alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Layanan Online Imigrasi Kelas III Banyak Dinikmati Warga Luar

PAMEKASAN – Layanan pendaftaran antrean secara online yang diterapkan oleh pihak Imigrasi Kelas III Pamekasan belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat Madura. Sistem itu justru banyak difungsikan masyarakat dari luar Pulau Garam. Seperti Situbondo, Jember, dan kabupaten lainnya.

”Kami sebenarnya sudah informasikan kepada masyarakat. Namun, mereka banyak yang tidak mengetahui,” kata Kepala Imigrasi Kelas III Pamekasan Usman Senin (29/1). Dia menyadari, sistem antrean online juga masih dikeluhkan masyarakat. Sebab sering kali masyarakat tidak bisa mengakses layanan tersebut. 

Permasalahan lainnya, pemohon juga ada yang mendaftar ke beberapa kantor imigrasi. Misalkan di Malang, Kediri, dan lainnya. Namun, mereka hanya memilih nomor antrean yang lebih awal. Sementara nomor antrean di kantor imigrasi lainnya dibiarkan. Hal itu bisa menjadi penyebab masyarakat lainnya tidak bisa mendaftar secara online. Sebab, sudah penuh dengan nama-nama pendaftar tersebut. 

Baca Juga :  Ratusan Perusahaan Mokong, Tidak Gaji Karyawan Sesuai UMK

Mereka harus menunggu giliran. Padahal, nama-nama itu sudah masuk kategori fiktif atau ganda. ”Ada 71 ribu data pemohon antre yang fiktif. Tapi sudah kita analisis, dan dilakukan perbaikan,” katanya.

Langkah itu untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Sementara bagi masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan layanan sistem online, bisa datang langsung pada Sabtu atau bisa menggunakan layanan SMS yang akan segera luncurkan.

”Jika menggunakan antrean langsung, sering kali dimanfaatkan oleh oknum masyarakat. Seperti di kota lain, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan banyak mengambil nomor antrean, lalu diberikan ke orang lain dengan minta imbalan tertentu,” pungkasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Layanan pendaftaran antrean secara online yang diterapkan oleh pihak Imigrasi Kelas III Pamekasan belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat Madura. Sistem itu justru banyak difungsikan masyarakat dari luar Pulau Garam. Seperti Situbondo, Jember, dan kabupaten lainnya.

”Kami sebenarnya sudah informasikan kepada masyarakat. Namun, mereka banyak yang tidak mengetahui,” kata Kepala Imigrasi Kelas III Pamekasan Usman Senin (29/1). Dia menyadari, sistem antrean online juga masih dikeluhkan masyarakat. Sebab sering kali masyarakat tidak bisa mengakses layanan tersebut. 

Permasalahan lainnya, pemohon juga ada yang mendaftar ke beberapa kantor imigrasi. Misalkan di Malang, Kediri, dan lainnya. Namun, mereka hanya memilih nomor antrean yang lebih awal. Sementara nomor antrean di kantor imigrasi lainnya dibiarkan. Hal itu bisa menjadi penyebab masyarakat lainnya tidak bisa mendaftar secara online. Sebab, sudah penuh dengan nama-nama pendaftar tersebut. 

Baca Juga :  Cegah Persebaran Covid-19, BPJS Kesehatan Optimalkan Layanan Online

Mereka harus menunggu giliran. Padahal, nama-nama itu sudah masuk kategori fiktif atau ganda. ”Ada 71 ribu data pemohon antre yang fiktif. Tapi sudah kita analisis, dan dilakukan perbaikan,” katanya.

Langkah itu untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Sementara bagi masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan layanan sistem online, bisa datang langsung pada Sabtu atau bisa menggunakan layanan SMS yang akan segera luncurkan.

”Jika menggunakan antrean langsung, sering kali dimanfaatkan oleh oknum masyarakat. Seperti di kota lain, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan banyak mengambil nomor antrean, lalu diberikan ke orang lain dengan minta imbalan tertentu,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/