alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

JKN – KIS Harapan Bagi Para Pasien Cuci Darah

PAMEKASAN – Syaiful, warga Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan tidak pernah menyangka harus menjalani perawatan cuci darah. Padahal, usianya masih relatif muda.

Semula, Syaiful menderita penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit batu ginjal. Selanjutnya, divonis oleh dokter menderita gagal ginjal.

“Saya ada riwayat tekanan darah tinggi dan batu ginjal. Sempat dioperasi untuk menyembuhkan batu ginjalnya. Tapi, empat bulan kemudian badan sakit semua. Pas periksa, dokter bilang fungsi ginjal saya kurang baik,” ucapnya.

Syaiful pun mengikuti saran dokter agar menjalani cuci darah untuk dapat membantu fungsi ginjalnya. Sejak tahun 2018, ayah tiga anak ini telah menjalani perawatan cuci darah secara rutin sebanyak dua kali seminggu.

Baca Juga :  Pemanfaatan Pelabuhan Pasean Tak Jelas

“Awalnya cuci darah di Surabaya. Kemudian dokter yang di Surabaya menginformasikan kalau di Pamekasan sudah layanan cuci darah. Akhirnya saya cuci darah di sini (RSUD Pamekasan). Alhamdulillah, selama ini tidak ada kendala. Pelayanannya sama bagusnya baik di Surabaya maupun di Pamekasan,” kata pria 46 tahun itu.

Selama menjalani cuci darah, Syaiful merasa sangat terbantu dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Program yang berasaskan gotong royong itu telah membantunya menjalani cuci darah tanpa harus kesulitan finansial.

“Saya cuci darah bisa dua kali seminggu. Kalau harus membayar sendiri, berapa biaya yang harus saya keluarkan. Apalagi untuk masyarakat seperti saya, pasti sulit mencari uang. Alhamdulillah saya sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS. Program JKN – KIS ini membawa semangat atau harapan untuk pasien cuci darah,” pungkasnya (*/par)

Baca Juga :  Patroli, Satpol PP Turunkan Jemuran di Pagar Monumen Arek Lancor
- Advertisement -

PAMEKASAN – Syaiful, warga Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan tidak pernah menyangka harus menjalani perawatan cuci darah. Padahal, usianya masih relatif muda.

Semula, Syaiful menderita penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit batu ginjal. Selanjutnya, divonis oleh dokter menderita gagal ginjal.

“Saya ada riwayat tekanan darah tinggi dan batu ginjal. Sempat dioperasi untuk menyembuhkan batu ginjalnya. Tapi, empat bulan kemudian badan sakit semua. Pas periksa, dokter bilang fungsi ginjal saya kurang baik,” ucapnya.


Syaiful pun mengikuti saran dokter agar menjalani cuci darah untuk dapat membantu fungsi ginjalnya. Sejak tahun 2018, ayah tiga anak ini telah menjalani perawatan cuci darah secara rutin sebanyak dua kali seminggu.

Baca Juga :  Eks Mantri BRI Jadi Tersangka

“Awalnya cuci darah di Surabaya. Kemudian dokter yang di Surabaya menginformasikan kalau di Pamekasan sudah layanan cuci darah. Akhirnya saya cuci darah di sini (RSUD Pamekasan). Alhamdulillah, selama ini tidak ada kendala. Pelayanannya sama bagusnya baik di Surabaya maupun di Pamekasan,” kata pria 46 tahun itu.

Selama menjalani cuci darah, Syaiful merasa sangat terbantu dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Program yang berasaskan gotong royong itu telah membantunya menjalani cuci darah tanpa harus kesulitan finansial.

“Saya cuci darah bisa dua kali seminggu. Kalau harus membayar sendiri, berapa biaya yang harus saya keluarkan. Apalagi untuk masyarakat seperti saya, pasti sulit mencari uang. Alhamdulillah saya sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS. Program JKN – KIS ini membawa semangat atau harapan untuk pasien cuci darah,” pungkasnya (*/par)

Baca Juga :  Sambut HPN 2022, PWI Gelar Lomba Baca Puisi Multimedia
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/