alexametrics
22.2 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Misdi: JKN-KIS Sangat Bermanfaat bagi Keluarga Saya

PAMEKASAN – Awalnya, Misdi kurang begitu memahami program jaminan kesehatan nasional (JKN) dan manfaat kartu Indonesia sehat (KIS). Bahkan, KIS miliknya dianggap tidak penting.

Kini, pedagang bakso berusia 35 tahun itu menyatakan program JKN-KIS sangat bermanfaat. Misdi kini terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen penerima bantuan iuran (PBI).

“Semula, saya tidak terlalu menganggap penting KIS. Wong saya masih sehat. Jadi, hanya disimpan. Belum mengerti kegunaannya,”  ujarnya.

Misdi baru memahami kegunaan KIS ketika istrinya hendak melahirkan. Saat itu, bidan desa setempat menyarankan Misdi menggunakan KIS.

“Pas memeriksakan istri, diberi tahu sama bu bidan, kalau melahirkan di puskesmas saja menggunakan KIS,” jelasnya.

Baca Juga :  14 Parpol Belum Serahkan LPPDK ke KPU Pamekasan

Ketika hendak melahirkan di puskesmas, Misdi masih kurang begitu yakin seluruh biaya pelayanan kesehatan istrinya dijamin BPJS Kesehatan. Karena itu, tetap mempersiapkan sejumlah uang.

“Kan harus jaga-jaga. Khawatir harus membayar. Ternyata tidak ada biaya, ya saya kaget tapi senang,” imbuhnya sambil tersenyum.

Misdi mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta JKN-KIS yang telah membayar iuran. Sebab, dirinya mengaku sangat terbantu semangat gotong royong seluruh peserta JKN-KIS.

“Saya berharap BPJS kesehatan semakin sukses dan semakin baik. Saya sudah merasakan manfaatnya. Kalau dulu harus mengeluarkan biaya besar untuk berobat, sekarang tidak,” pungkasnya (ar/tw).

- Advertisement -

PAMEKASAN – Awalnya, Misdi kurang begitu memahami program jaminan kesehatan nasional (JKN) dan manfaat kartu Indonesia sehat (KIS). Bahkan, KIS miliknya dianggap tidak penting.

Kini, pedagang bakso berusia 35 tahun itu menyatakan program JKN-KIS sangat bermanfaat. Misdi kini terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen penerima bantuan iuran (PBI).

“Semula, saya tidak terlalu menganggap penting KIS. Wong saya masih sehat. Jadi, hanya disimpan. Belum mengerti kegunaannya,”  ujarnya.


Misdi baru memahami kegunaan KIS ketika istrinya hendak melahirkan. Saat itu, bidan desa setempat menyarankan Misdi menggunakan KIS.

“Pas memeriksakan istri, diberi tahu sama bu bidan, kalau melahirkan di puskesmas saja menggunakan KIS,” jelasnya.

Baca Juga :  Banyak LSM Belum Kantongi SKT

Ketika hendak melahirkan di puskesmas, Misdi masih kurang begitu yakin seluruh biaya pelayanan kesehatan istrinya dijamin BPJS Kesehatan. Karena itu, tetap mempersiapkan sejumlah uang.

“Kan harus jaga-jaga. Khawatir harus membayar. Ternyata tidak ada biaya, ya saya kaget tapi senang,” imbuhnya sambil tersenyum.

Misdi mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta JKN-KIS yang telah membayar iuran. Sebab, dirinya mengaku sangat terbantu semangat gotong royong seluruh peserta JKN-KIS.

“Saya berharap BPJS kesehatan semakin sukses dan semakin baik. Saya sudah merasakan manfaatnya. Kalau dulu harus mengeluarkan biaya besar untuk berobat, sekarang tidak,” pungkasnya (ar/tw).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/