alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Semua Anggota Keluarga Terdaftar JKN-KIS, Homsun Kini Lebih Tenang

BANGKALAN – Sebagai kepala keluarga, Homsunurullah wajib memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Saat ini bukan hanya dengan pemenuhan kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan. Tapi, juga menyediakan jaminan kesehatan yang memadai.

Karena itu, sejak bekerja mulai tahun 2014, Homsunurullah secara sukarela menyisihkan penghasilannya untuk membayar iuran program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan.

Menurut pria 31 tahun asal Kelurahan Pangeranan itu, membayar iuran itu penting sebagai proteksi terhadap kemungkinan sakit dan keperluan pelayanan kesehatan dirinya dan keluarga.

“Sakit kan datangnya bisa kapan saja. Kalau sakitnya ringan, bisa beli obat sendiri ke apotek. Tapi kalau sampai ke rumah sakit, harus berfikir biaya juga,” ujar pria yang akrab disapa Hosun itu.

Baca Juga :  Dana BOP Empat TPQ Akhirnya Dikembalikan

Jika seseorang terserang penyakit, sambung Hosun, bukan hanya kondisi kesehatan yang menurun. Tapi finansial juga terganggu. Sebab, biaya pelayanan kesehatan kian tinggi.

Namun, dengan menjadi peserta JKN-KIS, Homsun hanya perlu menyisihkan satu persen dari penghasilannya. Itu untuk mendapat pelayanan kesehatan bagi ke empat anggota keluarganya.

“Kalau anak sama istri saya sudah punya BPJS (JKN-KIS, Red). Lebih baik menyisihkan uang untuk membayar iuran BPJS daripada bingung cari biaya berobat. Tapi, saya berharap semua anggota keluarga selalu sehat,” pungkasnya. (ar/tw)

- Advertisement -

BANGKALAN – Sebagai kepala keluarga, Homsunurullah wajib memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Saat ini bukan hanya dengan pemenuhan kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan. Tapi, juga menyediakan jaminan kesehatan yang memadai.

Karena itu, sejak bekerja mulai tahun 2014, Homsunurullah secara sukarela menyisihkan penghasilannya untuk membayar iuran program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan.

Menurut pria 31 tahun asal Kelurahan Pangeranan itu, membayar iuran itu penting sebagai proteksi terhadap kemungkinan sakit dan keperluan pelayanan kesehatan dirinya dan keluarga.


“Sakit kan datangnya bisa kapan saja. Kalau sakitnya ringan, bisa beli obat sendiri ke apotek. Tapi kalau sampai ke rumah sakit, harus berfikir biaya juga,” ujar pria yang akrab disapa Hosun itu.

Baca Juga :  M. Mahrus Aly, Tokoh Muda Cetak Generasi Tangguh Melalui Madrasah

Jika seseorang terserang penyakit, sambung Hosun, bukan hanya kondisi kesehatan yang menurun. Tapi finansial juga terganggu. Sebab, biaya pelayanan kesehatan kian tinggi.

Namun, dengan menjadi peserta JKN-KIS, Homsun hanya perlu menyisihkan satu persen dari penghasilannya. Itu untuk mendapat pelayanan kesehatan bagi ke empat anggota keluarganya.

“Kalau anak sama istri saya sudah punya BPJS (JKN-KIS, Red). Lebih baik menyisihkan uang untuk membayar iuran BPJS daripada bingung cari biaya berobat. Tapi, saya berharap semua anggota keluarga selalu sehat,” pungkasnya. (ar/tw)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/