alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Sanksi ASN Bolos Penundaan Kenaikan Gaji Berkala

PAMEKASAN – Data belasan aparatur sipil negara (ASN) yang bolos pada hari pertama kerja pasca-Lebaran sudah berada di meja Pj bupati Pamekasan. Inspekorat mengklaim sudah mengirim nama-nama ASN untuk diberikan sanksi.

”Sudah kami kirimkan ke Pj bupati 14 nama ASN yang bolos tanpa keterangan. Nanti dari Pj bupati diserahkan ke BKPSDM,” kata Kepala Inspektorat Pamekasan Budi Suprapto, Jumat (29/6).

Belasan ASN tersebut tidak perlu dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Sebab inspektorat telah melakukan telaah berdasarkan absensi. Jika ada yang tidak masuk kerja, langsung dicatat. Kecuali yang izin seperti hamil, sakit, atau tugas belajar.

”Tidak usah dipanggil karena itu pelanggaran khusus. Jadi langsung direkomendasikan ke bupati. Kami sudah mengecek saat apel dan sidak ke OPD,” bebernya.

Baca Juga :  Bekali Siswa SAE dengan Keterampilan

Berdasarkan telaah inspektorat, 14 ASN itu direkomenadsikan mendapatkan sanksi berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun. ”Berdasarkan surat edaran Kemen PAN-RB, pasca-Lebaran tidak boleh menambah hari libur. Ada yang bolos tanpa keterangan, kami rekomendasikan untuk disanksi,” tegas dia.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera bagi ASN nakal. Tujuannya, agar ASN dapat meningkatkan kinerja. Sebab mereka telah disumpah saat diangkat menjadi ASN. ”Kami harap ASN menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya.

 

PAMEKASAN – Data belasan aparatur sipil negara (ASN) yang bolos pada hari pertama kerja pasca-Lebaran sudah berada di meja Pj bupati Pamekasan. Inspekorat mengklaim sudah mengirim nama-nama ASN untuk diberikan sanksi.

”Sudah kami kirimkan ke Pj bupati 14 nama ASN yang bolos tanpa keterangan. Nanti dari Pj bupati diserahkan ke BKPSDM,” kata Kepala Inspektorat Pamekasan Budi Suprapto, Jumat (29/6).

Belasan ASN tersebut tidak perlu dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Sebab inspektorat telah melakukan telaah berdasarkan absensi. Jika ada yang tidak masuk kerja, langsung dicatat. Kecuali yang izin seperti hamil, sakit, atau tugas belajar.


”Tidak usah dipanggil karena itu pelanggaran khusus. Jadi langsung direkomendasikan ke bupati. Kami sudah mengecek saat apel dan sidak ke OPD,” bebernya.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Siswa-Siswi Berprestasi

Berdasarkan telaah inspektorat, 14 ASN itu direkomenadsikan mendapatkan sanksi berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun. ”Berdasarkan surat edaran Kemen PAN-RB, pasca-Lebaran tidak boleh menambah hari libur. Ada yang bolos tanpa keterangan, kami rekomendasikan untuk disanksi,” tegas dia.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera bagi ASN nakal. Tujuannya, agar ASN dapat meningkatkan kinerja. Sebab mereka telah disumpah saat diangkat menjadi ASN. ”Kami harap ASN menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/