alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Tiap Hari Listrik Padam Tiga Kali

SAMPANG – Layanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terhadap pelanggan di Kecamatan Sokobanah, Sampang, dikeluhkan. Pemicunya, sudah seminggu terakhir ini listrik sering padam.

Saifurrahman, 31, warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, kemarin (29/8) mengatakan, pelanggan kecewa atas pelayanan PLN. Dia menganggap, PLN tidak cepat menangani gangguan jaringan listrik. ”Gangguan listrik setiap hari. Saya curiga ini ada unsur kesengajaan,” katanya.

Pelanggan PLN dirugikan akibat seringnya listrik padam. Warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan dan dokumen di kantor urusan agama (KAU) tak bisa dilayani akibat listrik padam. ”Bikin surat nikah tidak bisa. Bikin KTP juga tidak bisa. Ini semua akibat listrik tiap hari padam,” ungkapnya.

Baca Juga :  PLN Peringati Hari Pelanggan Nasional

Menurut dia, listrik padam setiap hari, mulai pagi hingga siang. Pada malam hari listrik juga sering padam. Dalam sehari semalam, listrik padam hingga tiga kali. ”Saya pernah tanya ke petugas PLN, penyebabnya katanya layangan. Tapi, kok padam tiap hari,” ujarnya.

Manajer PLN (Persero) Area Waru Tedi Prasetya membenarkan jaringan listrik dari Kecamatan Pegantenan menuju Batumarmar mengalami gangguan. Katika dilacak, gangguan terjadi akibat pohon yang menempel ke kabel listrik. ”Sudah empat hari jaringan listrik mengalami gangguan. Sudah kami lacak dan sudah ditemukan penyebanya,” terangnya.

Dia menyatakan, gangguan listrik di wilayah Ketapang kemungkinan besar disebabkan penyulang di Proppo. Pihaknya segera melacak sumber gangguan itu. ”Petugas lapangan sudah diterjunkan. Semoga cepat diatasi,” tegasnya.

Baca Juga :  IAIN Madura Buka Layanan Konseling

Menurut dia, penyebab gangguan listrik hingga terjadi pemadaman di rumah pelanggan yang ditangani PLN Rayon Waru yaitu pepohonan. Karena itu, pihaknya meminta kesadaran masyarakat untuk memotong sendiri pohon apabila mendekati kabel listrik.

”Masyarakat banyak yang melarang pohonnya dipotong oleh petugas. Itu susahnya. Padahal, itu mengganggu dan menyebabkan listrik padam,” tandasnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Layanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terhadap pelanggan di Kecamatan Sokobanah, Sampang, dikeluhkan. Pemicunya, sudah seminggu terakhir ini listrik sering padam.

Saifurrahman, 31, warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, kemarin (29/8) mengatakan, pelanggan kecewa atas pelayanan PLN. Dia menganggap, PLN tidak cepat menangani gangguan jaringan listrik. ”Gangguan listrik setiap hari. Saya curiga ini ada unsur kesengajaan,” katanya.

Pelanggan PLN dirugikan akibat seringnya listrik padam. Warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan dan dokumen di kantor urusan agama (KAU) tak bisa dilayani akibat listrik padam. ”Bikin surat nikah tidak bisa. Bikin KTP juga tidak bisa. Ini semua akibat listrik tiap hari padam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tunggakan Listrik Hampir Rp 1 M

Menurut dia, listrik padam setiap hari, mulai pagi hingga siang. Pada malam hari listrik juga sering padam. Dalam sehari semalam, listrik padam hingga tiga kali. ”Saya pernah tanya ke petugas PLN, penyebabnya katanya layangan. Tapi, kok padam tiap hari,” ujarnya.

Manajer PLN (Persero) Area Waru Tedi Prasetya membenarkan jaringan listrik dari Kecamatan Pegantenan menuju Batumarmar mengalami gangguan. Katika dilacak, gangguan terjadi akibat pohon yang menempel ke kabel listrik. ”Sudah empat hari jaringan listrik mengalami gangguan. Sudah kami lacak dan sudah ditemukan penyebanya,” terangnya.

Dia menyatakan, gangguan listrik di wilayah Ketapang kemungkinan besar disebabkan penyulang di Proppo. Pihaknya segera melacak sumber gangguan itu. ”Petugas lapangan sudah diterjunkan. Semoga cepat diatasi,” tegasnya.

Baca Juga :  94.249 Penerima Jamkestis Mencurigakan

Menurut dia, penyebab gangguan listrik hingga terjadi pemadaman di rumah pelanggan yang ditangani PLN Rayon Waru yaitu pepohonan. Karena itu, pihaknya meminta kesadaran masyarakat untuk memotong sendiri pohon apabila mendekati kabel listrik.

”Masyarakat banyak yang melarang pohonnya dipotong oleh petugas. Itu susahnya. Padahal, itu mengganggu dan menyebabkan listrik padam,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/