alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Dewan Pendidikan Rekomendasikan Tunda Zonasi PPDB

PAMEKASAN – Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan merekomendasikan dinas pendidikan (disdik) setempat menunda penerapan PPDB sistem zonasi. Sebab, ketentuan sistem zonasi PPDB SD dan SMP belum dipahami masyarakat.

”Kami merekomendasi PPDB sistem zonasi ditunda agar klir dulu. Mumpung PPDB belum dimulai. Tahun depan bisa direalisasikan PPDB sistem zonasi,” kata Pengurus DP Pamekasan Zainal Alim.

Dia menilai, disdik belum siap merealisasikan PPDB sistem zonasi. Sampai saat ini perbup tentang itu belum turun. Seharusnya kebijakan sudah bisa diketahui masyarakat. ”Bukan lemah sistem zonasinya. Tapi interpretasi zonasi di Pamekasan belum jelas,” ujarnya.

Zainal Alim meminta disdik melakukan persiapan secara matang. Termasuk dalam menentukan sistem zonasi. Ketentuan itu harus disosialisasikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Pindah ke Branta

”Ada calon siswa yang rumahnya di belakang SD, tapi tidak diterima di sekolah itu karena bukan kelurahannya. Dia harus sekolah di kelurahannya, padahal jauh dan tidak maju. Untuk masyarakat tertentu tidak mungkin masuk sekolah itu,” katanya.

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun menyatakan, PPDB sistem zonasi tetap dilaksanakan tahun ajaran ini. Sistem tersebut seharusnya sudah dilaksanakan pada tahun lalu. ”Tahun lalu sudah ada toleransi. Kami sudah siapkan aturannya. Tahun ini harus kami realisasikan,” ujar pemenang tokoh pendidikan Madura Awards 2017 itu.

Kebijakan tersebut baik dan adil dalam rangka pemeretaan pendidikan. Jika tidak ada zonasi, siswa akan berbondong-bondong mendaftar ke sekolah favorit. ”Kami jalankan sembari kita melakukan perbaikan. Sistem ini keadilannya lebih tinggi untuk pemerataan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Salahkan Disperindag, DLH Pamekasan Enggan Angkut Sampah Pasar

PPDB SD masih akan dilangsungkan pada 5–16 Juli. Sementara PPDB untuk SMP dimulai 2–5 Juli mendatang.

 

PAMEKASAN – Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan merekomendasikan dinas pendidikan (disdik) setempat menunda penerapan PPDB sistem zonasi. Sebab, ketentuan sistem zonasi PPDB SD dan SMP belum dipahami masyarakat.

”Kami merekomendasi PPDB sistem zonasi ditunda agar klir dulu. Mumpung PPDB belum dimulai. Tahun depan bisa direalisasikan PPDB sistem zonasi,” kata Pengurus DP Pamekasan Zainal Alim.

Dia menilai, disdik belum siap merealisasikan PPDB sistem zonasi. Sampai saat ini perbup tentang itu belum turun. Seharusnya kebijakan sudah bisa diketahui masyarakat. ”Bukan lemah sistem zonasinya. Tapi interpretasi zonasi di Pamekasan belum jelas,” ujarnya.


Zainal Alim meminta disdik melakukan persiapan secara matang. Termasuk dalam menentukan sistem zonasi. Ketentuan itu harus disosialisasikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Kesulitan Urus Izin Tambang, Penambang Mengeluh ke Pemkab

”Ada calon siswa yang rumahnya di belakang SD, tapi tidak diterima di sekolah itu karena bukan kelurahannya. Dia harus sekolah di kelurahannya, padahal jauh dan tidak maju. Untuk masyarakat tertentu tidak mungkin masuk sekolah itu,” katanya.

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun menyatakan, PPDB sistem zonasi tetap dilaksanakan tahun ajaran ini. Sistem tersebut seharusnya sudah dilaksanakan pada tahun lalu. ”Tahun lalu sudah ada toleransi. Kami sudah siapkan aturannya. Tahun ini harus kami realisasikan,” ujar pemenang tokoh pendidikan Madura Awards 2017 itu.

Kebijakan tersebut baik dan adil dalam rangka pemeretaan pendidikan. Jika tidak ada zonasi, siswa akan berbondong-bondong mendaftar ke sekolah favorit. ”Kami jalankan sembari kita melakukan perbaikan. Sistem ini keadilannya lebih tinggi untuk pemerataan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Hotel Front One Disegel, Pengelola Pilih Tidak Menuntut
- Advertisement -

PPDB SD masih akan dilangsungkan pada 5–16 Juli. Sementara PPDB untuk SMP dimulai 2–5 Juli mendatang.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/