alexametrics
22.1 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

BPJS Kesehatan Gelar Senam Sehat Kolosal

PAMEKASAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pamekasan menggelar senam sehat kolosal 18.818 di lapangan Pandapa Ronggosukowati Sabtu (28/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Asian Games XVIII dan merayakan HUT Ke-50 BPJS Kesehatan.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur. Di antaranya, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-kartu Indonesia sehat (JKN-KIS), fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, stakeholder terkait, dan para duta BPJS Kesehatan.

”Melalui kegiatan ini, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya menerapkan pola hidup sehat. Cukup dengan senam rutin setiap pagi, kita sudah bisa meningkatkan kebugaran dan sistem imun kita sehingga tidak mudah sakit,” kata Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan KC Pamekasan Eko D.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Dianggap Tak Berpihak pada Pasien

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat berperilaku sehat sehari-hari, jumlah peserta JKN-KIS yang sakit diharapkan menurun. Dengan demikian, pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan untuk program promotif-preventif agar masyarakat tetap sehat.

”Dengan mengajak serta masyarakat untuk membiasakan berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat. Dampak jangka panjangnya diharapkan bisa menekan jumlah penderita penyakit katasropik di Indonesia,” terangnya.

Eko menjelaskan, pada 2017 biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik mencapai Rp 18,4 triliun atau 21,8 persen dari biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan. Karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus menjaga masyarakat yang sehat agar tetap sehat melalui program promotif-preventif.

”Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi dapat mengelola risiko tersebut melalui program pengelolaan penyakit kronis (prolanis),” terangnya.

Baca Juga :  Pemilu Aman, Jurdil, Transparan, dan Demokratis

Penyakit katastropik bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Kesehatan menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan bangsa. Sebab, kesehatan memengaruhi produktivitas penduduknya.

”Kami berharap, kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat meningkat dari waktu ke waktu,” ucapnya.

Sampai Jumat (20/7), jelas dia, terdapat 199,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN-KIS. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan 22.322 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), 2.406 rumah sakit dan klinik utama, 1.599 apotek, dan 1.078 optik. 

PAMEKASAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pamekasan menggelar senam sehat kolosal 18.818 di lapangan Pandapa Ronggosukowati Sabtu (28/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Asian Games XVIII dan merayakan HUT Ke-50 BPJS Kesehatan.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur. Di antaranya, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-kartu Indonesia sehat (JKN-KIS), fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, stakeholder terkait, dan para duta BPJS Kesehatan.

”Melalui kegiatan ini, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya menerapkan pola hidup sehat. Cukup dengan senam rutin setiap pagi, kita sudah bisa meningkatkan kebugaran dan sistem imun kita sehingga tidak mudah sakit,” kata Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan KC Pamekasan Eko D.

Baca Juga :  JKN – KIS Hindarkan Keluarga Kami dari Utang Biaya Pengobatan

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat berperilaku sehat sehari-hari, jumlah peserta JKN-KIS yang sakit diharapkan menurun. Dengan demikian, pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan untuk program promotif-preventif agar masyarakat tetap sehat.

”Dengan mengajak serta masyarakat untuk membiasakan berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat. Dampak jangka panjangnya diharapkan bisa menekan jumlah penderita penyakit katasropik di Indonesia,” terangnya.

Eko menjelaskan, pada 2017 biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik mencapai Rp 18,4 triliun atau 21,8 persen dari biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan. Karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus menjaga masyarakat yang sehat agar tetap sehat melalui program promotif-preventif.

”Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi dapat mengelola risiko tersebut melalui program pengelolaan penyakit kronis (prolanis),” terangnya.

Baca Juga :  Pakai Aplikasi Mobile JKN Buatan BPJS Kesehatan, Pelayanan Jadi Lancar

Penyakit katastropik bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Kesehatan menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan bangsa. Sebab, kesehatan memengaruhi produktivitas penduduknya.

”Kami berharap, kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat meningkat dari waktu ke waktu,” ucapnya.

Sampai Jumat (20/7), jelas dia, terdapat 199,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN-KIS. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan 22.322 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), 2.406 rumah sakit dan klinik utama, 1.599 apotek, dan 1.078 optik. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Target PAD BUMD Rp 2 Miliar

Logistik Pemilu Belum Lengkap

SMPN 2 Pasean Tak Diminati

Artikel Terbaru

/