anak. ”Kami curiga ada gas,” kata pria paro baya dengan tiga anak itu.

Baca Juga :  Dua Bulan Sita 1,7 Juta Batang Rokok

Ningran berinisiatif memasang empat pipa besi. Dia mencoba membakar ujung pipa besi. Hasilnya, pipa tersebut menyala. ”Tetangga ke sini semua melihat sumur ini,” tuturnya.

- Advertisement -

Sekitar Juni lalu, kata Ningran, ada sumur bor yang juga menyemburkan gas. Lokasinya di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Jadi, tidak jauh dari sumur bor miliknya. Namun, kekuatan gas kecil.

Dua bulan berselang, sumur bor lainnya di Dusun Bujudan, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, juga mengeluarkan gas. Kekuatannya hampir sama dengan yang berlokasi di Bangkes. ”Gas ini paling besar,” tuturnya.

Kakek yang kemarin berbaju putih itu menyampaikan, tanah yang dimiliki itu diprediksi jalur gas. Beberapa waktu lalu, dari PT Pertamina melakukan survei gas. Pencarian tersebut melalui tanah sangkolan miliknya.

Baca Juga :  Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Blumbungan Tutup Jalan

Lahan berukuran sekitar 30 x 10 meter persegi itu tidak produktif. Ditanami jenis tanaman apa pun hasilnya tidak baik. Pada musim tembakau, hasilnya jelek. Ditanami pepaya juga tidak tumbuh subur.

Lahan di Dusun Klampek gersang. Warga susah mencari air. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mereka menumpang ke sumur desa tetangga. ”Sangat sulit air. Makanya, saya mencoba membuat sumur bor,” ucap dia.

Ningran belum mengetahui langkah selanjutnya. Dia memilih membiarkan sumur bor itu menyemburkan gas. Sebab, pemerintah belum mengecek sumur bor yang diduga mengeluarkan gas tersebut.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Pamekasan Prama Jaya mengaku belum mengetahui informasi sumur bor mengeluarkan gas itu. ”Segera kami turunkan tim ke lokasi,” katanya.

Menurut dia, beberapa lokasi di Kecamatan Kadur dan sekitarnya memang mengandung gas. Namun, kekuatannya tidak terlalu besar. Biasanya bertahan tidak lebih dari sebulan. ”Nanti kami cek,” tukas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/