alexametrics
21.5 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pandemi Covid-18, Mobile JKN Dilengkapi Fitur Skrining Mandiri

PAMEKASAN – Aplikasi Mobile JKN kini dilengkapi fitur skrining mandiri. Fitur canggih itu untuk membantu seseorang mengetahui risiko tertular Covid-19. Aplikasi itu sudah dicoba Saherman, 32, warga Kecamatan Larangan.

“Saya setiap hari kerja di luar rumah dan bertemu orang banyak. Kadang, takut kena (Covid–19, Red). Apalagi, di rumah saya ada anak kecil,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Herman itu menjelaskan, berbagai upaya dilakukan agar tidak terpapar Covid–19. Selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), juga melakukan skrining mandiri Covid–19 melalui aplikasi Mobile JKN.

“Awalnya tidak sengaja sih Mas. Mau buka mobile JKN untuk pindah dokter (faskes primer, Red) yang lebih dekat dari rumah. Informasi dari kantor BPJS, pindah faskes langsung lewat Mobile JKN. Tapi pas ada notifikasi untuk skirining Covid–19, saya coba-coba saja,” imbuhnya.

Baca Juga :  Belasan Ribu Warga Buta Aksara

Herman mengapresiasi fitur skrining Covid–19 yang terdapat pada aplikasi Mobile JKN. Menurut dia, fitur tersebut sangat membantu seseorang untuk mengetahui sejauh mana dirinya beresiko terpapar Covid–19.

“Isinya seperti pertanyaan–pertanyaan gitu Mas. Kita isi sesuai kondisi masing–masing. Setelah diisi muncul hasilnya. Sesuai data di aplikasi Mobile JKN, resiko saya terpapar rendah. Aplikasi ini bagus lah, Mobile JK semakin canggih,” pujinya.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan turun tangan melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19. Badan publik itu kemudian meluncurkan fitur skrining mandiri Covid–19 melalui aplikasi Mobile JKN. (ar/tw)

PAMEKASAN – Aplikasi Mobile JKN kini dilengkapi fitur skrining mandiri. Fitur canggih itu untuk membantu seseorang mengetahui risiko tertular Covid-19. Aplikasi itu sudah dicoba Saherman, 32, warga Kecamatan Larangan.

“Saya setiap hari kerja di luar rumah dan bertemu orang banyak. Kadang, takut kena (Covid–19, Red). Apalagi, di rumah saya ada anak kecil,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Herman itu menjelaskan, berbagai upaya dilakukan agar tidak terpapar Covid–19. Selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), juga melakukan skrining mandiri Covid–19 melalui aplikasi Mobile JKN.

“Awalnya tidak sengaja sih Mas. Mau buka mobile JKN untuk pindah dokter (faskes primer, Red) yang lebih dekat dari rumah. Informasi dari kantor BPJS, pindah faskes langsung lewat Mobile JKN. Tapi pas ada notifikasi untuk skirining Covid–19, saya coba-coba saja,” imbuhnya.

Baca Juga :  Proyek LPJU Rp 750 Juta Molor

Herman mengapresiasi fitur skrining Covid–19 yang terdapat pada aplikasi Mobile JKN. Menurut dia, fitur tersebut sangat membantu seseorang untuk mengetahui sejauh mana dirinya beresiko terpapar Covid–19.

“Isinya seperti pertanyaan–pertanyaan gitu Mas. Kita isi sesuai kondisi masing–masing. Setelah diisi muncul hasilnya. Sesuai data di aplikasi Mobile JKN, resiko saya terpapar rendah. Aplikasi ini bagus lah, Mobile JK semakin canggih,” pujinya.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan turun tangan melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19. Badan publik itu kemudian meluncurkan fitur skrining mandiri Covid–19 melalui aplikasi Mobile JKN. (ar/tw)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/