alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Owner RS Larasati Ikut Promosikan Batik

PAMEKASAN – Owner RS Larasati Pamekasan Dra. Lerem Pundilaras, M.M. rupanya seorang kolektor batik tulis. Koleksi batik di rumahnya cukup banyak. Bahkan, dia sering kedatangan tamu dari luar daerah untuk melihat koleksinya.

Sabtu (28/7) dia kedatangan sejumlah orang dari berbagai kota di Indonesia. Yakni, dari Surabaya, Medan, Jakarta, Sumatera, dan daerah lainnya. Mereka tergabung dalam Komunitas Batik Jawa Timur (Kibas). Mereka diberi pemahaman mengenai batik.

            Perempuan yang dipanggil Laras itu berkeinginan melestarikan kekayaan budaya Indonesia berupa batik tulis. Perempuan yang juga penari itu menilai, walaupun batik tulis mahal, tidak rugi memilikinya. Batik memiliki aura berbeda yang tidak dimiliki bangsa lain.

Baca Juga :  RS Larasati Kerap Disatroni Maling, Beroperasi Tengah Malam

            Perempuan yang juga pelukis itu mengaku punya keinginan yang belum terealisasi. Yakni, memiliki galeri khusus koleksi ratusan batik tulisnya. Juga sebagai tempat menyimpan barang antik serta koleksi ukiran asli Madura.

Lahan yang akan dibangun galeri itu sudah ada, tinggal bangunannya. ”Galeri semisal rumah adat Madura itu nantinya bisa dikunjungi banyak orang, juga mengedukasi. Isinya batik tulis, lukisan, juga barang-barang antik. Semoga dalam waktu dekat terkabul. Amin,” harapnya. 

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Owner RS Larasati Pamekasan Dra. Lerem Pundilaras, M.M. rupanya seorang kolektor batik tulis. Koleksi batik di rumahnya cukup banyak. Bahkan, dia sering kedatangan tamu dari luar daerah untuk melihat koleksinya.

Sabtu (28/7) dia kedatangan sejumlah orang dari berbagai kota di Indonesia. Yakni, dari Surabaya, Medan, Jakarta, Sumatera, dan daerah lainnya. Mereka tergabung dalam Komunitas Batik Jawa Timur (Kibas). Mereka diberi pemahaman mengenai batik.

            Perempuan yang dipanggil Laras itu berkeinginan melestarikan kekayaan budaya Indonesia berupa batik tulis. Perempuan yang juga penari itu menilai, walaupun batik tulis mahal, tidak rugi memilikinya. Batik memiliki aura berbeda yang tidak dimiliki bangsa lain.

Baca Juga :  Petugas Harus Lebih Intens┬áPatroli

            Perempuan yang juga pelukis itu mengaku punya keinginan yang belum terealisasi. Yakni, memiliki galeri khusus koleksi ratusan batik tulisnya. Juga sebagai tempat menyimpan barang antik serta koleksi ukiran asli Madura.

Lahan yang akan dibangun galeri itu sudah ada, tinggal bangunannya. ”Galeri semisal rumah adat Madura itu nantinya bisa dikunjungi banyak orang, juga mengedukasi. Isinya batik tulis, lukisan, juga barang-barang antik. Semoga dalam waktu dekat terkabul. Amin,” harapnya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

PKB Tunda Deklarasi Bakal Calon

Seminar Kehamilan IDI Bangkalan Sukses

OSN Tingkatkan Mutu Pendidikan

Artikel Terbaru

/